Sejarah dan Peran Yayasan Abul Yatama Semarang dalam Dunia Filantropi Islam
Yayasan Abul Yatama Semarang adalah sebuah lembaga sosial dan keagamaan yang berdiri sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap anak-anak yatim dan dhuafa. Sejak awal pendiriannya, yayasan ini telah menjadi bagian penting dari gerakan filantropi Islam di Indonesia, khususnya di wilayah Semarang dan sekitarnya. Dengan landasan nilai keislaman yang kuat dan semangat kebersamaan, Yayasan Abul Yatama Semarang terus berkembang dan memberikan manfaat luas bagi umat.
Awal Mula Berdirinya Yayasan Abul Yatama Semarang
Inspirasi dari Tangisan Seorang Anak Yatim
Cikal bakal berdirinya Yayasan Abul Yatama Semarang berawal dari sebuah peristiwa yang sangat menggetarkan hati. Pada tahun 1984, saat prosesi pemakaman almarhum Habib Hasan bin Ibrahim Baragbah, seorang anak yatim yang ditinggalkan menangis dan bertanya, “Bapak, siapa yang akan membiayai sekolah saya nanti?” Pertanyaan itu membekas dalam benak tiga orang pelayat: Ustaz Hasan Toha Putra, Ustaz Ali Munawar, dan Ustaz Muhammad Munawar.
Kegelisahan itu mendorong mereka untuk bertindak. Bersama kerabat dan sahabat lainnya, terkumpullah 12 orang yang sepakat menjadi orang tua asuh bagi anak tersebut, yang bernama Mahda, serta dua adiknya. Dengan kontribusi awal sebesar seribu rupiah per orang setiap bulan, Yayasan Abul Yatama Semarang mulai menjalankan amanahnya sebagai pengasuh anak-anak yatim.
Dari Tiga Anak Asuh Menjadi Dua Puluh
Dalam waktu enam bulan sejak bantuan pertama diberikan, Yayasan Abul Yatama Semarang sudah mampu membina sekitar 20 anak yatim. Dana yang terkumpul ternyata cukup besar dan digunakan secara transparan untuk membantu anak-anak lain yang juga membutuhkan. Inilah yang menjadi awal mula semangat kolektif para pengasuh untuk mendirikan lembaga resmi guna memperluas jangkauan kebaikan mereka.
Pendiri dan Pendirian Resmi Yayasan Abul Yatama Semarang
Habib Toha Almunawar, pemilik penerbit Al-Qur’an populer di Semarang CV Toha Putra menjadi salah tokoh penting di awal pendirian Yayasan Abul Yatama Semarang. Beliau memberikan dukungan secara moral maupun financial terhadap pendirian yayasan dengan mengamanahkan Ustaz Hasan, salah satu putranya untuk mengatur seberapa jauh kontribusi perusahaan.nUstaz Hasan yang kala itu belum lama kembali dari study di negerinya meski awal ragu, akhirnya menerima amanah tersebut dan menjadikannya sebagai sebuah tantangan dan meyakinkan diri bahwa anak muda juga bisa dipercaya.
Legalitas Lembaga Filantropis Islam
Secara resmi, Yayasan Abul Yatama Semarang didirikan pada 23 Juni 1984, dan disahkan dalam akta notaris Rusbandy Yahya, S.H. pada 27 Juni 1984. Awalnya, yayasan ini bernama Yayasan Yatama, namun dua tahun kemudian berganti nama menjadi Yayasan Abul Yatama untuk menegaskan peran sebagai “ayah” atau pengasuh bagi anak-anak yatim.
Nama “Yatama” sendiri merupakan bentuk jamak dari “yatim”, menandakan bahwa Yayasan Abul Yatama Semarang tidak hanya fokus pada satu anak, tetapi berkomitmen menjadi pelindung bagi banyak anak-anak yatim yang membutuhkan bantuan dan perhatian.
Dua Belas Pendiri Yayasan Abul Yatama Semarang
Para pendiri Yayasan Abul Yatama Semarang adalah tokoh-tokoh yang memiliki kepedulian tinggi terhadap nasib anak-anak yatim dan kaum dhuafa. Mereka adalah:
-
Hasan Toha Putra, M.B.A. (Ketua)
-
Drs. Ali bin Abdul Kadir (Wakil Ketua)
-
Drs. Abu Bakar bin Zen (Wakil Ketua)
-
Muhammad bin Abdul Kadir (Sekretaris)
-
Tohir bin Abdul Kadir (Bendahara)
-
Hasyim bin Umar, B.A. (Bendahara)
-
Sagaf bin Tohir (Anggota)
-
Abu Bakar bin Husen (Anggota)
-
Edrus bin Salim (Anggota)
-
Syech bin Umar (Anggota)
-
Abdillah bin Ali (Anggota)
-
Muhammad bin Muhdhor (Anggota)
Keduabelas tokoh ini menjadi tulang punggung awal dari perkembangan Yayasan Abul Yatama Semarang, dan hingga kini nilai-nilai keikhlasan mereka tetap menjadi warisan dalam setiap aktivitas yayasan.
Klarifikasi Nama dan Perbedaan dengan Yayasan Lain
Klarifikasi Nama Abul Yatama dan Abulyatama
Beberapa waktu setelah yayasan ini berdiri, diketahui bahwa di wilayah Aceh juga ada lembaga dengan nama mirip, yaitu Yayasan Abulyatama (dengan ejaan berbeda). Untuk menghindari kesalahpahaman dan menjaga ukhuwah, Ustaz Hasan dan Ustaz Umar dari Yayasan Abul Yatama Semarang bersilaturahmi langsung kepada pendiri yayasan di Aceh, yaitu Pak Rusli Bintang. Beliau dengan lapang dada tidak keberatan nama Abul Yatama digunakan.
Namun, untuk memperjelas perbedaan secara administratif dan geografis, nama resmi yayasan kemudian diperjelas menjadi Yayasan Abul Yatama Semarang, yang secara de jure tercatat kembali pada akta notaris Rusbandy Yahya, S.H. tertanggal 20 Juni 1998.
Identitas Unik Yayasan Abul Yatama Semarang
Dengan nama lengkap Yayasan Abul Yatama Semarang, lembaga ini mempertegas identitasnya sebagai yayasan independen yang berdiri dan beroperasi secara lokal. Tidak ada afiliasi struktural dengan yayasan lain di luar Semarang, termasuk yang memiliki nama mirip.
Hal ini penting agar masyarakat dan donatur memahami bahwa Yayasan Abul Yatama Semarang adalah entitas hukum yang sah, jelas, dan terpercaya dalam menjalankan amanah filantropi Islam.
Kiprah dan Peran Sosial Yayasan Abul Yatama Semarang
Pendidikan dan Pengasuhan Anak Yatim
Sejak awal berdiri hingga kini, Yayasan Abul Yatama Semarang telah menjadi tempat aman bagi anak-anak yatim untuk tumbuh dengan cinta dan pembinaan Islam. Tidak hanya memberikan kebutuhan dasar, tetapi juga pendidikan yang layak dan pembinaan spiritual.
Melalui pendekatan integratif, Yayasan Abul Yatama Semarang turut membentuk generasi Muslim yang kuat secara iman dan mandiri dalam kehidupan sosial.
Dakwah Sosial dan Kepedulian Umat
Selain pendidikan, Yayasan Abul Yatama Semarang juga aktif dalam kegiatan dakwah dan sosial keumatan, seperti bantuan untuk dhuafa, pembinaan masyarakat marjinal, dan kegiatan keagamaan lainnya. Semua ini dilakukan dengan prinsip keikhlasan dan tanggung jawab sosial yang tinggi.
Yayasan Abul Yatama Semarang adalah lembaga filantropis Islam yang lahir dari kepedulian tulus terhadap anak yatim dan dhuafa. Didirikan secara resmi pada tahun 1984 oleh 12 tokoh pegiat sosial, yayasan ini telah menorehkan kontribusi besar dalam dunia pendidikan dan pengasuhan anak-anak yang membutuhkan.
Dengan identitas unik dan legalitas yang kuat, Yayasan Abul Yatama Semarang terus melanjutkan misinya sebagai “ayah pengasuh” bagi mereka yang kehilangan sandaran, serta menjadi cahaya harapan di tengah kehidupan masyarakat yang kompleks.
