LPI HIDAYATULLAH- Komitmen Lembaga Pendidikan Islam Hidayatullah dalam meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan kembali ditunjukkan melalui gelaran acara bertajuk “Service Excellence for Leader” yang berlangsung pada Rabu, 9 Juli 2025. Bertempat di lantai 3 Gedung Yayasan Abul Yatama Semarang, kegiatan ini menghadirkan narasumber berkompeten di bidang komunikasi dan pelayanan, Bapak M. Chanif Miftahuddin, S.Sos.I., M.I.Kom., M.Sos.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran pimpinan LPI Hidayatullah dari jenjang PAUD hingga SMA, serta para pengurus Yayasan Abul Yatama. Suasana penuh antusiasme tampak mengiringi jalannya sesi pelatihan sejak awal hingga akhir.

Pelayanan Bukan Sekadar Tugas, Tapi Bagian dari Kepemimpinan
Dalam sesi penyampaian materi, Bapak Chanif mengupas secara mendalam pentingnya pelayanan dalam institusi pendidikan. Menurutnya, pelayanan prima bukan hanya tanggung jawab petugas layanan, tetapi juga menjadi karakter penting seorang pemimpin.
“Experience adalah kunci utama dari Service Excellence. Ketika kita memberikan pelayanan, kita harus sadar bahwa kita adalah pelayan. Tujuannya agar orang tua puas, guru dan siswa juga puas. Dari sana akan tumbuh loyalitas,” terang beliau.
Ia mengajak peserta untuk selalu menempatkan diri seolah-olah mereka adalah wali murid, sebagai cara membangun empati dan perspektif dalam melayani.
BACA JUGA :MELAYANI DENGAN HATI: TRAINING SERVICE EXCELLENCE LPI HIDAYATULLAH
Mengapa Service Excellence Penting di Dunia Pendidikan?
Bapak Chanif juga menekankan urgensi dari pelayanan prima dalam institusi pendidikan. Tantangan dan ekspektasi masyarakat saat ini menuntut lembaga pendidikan untuk tampil lebih kompetitif dan responsif. Beberapa alasan pentingnya penerapan service excellence antara lain:
- Persaingan ketat antar lembaga pendidikan
- Masyarakat yang semakin kritis terhadap mutu layanan
- Dampak buruk dari layanan yang kurang maksimal
- Kepemimpinan kepala sekolah yang memengaruhi budaya pelayanan
Empat Pilar Service Excellence
Sebagai solusi dalam membangun layanan yang unggul, narasumber memaparkan empat pilar utama dalam service excellence:
- People – SDM yang profesional, kompeten, dan memiliki perilaku pelayanan yang unggul.
- Process – Prosedur pelayanan yang efisien, humanis, dan mudah dijalankan.
- Place – Fasilitas yang bersih, nyaman, dan ramah bagi semua pihak.
- Technology – Pemanfaatan teknologi untuk menunjang layanan yang cepat dan tepat.
Lebih lanjut, beliau mengingatkan pentingnya menanamkan prinsip dalam melayani: apakah
sikap kita sudah menunjukkan kualitas layanan? Apakah sudah mencerminkan performa, kemampuan, penampilan, perhatian, tanggung jawab, hingga aksi nyata?
BACA JUGA : Pembinaan Pimpinan Bersama Dosen Psikologi UNDIP
Belajar dengan Mengalami: Simulasi Pelayanan Nyata
Salah satu sesi yang paling diminati peserta adalah praktik langsung bagaimana menyambut tamu dengan sikap yang ramah, penggunaan gestur yang tepat, serta komunikasi yang sopan dan profesional. Peserta diajak untuk memahami bahwa pelayanan yang baik bukan hanya soal prosedur, tetapi juga menyangkut rasa, empati, dan ketulusan.
Acara ini memberikan bekal penting bagi para pemimpin pendidikan untuk tidak hanya memimpin dengan kebijakan, tapi juga dengan pelayanan. Budaya service excellence diharapkan mampu menjadi identitas kuat bagi LPI Hidayatullah dalam menghadirkan pendidikan yang bermutu, humanis, dan terpercaya.
Semoga pelatihan ini menjadi awal dari perubahan budaya kerja yang lebih baik, memperkuat karakter kepemimpinan, dan menumbuhkan semangat melayani dengan ikhlas demi terciptanya pendidikan yang membahagiakan dan bermartabat.***




