Memahami bunyi, terjemahan dan tafsir Al-Qur’an surat Fathir ayat 5. Ya kali ini kita akan membahas mengenai makna dari surat Fathir ayat 5 mengenai kebenaran janji Allah SWT.

LPI HIDAYATULLAH- Memahami isi kandungan Al-Qur’an surat Fathir ayat 5. Ya kali ini kita akan membahas mengenai makna dari surat Fathir ayat 5 mengenai kebenaran janji Allah SWT.

Surat Fathir ayat 5

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّ وَعْدَ ٱللَّهِ حَقٌّ ۖ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَا ۖ وَلَا يَغُرَّنَّكُم بِٱللَّهِ ٱلْغَرُورُ

Arab-Latin: Yā ayyuhan-nāsu inna wa’dallāhi ḥaqqun fa lā tagurrannakumul-ḥayātud-dun-yā, wa lā yagurrannakum billāhil-garụr

Artinya: Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syaitan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah.

Nah, ada beragam Tafsir yang menjelaskan mengenai makna kandungan surat Fathir ayat 5. Berikut penjelasnnya.

  • Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

يٰٓأَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ وَعْدَ اللهِ حَقٌّ ۖ (Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar). Yakni janji Allah tentang hari kebangkitan, pengumpulan, perhitungan, pembalasan, surga, dan neraka.

فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَوٰةُ الدُّنْيَا ۖ( maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu)

Janganlah perhiasan dan kenikmatan dunia memperdayamu dari beramal untuk kehidupan akhirat.

وَلَا يَغُرَّنَّكُم بِاللهِ الْغَرُورُ(dan sekali-kali janganlah syaitan yang pandai menipu). Yakni janganlah setan menipu kalian dengan Allah, dengan mengatakan “Allah telah memaafkan dan mengampuni kalian karena keutamaan, kedudukan, dan kekayaan kalian, atau karena keluasan rahmat-Nya bagi kalian” sehingga kalian kembali melakukan kemaksiatan.

BACA JUGA : Keutamaan 10 Hari Pertama Dzulhijjah

  • An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi

Surat Fatir ayat 5: Wahai manusia, ketahuilah bahwa janji Allah akan hari kebangkitan dan pembalasan adalah benar dan pasti; Maka janganlah terlena dengan kesenangan dunia sehingga memalingkan kalian dari ibadah kepada syahwat, di mana Allah menciptakan kalian dengan sebab ibadah begitu juga Allah membebani kalian dengan ibadah. Janganlah kalian wahai manusia, berpaling dari taat kepada Allah dan ibadah kepada-Nya. Yaitu dipalingkan oleh setan yang memalingkan kalian dari ketaatan kepada-Nya dan juga dari setiap kebaikan yang kalian lakukan.

  • Li Yaddabbaru Ayatih / Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor fakultas syari’ah Universitas Qashim – Saudi Arabia

Ayat ini memuat dua tipu daya:

– Tipu daya yang seseorang tertipu atas dirinya sendiri dan menghiasi dirinya dengan penampilan menggoda yang tampak baginya di dunia ini, yang menurutnya baik, dan tidak mempertimbangkan akibat-akibatnya, sehingga kerugiannya tersembunyi pada pandangan pertama, dan dia tidak berpikir bahwa itu berasal dari Setan.

-Tipuan yang diterimanya dari yang godaan setan.

Demikian pula segala kesia-siaan yang ada di dunia ini, ada yang ditimbilkan oleh diri sendiri dan ada pula yang diterima dari setan manusia dan jin.

BACA JUGA : Hadist Tentang Semangat Belajar

  • Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah

Wahai manusia, sesungguhnya janji Allah itu benar} pasti terjadi bukan mustahil {Maka jangan sekali-kali kehidupan dunia memperdaya kalian} maka jangan sampai menipu kalian {dan jangan setan yang pandai menipu itu} setan {menipu kalian juga} dan jangan sampai menipu kalian juga {tentang Allah

  • Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Fatir Ayat 5

Usai mengisyaratkan bahwa kiamat pasti akan tiba, Allah lalu secara tegas menyatakan bahwa janji tentang kiamat, pahala, dan siksa adalah benar adanya. Karenanya, manusia tidak boleh terlena dan teperdaya oleh kehidupan dunia. Wahai manusia! sungguh, janji Allah tentang pahala dan siksa itu benar, maka janganlah kehidupan dunia seperti kekayaan dan kekuasaan memperdayakan kamu sehingga kamu sedikit bahkan tidak sama sekali menyiapkan diri untuk kehidupan akhirat. Dan janganlah setan yang pandai menipu dapat memperdayakan kamu tentang Allah dan ajaran agama-Nya. 6. Sungguh, setan itu musuh yang nyata dan abadi bagimu, maka perlakukanlah ia sebagai musuh. Jangan kamu ikuti ajakan, rayuan, dan tipu dayanya, karena sesungguhnya setan itu hanya mengajak golongannya agar mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-Nyala. Salah satu cara setan memperdaya manusia adalah menganggap kecil perbuatan dosa karena Allah maha pengampun.

Kesimpulan diatas, kita harus yakin bahwa janji Allah SWT itu nyata adanya. Allah SWT menjanjikan umat manusia akan hari kebangkitan dari alam Kubur, pengumpulan manusia di padang mahsyar, perhitungan amal baik& buruk, serta surga, neraka. Untuk itu, ketika hidup di dunia, umat Islam dianjurkan untuk senantiasa beramal shaleh dan berbuat kebaikan. Janganlah kita mengikuti nafsu duniawi dan hasutan setan yang membuat kita terjerumus kedalam neraka. Nauzubillahiminzalik.***

sumber : https://tafsirweb.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!