LPI HIDAYATULLAH- Membaca Al-Qur’an tidak hanya sekedar membaca. Disetiap huruf dalam Al-Quran tentu memiliki arti atau makna tersendiri.

Dalam hal ini, ilmu tajwid dan penguasaan makhorijul huruf Al-Qur’an harus senantiasa kita pelajari, demi memperbaiki kualitas bacaan Al-Quran kita.

Dalam rangka meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an, LPI Hidayatullah Semarang melalui QLC (Qur’an Learning Center) menggelar kegiatan  Penguatan Tahsin Tilawah bertajukMenguatkan Pilar Bacaan Al-Qur’an”.

Kegiatan ini diikuti oleh koordinator guru Al-Qur’an LPI Hidayatullah Semarang (PAUD, SD, SMP, hingga SMA)

Ya, tahsin Al-Qur’an merupakan sarana belajar memperbaiki bacaan Al-Quran dengan baik sesuai dengan tajwid dan makhrojnya. Sedangkan tilawah secara istilah merupakan kegiatan membaca Al Qur’an dengan menampakkan huruf-hurufnya dan berhati-hati dalam melafadzkannya agar lebih mudah untuk memahani makna-makna yang terkandung di dalamnya.

Nah, acara penguatan tahsin tilawah Al-Qur’an ini berlangsung selama 2 hari yakni 8-9 Desember 2022 di ruang Aula lantai 3 Kantor LPI Hidayatullah Yayasan Abul Yatama Semarang.

Hari pertama acara, dibuka oleh Sekretaris Eksekutif Yayasan Abul Yatama beserta segenap pimpinan LPI Hidayatullah Semarang.

Direktur LPI Hidayatullah Semarang, Ustad Suprapto Haris Setiawan mengaku mendukung kegiatan penguatan tahsin tilawah ini. Beliau senantiasa mengajak peserta untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin.

 “Semoga peserta yang mengikuti penguatan Tahsin hari ini merasa senang dan gembira. Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, niati untuk belajar Al-Qur’an. Mengajar dan belajar Al-Qur’an itu sama-sama hal baik. Semoga kita tergolong orang-orang terbaik,” tutur Ustad Haris dalam sambutannya, Kamis 8 Desember 2022.

Mendukung pernyataan beliau, Ustad Edrus selaku SE Yayasan Abul Yatama mengaku ada banyak ilmu yang bisa peserta dapatkan melalui kegiatan ini. Salah satunya memperbaiki dialek bacaan Al-Qur’an kita.

“Pada penguatan tahsin tilawah ini ada banyak ilmu yang bisa kita dapatkan. Ini istilahnya membenarkan cengkok atau dialek bacaan Al-Qur’an. Kita yang biasanya membaca Al-Quran dengan karakter bahasa daerah masing-masing dituntut untuk membaca Al-Qur’an dengan bahasa Arab yang baik dan benar,” sambung ustadz Edrus, Kamis 8 Desember 2022.

Bekerjasama dengan UMMI Foundation Surabaya, acara penguatan tahsin tilawah ini berjalan lancar. Pada kesempatan ini, ada dua pemateri dari UMMI Foundation yakni Ustad Akhmad Mufti Hidayat, MH dan Ustad Ahmad Afifi, M.Pd.I.

Menurut Ustad Ahmad Afifi, pihaknya akan terus memberikan inovasi terbaru terkait ilmu pembelajaran Al-Qur’an.

“ Kami, selaku pihak UMMI Foundation harus terus berinovasi memberikan pelayanan bagi pengguna UMMI diseluruh wilayah,” tutur Ustad Ahmad Afifi saat memberikan sambutan, Sabtu 8 Desember 2022.

“ Seperti periode sebelumnya, nantinya akan ada sertifikasi, munaqosah, penguatan dan pendalaman tahsin tilawah Al-Qur’an dan lainnya yang bisa peserta pelajari bersama-sama” pungkas beliau.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!