LPI HIDAYATULLAH- Lembaga Pendidikan Islam Hidayatullah Semarang menggelar acara bertajuk “Penguatan Musyawarah Kerja Berbasis Pendidikan Akhlak” pada Sabtu, 7 Desember 2024, di Mushola SD Islam Hidayatullah.
Acara ini bertujuan untuk menekankan pentingnya pendidikan akhlak, terutama bagi para guru dan tenaga kependidikan. Dengan penguatan pendidikan akhlak, diharapkan para pendidik dan staf dapat mengimplementasikan nilai-nilai moral dalam penyusunan program kerja dan menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik.
Acara ini menghadirkan narasumber ahli di bidangnya, Ir. M. Karebet Widjaya Kusuma, M.A., seorang praktisi pendidikan, konsultan, riset, dan trainer. Acara berlangsung lancar dan penuh antusiasme, dimulai dengan sambutan dari MC, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta sambutan dari Dewan Pembina Yayasan Abul Yatama, H. Hasan Toha Putra, MBA.
BACA JUGA: WALI KOTA SEMARANG BERI APRESIASI DI ACARA 40 TAHUN YAYASAN ABUL YATAMA
Dalam sambutannya, H. Hasan Toha Putra, MBA mengingatkan para pengabdi untuk senantiasa menerapkan 9 amalan harian yang dapat membawa keberkahan dari Allah SWT. Amalan-amalan tersebut meliputi: tadarus Al-Qur’an, shalat berjamaah, qiyamul lail, shalat dhuha, shalat sunnah rawatib, dzikir, bersedekah, berteman dengan orang sholeh, dan menjaga wudhu.
“Kalau 9 amalan ini dijalankan maka ada keberkahan. InsyaAllah apa yang menjadi cita-cita kita Allah kabulkan,” tutur H. Hasan Toha saat memberikan sambutan.
“ Mohon para pengabdi bisa ikuti dengan seksama , mudah-mudahan Allah memberikan manfaat dan keberkahan di hari ini. Semoga LPI Hidayatulah terus berkembang,” tambah beliau.

BACA JUGA: 3 Amalan Istimewa Untuk Bekal Akhirat, Palahanya Mengalir Terus!
Acara selanjutnya adalah sesi sharing program kerja berbasis akhlak bersama Ir. M. Karebet Widjaya Kusuma, M.A. Pada kesempatan ini, beliau menyampaikan materi yang sangat menarik, yang bersumber dari bukunya yang berjudul “Achieving the Impossible: Mendidik Anak di Akhir Zaman.”

Dalam pembahasan tersebut, beliau menguraikan penerapan konsep kepemimpinan transformasional dengan merujuk pada sejarah dan biografi tokoh besar, Muhammad Al-Fatih, sang penakluk Konstantinopel. Beliau mengajak para pengabdi LPI Hidayatullah untuk meneladani kepemimpinan dan akhlak Muhammad Al-Fatih dalam menjalankan tugas-tugas mereka.
Harapan kami, melalui kegiatan ini, para pengabdi dapat memperoleh ilmu yang bermanfaat, memperluas wawasan, dan menerapkannya untuk mendorong kemajuan pendidikan Islam di Lembaga Pendidikan Islam Hidayatullah Semarang, sehingga dapat mencetak generasi yang berkualitas dan berakhlak mulia.
