Pendahuluan
Dalam Islam, pendidikan anak bukan sekadar proses transfer ilmu, melainkan amanah besar yang mencakup pembentukan adab, akhlak, dan kepribadian. Konsep ini dikenal luas sebagai parenting. Namun, tidak sedikit orang tua yang memahami parenting sebatas pola asuh teknis, tanpa menyadari fondasi nilai yang seharusnya melandasinya. Oleh karena itu, penting untuk memahami pengertian parenting dalam Islam secara utuh, ilmiah, dan aplikatif sejak usia dini.
Apa Pengertian Parenting?
Secara umum, parenting adalah serangkaian sikap, perilaku, dan praktik orang tua dalam merawat, mendidik, membimbing, dan membentuk anak agar tumbuh dan berkembang secara optimal—baik secara fisik, emosional, sosial, maupun moral.
Dalam kajian psikologi perkembangan, parenting mencakup:
- Pola interaksi orang tua dan anak
- Cara memberikan stimulasi dan batasan
- Pendampingan emosional dan sosial
- Pembentukan karakter dan nilai
Sementara itu, dalam Islam, pengertian parenting memiliki makna yang lebih luas dan bernilai ibadah.
BACA JUGA: Daycare Terbaik di Semarang
Pengertian Parenting dalam Islam
Parenting dalam Islam adalah proses pengasuhan anak yang berlandaskan tauhid, adab, dan akhlak, dengan tujuan menjaga fitrah anak agar tumbuh menjadi pribadi beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.
Islam memandang anak sebagai:
- Amanah dari Allah
- Makhluk yang lahir dalam keadaan fitrah
- Calon khalifah di muka bumi
Hal ini ditegaskan dalam hadis Nabi Muhammad ﷺ:
“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa parenting memiliki peran fundamental dalam membentuk arah kehidupan anak, bukan sekadar faktor pelengkap.
Parenting dalam Islam: Adab Sebelum Ilmu
Salah satu prinsip utama pendidikan Islam adalah adab sebelum ilmu. Artinya, sebelum anak dibebani target akademik, ia harus terlebih dahulu dibiasakan dengan:
- Sikap hormat
- Kejujuran
- Tanggung jawab
- Kesantunan
- Kedisiplinan
Ulama besar seperti Imam Malik bahkan menekankan bahwa mempelajari adab lebih utama sebelum mendalami ilmu pengetahuan. Prinsip ini relevan dengan praktik parenting modern yang menempatkan character building sebagai fondasi pendidikan jangka panjang.
Tujuan Parenting dalam Islam
Parenting dalam Islam tidak berorientasi jangka pendek, melainkan membangun visi kehidupan anak secara menyeluruh. Tujuannya antara lain:
- Menjaga dan menguatkan fitrah anak
- Membentuk akhlak dan kepribadian Islami
- Menumbuhkan kesadaran beribadah dalam kehidupan sehari-hari
- Mempersiapkan anak menjadi individu yang bertanggung jawab
- Mengarahkan anak agar siap hidup bermasyarakat dan berkontribusi positif
Dengan demikian, keberhasilan parenting tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi dari kualitas adab dan karakter anak.
BACA JUGA: Daycare Terbaik di Jawa Tengah
Pendukung Parenting dalam Islam
Agar parenting berjalan efektif, Islam menekankan adanya ekosistem pendukung yang saling terintegrasi.
1. Keluarga sebagai Madrasah Pertama
Rumah adalah sekolah pertama bagi anak. Keteladanan orang tua dalam bertutur kata, bersikap, dan beribadah menjadi pembelajaran paling kuat bagi anak usia dini.
2. Sekolah sebagai Mitra Nilai
Sekolah berperan memperkuat nilai yang telah ditanamkan di rumah. Sekolah yang ideal bukan hanya mengajar, tetapi:
- Membiasakan adab
- Menjaga lingkungan aman dan bermakna
- Menghargai tahap perkembangan anak
Konsep ini sejalan dengan Developmentally Appropriate Practice (DAP) dalam pendidikan anak usia dini.
3. Lingkungan Sosial yang Sehat
Lingkungan pergaulan, media, dan masyarakat sekitar turut memengaruhi pembentukan karakter anak. Parenting yang baik harus mampu mengelola dan mengarahkan pengaruh lingkungan tersebut.
Parenting Islam dan Ilmu Perkembangan Anak
Menariknya, prinsip parenting dalam Islam selaras dengan temuan ilmiah modern. Penelitian tentang perkembangan anak menegaskan bahwa:
- Tahun-tahun awal kehidupan adalah masa krusial pembentukan karakter
- Pendekatan penuh kasih dan konsisten lebih efektif daripada hukuman
- Lingkungan yang aman dan suportif meningkatkan kesiapan belajar anak
Hal ini menunjukkan bahwa parenting Islami bukan konsep tradisional semata, tetapi relevan dengan pendekatan ilmiah kontemporer.
BACA JUGA: Menanamkan rasa aman pada anak
Relevansi Parenting Islami dalam Pendidikan Formal
Ketika nilai parenting di rumah sejalan dengan praktik pendidikan di sekolah, anak akan tumbuh dalam sistem yang konsisten. Konsistensi inilah yang membantu anak:
- Lebih stabil secara emosi
- Mudah beradaptasi di lingkungan belajar
- Memiliki kepercayaan diri dan adab sosial
Oleh sebab itu, pemilihan lingkungan pendidikan yang memahami nilai parenting Islami menjadi bagian penting dari tanggung jawab orang tua.
Pengertian parenting dalam Islam adalah proses pengasuhan anak yang berorientasi pada penjagaan fitrah, penanaman adab, dan pembentukan akhlak mulia, dengan dukungan keluarga, sekolah, dan lingkungan yang selaras. Parenting bukan sekadar teknik, tetapi amanah dan ibadah yang berdampak jangka panjang bagi kehidupan anak.
Dengan memahami parenting secara benar sejak usia dini, orang tua tidak hanya mendidik anak untuk hari ini, tetapi menyiapkan generasi beradab untuk masa depan.
Referensi & Bacaan Pendukung:
- Kementerian Pendidikan RI – PAUD dan Perkembangan Anak
https://paudpedia.kemdikbud.go.id - UNICEF – Early Childhood Development
https://www.unicef.org/early-childhood-development - Encyclopedia Britannica – Parenting
https://www.britannica.com/topic/parenting - Al-Qur’an dan Hadis Shahih (HR. Bukhari & Muslim)
