Masa atau waktu memiliki keistimewaan dan hakikat yang luar biasa. Betapa hebatnya peringatan waktu hingga Allah Ta’ala bersumpah dengannya di dalam Al-Qur’an. Seperti dalam firman-Nya: “Demi Masa, sungguh manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran.” (Surah Al-‘Ashr: 1-3).

Dalam surah lain, Allah Ta’ala juga bersumpah:

وَالضُّحٰىۙ

“Demi waktu dhuha (ketika matahari naik sepenggalahan).” (Surah Ad-Dhuha: 1)

Kemudian Allah Ta’ala juga berfirman:

وَالْفَجْرِۙ

“Demi waktu fajar.” (Surah Al-Fajr: 1)

Al-Habib Nabiel bin Syauqi Al-Qadri (Pimpinan Majelis Hayyun Fii Qulubina) mengingatkan kita tentang waktu dan perkara-perkara yang sering dilupakan. Dalam Muhasabah (refleksi) akhir tahun di Masjid An-Nabawi, Cipondoh, Tangerang, Habib Nabiel menukil sebuah hadis Nabi yang cukup populer.

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhumaRasulullah SAW pernah menasihati seseorang:

اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَ صِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَ غِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَ فَرَاغَكَ قَبْلَ شَغْلِكَ وَ حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

Manfaatkanlah 5 perkara sebelum 5 perkara:
1. Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu.
2. Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu.
3. Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu.
4. Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu.
5. Hidupmu sebelum datang matimu.” (HR. Al-Hakim)

Dalam syair seorang pujangga berkata: “Andaikan masa muda kembali walau sehari, niscaya aku akan kabarkan bagaimana derita susahnya menjadi lansia orang tua.”

“Kita harus bersyukur atas karunia nikmat Allah Ta’ala. Jangan pernah menghitung nikmat Allah karena kita tidak akan sanggup menghitungnya. Kemarin ada Gerhana Matahari. Bagaimana planet yang diciptakan Allah beredar di dalam garis edarnya. Termasuk nikmat bernafas, nikmat alam dan nikmat hidup,” terang Habib Nabiel.

Habib Nabiel mengajak umat Nabi Muhammad SAW agar bertaubat sebelum ajal menjemput. Sebagaimana sabda Rasulullah: “Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba, selama (ruh) belum sampai di tenggorokan.” (HR. Ahmad)

Sumber:Sindonews.com

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!