Asyura jatuh pada hari ke-10 bulan Muharram yang diistimewakan Allah Ta’ala. Pada tahun ini Asyura jatuh pada tanggal 19 Agustus 2021. Umat Islam dianjurkan berpuasa pada hari itu mengingat keutamaannya yang sangat besar.

Apa yang membuat hari Asyura begitu istimewa? Ulama ahli fiqih dan pakar hadis kelahiran Samarkand (Uzbekistan), Imam Abu Laits As-Samarqandi (wafat 373 H) dalam kitabnya Tanbihul Ghafilin, meriwayatkan dari Ikrimah berkata Hari Asyura ialah hari diterimanya tobat Nabi Adam ‘alaihissalam. Dan hari itu pula turunnya Nabi Nuh ‘alahissalam dari perahunya, maka ia berpuasa sukur kepada Allah. Kemudian hari itu pula Fir’aun ditenggelamkan dan terbelahnya laut bagi Nabi Musa ‘alaihissalam. Bani Israil pun berpuasa di Hari Asura sebagai bentuk rasa syukur mereka.

Imam Abu Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Muhammad bin Maisarah berkata: “Siapa yang melapangkan keluarganya pada hari Asyura maka Allah akan meluaskan rezekinya sepanjang tahun itu”. Sufyan berkata: “Telah kami coba maka kami rasakan kebenarannya.” (Baca Juga: Keistimewaan Puasa ‘Asyura Gugurkan Dosa 1 Tahun Lalu )

Said bin Jubair dari Ibn Abbas RA berkata, ketika Nabi SAW baru hijrah ke Madinah mendapatkan kaum Yahudi puasa pada hari Asyura , maka beliau bertanya kepada mereka tentang itu. Jawab mereka: “Hari ini Allah memenangkan Nabi Musa dan Bani Israil terhadap Fir’aun dan kaumnya, maka kami puasa karena mengagungkan hari ini.” Maka Nabi SAW bersabda: “Kami lebih layak (berhak) mengikuti jejak Musa dari kamu”. Maka Nabi SAW menyuruh sahabat berpuasa.

Terkait keistimewaan Hari ‘Asyura, Allah Ta’ala memuliakan para Nabi-nabi dengan sepuluh kehormatan:
1. Allah menerima taubat Nabi Adam AS.
2. Allan menaikkan derajat Nabi Idris AS.
3. Hari berlabuhnya perahu Nabi Nuh AS.
4. Nabi Ibrahim lahir pada hari Asyura dan diangkat sebagai khalilullah juga diselamatkan dari api.
5. Allah menerima taubat Nabi Daud AS
6. Allah mengangkat Nabi Isa AS ke langit.
7. Allah menyelamatkan Nabi Musa AS.
8. Allah menenggelamkan Fir’aun.
9. Allah mengeluarkan Nabi Yunus AS dari perut ikan.
10. Allah mengembalikan kerajaan Nabi Sulaiman AS.

Semua peristiwa itu terjadi pada Hari Asyura . Hisyam bin Urwah dari ayahnya dari Sayydah Aisyah RA berkata: Bangsa Quraisy biasa berpuasa pada hari Asyura sejak zaman jahiliyah, juga Rasulullah SAW biasa berpuasa di Makkah. Kemudian setelah hijrah ke Madinah dan telah turun perintah wajib puasa bulan Ramadhan, maka Nabi SAW bersabda: “Saya dahulu telah menyuruh kamu sebagai perintah wajib suara Asyura, dan kini terserah siapa suka boleh puasa dan yang tidak suka boleh meninggalkannya”.

Sayyidah Aisyah RA berkata: ” Hari Asyura itu hari kesembilan (tanggal 9), pendapat lain menyebut tanggal 11 Muharram. Tetapi yang umum adalah tanggal 10 dan disunnahkan puasa tanggal 9 yang disebut Hari Taasu’a”.

Keistimewaan puasa Asyura ini sebagaimana sabda Nabi SAW : “Dan puasa di hari Asyura saya berharap kepada Allah agar dapat menghapuskan (dosa) setahun yang lalu.” (HR Muslim
Wallahu Ta’ala A’lam

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!