Sabtu, 24 April 2021

Kajian diawali dengan nasehat pentingnya Spiritual Happiness karena salah satu kebahagiaan yang menjadi kunci ketenangan manusia adalah spiritual happiness (kebahagiaan spiritual) yaitu kebahagiaan yang didapatkan karena bisa membahagiakan orang lain. Dan hal ini secara nyata sudah dibuktikan dan dicontohkan oleh para ulama/ para kiai di lingkungan pesantren bersama para santrinya yang hidupnya penuh dengan kesederhanaan tetapi kebahagiaan yang dirasakan. Kemudian  dari hasil proses pendidikannya bisa menghasilkan orang-orang yang ilmunya manfaat dan berkah bagi orang lain.

Ustadz Fachrudin Aziz melanjutkan lantunan syair yang dikarang oleh Syaikh Muhammad bin Abdullah:

Ilmu, Ia laksana benteng yang dapat menyelamatkan manusia dari segala keresahan;

Oleh karena itu orang yang ahli ilmu agama dan bersifat wara’ lebih berat bagi setan daripada menggoda seribu orang ahli ibadah tetapi bodoh;

Penjelasan dari syair:

  • Ilmu menjadi penghias bagi pemiliknya sehingga akan disukai oleh banyak orang
  • Ciri orang berilmu tidak akan mudah menyalahkan orang lain
  • Allah Subhanallahu Ta ‘ala menanggung hidupnya orang-orang yang berilmu
  • Ajari anak-anak dengan akhlak, karena orang yang berakhlak akan mendapat nurul ilmu (cahaya ilmu)

Diceritakan Abu Yazid Al Busthomi memiliki murid yang pintar yang cepat khatam terhadap ilmu yang diajarkan. Setelah lulus berpenampilan tinggi hati seperti orang yang paling ‘alim tetapi yang didapatkan bukan penghargaan dan kebahagiaan tetapi yang didapatkan adalah rasa kegelisahan, kemudian muridnya tersebut datang kepada Abu Yazid Al Busthomi untuk minta nasehat. Nasehat yang diberikan: ‘ Perbaiki Akhlak’

Dikisahkan juga Abu Yazid Al Busthomi ketika bertemu dengan anjing kemudian mengangkat jubahnya karena kawatir kena najis air liur anjing tersebut, kemudian anjing tersebut terdiam sambil memandang serius ke arah Abu Yazid Al Busthomi yang ditangkap secara mukasyafah apa yang disampaikan anjing tersebut yaitu memberikan nasehat: ‘ Kalau najis dari air liurku bisa dibersihkan dengan air tujuh kali dan dengan debu, tetapi hatimu yang suudzon kepadaku susah dibersihkan dengan apapun’. Ini adalah pelajaran akhlak meskipun hanya dengan seekor binatang, apalagi terhadap manusia.

Ilmu dan akhlak tidak bisa dipisahkan, karena akhlak itu adalah ruh/dasarnya ilmu. Edukasi tentang  akhlak itu paling dasar. Jadikan akhlak sebagai penyemangat untuk menuntut ilmu. Apapun yang dipelajari akhlak tetap harus dikawal. Transformasi batiniah akan terjadi jika akhlak anak terbuka.

Di sekolah pentingnya siswa diberlakukan seperti anak sendiri dan selalu didoakan oleh para guru yang merupakan ikhtiar batiniah yang harus selalu dilakukan 24 jam. Orang tua harus dilibatkan dan juga diberikan pemahaman tentang pentingnya akhlak dan budi pekerti bagi putra putrinya.

Setiap orang Islam juga wajib mengetahui atau mempelajari akhlak yang terpuji dan yang tercela, seperti watak murah hati, kikir, penakut, sombong, rendah hati, menjaga diri dari keburukan, israf, bakhil (terlalu hemat) dan sebagainya.

( kajian berlanjut….)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!