1. Penulisan hadits diawali dengan bismillah. Setiap perkara yang baik jika tidak diawali dengan bismillah akan putus pahala dan berkahnya.

– Dengan bismillah kita mendapatkan pertolongan Allah Swt.
– Rohman dan rohim diberikan kepada siapapun yang Dikehendaki di dunia, sedangkan Rohim hanya diberikan di akhirat.
2. Hadits pertama tentang niat.
– Diriwayatkan oleh Amirul mukminin, Abi Hafshah.
–  Dalam budaya Arab menyebut nama seseorang dengan julukan, dan dinisbatkan kepada nama bapaknya atau anaknya.
 – Niat dalam fikih menentukan sah dan tidaknya ibadah
– Niat dalam tasawuf menentukan diterima atau tidaknya suatu amalan
–  Contohnya hukum nikah ada tiga: mubah, sunnah, dan wajib
– Setiap amalan jadi berpahala dengan diniati bekerja kepada Allah Swt.
– Niatnya orang beriman lebih berguna dari amalnya
– Niat perlu dikawal, karena sering amal yang dilakukan tidak sesuai atau menyimpang dari niat awal
– Asbabul wurud dari hadits niat adalah karena ada penyimpangan niat hijrah yang awalnya karena Allah dan Rasulnya, orang-orang yang hijrah berikutnya karena ingin mendapatkan istri.
3. Pertanyaan dari peserta:
– Bagaimana kalau sholat jamaah di masjid tapi kawatir niatnya berubah ingin dipuji.
– Bagaimana hukumnya menghadiri majelis taklim hanya karena ingin ketemu seseorang.
– Jangan menuntut ikhlas seperti ikhlasnya para Nabi atau Wali, dan berhati-hatilah terhadap jebakan syaiton. Yang penting adalah tidak merencanakan riya’.
–  Khusus majelis dzikir ada fadhilanya sendiri, meskipun awalnya tidak berniat hanya ridho Allah, tetap mendapatkan berkahnya duduk (kumpul) di dalam majelis ilmu/majelis dzikir.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!