Cara-mendidik-anak-SMP-yang-bandel

Anak usia SMP (12–15 tahun) sering kali menunjukkan perilaku yang oleh orang tua disebut “bandel”: membantah, sulit diatur, emosional, atau melanggar aturan. Dalam ilmu parenting dan psikologi perkembangan, perilaku ini bukan semata kenakalan, melainkan bagian dari fase pencarian identitas dan kemandirian.

Artikel ini membahas cara mendidik anak SMP yang bandel secara tepat, mendidik, dan berorientasi pada pembentukan karakter, bukan sekadar kepatuhan sesaat.


Memahami Arti “Bandel” pada Anak SMP

Perilaku Bandel Bukan Tanpa Sebab

Pada usia remaja awal, anak mengalami perubahan besar:

  • Perubahan hormon
  • Perkembangan otak emosional lebih cepat daripada kontrol diri
  • Kebutuhan diakui sebagai individu yang mandiri

BACA JUGA: Cara mendidik anak SMP

Banyak perilaku yang dianggap bandel sebenarnya adalah bentuk komunikasi yang tidak tersalurkan dengan baik.

Kesalahan Umum Orang Tua

Beberapa kesalahan pola asuh yang justru memperparah perilaku anak SMP:

  • Terlalu sering memarahi tanpa mendengarkan
  • Membandingkan dengan anak lain
  • Menggunakan ancaman atau hukuman fisik
  • Tidak konsisten antara ayah dan ibu

Cara Mendidik Anak SMP yang Bandel dengan Pendekatan Tepat

1. Bangun Hubungan Emosional Sebelum Menuntut Perilaku

Anak SMP lebih mudah diarahkan jika merasa:

  • Dihargai
  • Didengarkan
  • Dipahami emosinya

Prinsipnya: hubungan dulu, aturan kemudian.

Contoh:
Alih-alih langsung menegur, mulai dengan kalimat:

“Ayah ingin mengerti dulu apa yang kamu rasakan.”


2. Tetapkan Aturan Jelas dan Disepakati Bersama

Anak SMP cenderung menolak aturan sepihak. Libatkan mereka dalam:

  • Menyusun aturan rumah
  • Menentukan konsekuensi yang logis
  • Mengevaluasi aturan secara berkala

Ini melatih:

  • Tanggung jawab
  • Rasa memiliki
  • Disiplin internal

3. Gunakan Konsekuensi Mendidik, Bukan Hukuman Emosional

Perbedaan penting:

  • Hukuman: melampiaskan emosi orang tua
  • Konsekuensi: mengajarkan sebab–akibat

Contoh konsekuensi mendidik:

  • Tidak mengerjakan tugas → waktu bermain dikurangi
  • Melanggar kesepakatan gadget → jeda penggunaan gadget

4. Jadilah Teladan, Bukan Sekadar Pemberi Nasihat

Anak SMP lebih peka terhadap:

  • Sikap
  • Konsistensi
  • Kejujuran orang tua

Jika orang tua:

  • Mudah marah
  • Tidak disiplin
  • Tidak menepati janji

Maka anak akan meniru, bukan mendengar nasihat.


5. Libatkan Nilai Agama dan Akhlak secara Kontekstual

Dalam pendidikan Islam, mendidik anak bukan hanya soal perilaku, tetapi pembentukan akhlak dan adab.

Pendekatan yang efektif:

  • Kisah Nabi dan sahabat sesuai konteks usia
  • Diskusi nilai, bukan ceramah panjang
  • Mengaitkan konsekuensi dengan tanggung jawab kepada Allah

Contoh:
“Mengendalikan emosi itu bagian dari orang kuat, seperti yang Rasulullah ajarkan.”


Peran Sekolah dalam Membantu Anak SMP yang Bermasalah Perilaku

Kolaborasi Orang Tua dan Sekolah

Perilaku bandel sering kali muncul karena:

  • Ketidaksinkronan aturan rumah dan sekolah
  • Kurangnya komunikasi orang tua–guru

Sekolah yang baik biasanya memiliki:

  • Program parenting orang tua
  • Pendampingan konselor/BK
  • Pendekatan karakter dan adab

Kegiatan Parenting Sekolah untuk Orang Tua SMP

Beberapa contoh kegiatan parenting yang efektif:

  • Seminar “Memahami Psikologi Remaja Awal”
  • Diskusi kasus (parenting clinic)
  • Kelas komunikasi orang tua–remaja
  • Kajian adab remaja dalam Islam (untuk sekolah Islam)

Kapan Orang Tua Perlu Mencari Bantuan Profesional?

Segera konsultasi jika anak:

  • Menunjukkan agresi ekstrem
  • Menarik diri berlebihan
  • Terlibat perilaku berisiko
  • Mengalami penurunan akademik drastis

Pendampingan dini jauh lebih efektif daripada menunggu masalah membesar.


Cara mendidik anak SMP yang bandel bukan dengan kekerasan atau kemarahan, tetapi dengan:

  • Pemahaman fase perkembangan
  • Hubungan emosional yang sehat
  • Aturan yang jelas dan adil
  • Keteladanan orang tua
  • Sinergi rumah, sekolah, dan nilai agama

Perilaku bandel adalah sinyal kebutuhan, bukan label karakter. Dengan pendekatan yang tepat, anak SMP dapat tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab, berakhlak, dan mandiri.


Sumber Referensi:

  • American Psychological Association – Parenting Adolescents
    https://www.apa.org/topics/parenting/teenagers 
  • UNICEF – Adolescent Development
    https://www.unicef.org/parenting/child-development/adolescence 
  • WHO – Adolescent Mental Health
    https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/adolescent-mental-health 
  • Kementerian Pendidikan RI – Pendidikan Karakter
    https://ditpsd.kemdikbud.go.id 
  • Al-Ghazali, Ayyuhal Walad (rujukan adab dan pendidikan Islam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!