Warta terkini perkembangan sekolah & kegiatan siswa selama sepekan yang dirangkum dalam buletin online informatif dan mudah diakses kapan saja dengan akses internet.
PEMBUKAAN SPMB TAHUN AJARAN 2026/2027
HITUNG MUNDUR BIAYA KHUSUS BERAKHIR!
Eko Wahyu D., M.Pd.
Adi Suipto, S.Pd.
Suci Wulansari, M.Pd.
Pimpinan Redaksi
Tarto, M.Pd.
Dewan Redaksi
Videa Salsabila W., S.K.M.
Devi Anggraini, S.M.
Yasiva Ayu P., S.Pd.
Kontributor:
Kehumasan PAUDIH
Kehumasan SDIH
Kehumasan SDIH 02
Kehumasan SMPIH
Kehumasan SMAIH
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Alhamdulillah, e-Buletin Hidayatullah hadir kembali di Edisi ke-5 dengan membawa berbagai kabar gembira dan inspirasi dari setiap unit sekolah di bawah naungan LPI Hidayatullah Semarang.
Pekan ini penuh dengan kegiatan yang memperkuat budaya belajar, karakter, dan kolaborasi. Dari unit PAUD hingga SMA, semuanya bergerak bersama untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan bermakna.
Di antaranya, program literasi yang dijalankan oleh PAUD dan SMP menjadi sorotan utama. Kegiatan ini dirancang agar siswa memiliki kecakapan literasi, mencintai budaya membaca, dan terbiasa mengunjungi perpustakaan secara teratur.
Dari SMA, hadir kolaborasi istimewa bersama Majelis Taklim Hidayatullah, yang menyelenggarakan kajian parenting menghadirkan Bunda Angelina Sondakh. Kajian ini memberikan wawasan baru bagi orang tua tentang pengasuhan yang bijaksana di era modern.
Di SD Islam Hidayatullah (SDIH), program Al-Qur'an yang terstruktur membimbing anak-anak untuk meningkatkan kemampuan tilawah dan pemahaman mereka terhadap kalamullah.
Sementara itu, SD Islam Hidayatullah 02 tengah melakukan uji coba ANBK sebagai persiapan menuju pelaksanaan yang lebih optimal, memastikan siswa siap menghadapi asesmen berbasis komputer.
Semoga rangkaian kegiatan pekan ini menjadi langkah nyata dalam menghadirkan pendidikan yang bukan hanya unggul dalam akademik, tetapi juga berkarakter dan penuh keberkahan.
Selamat membaca, semoga terinspirasi!
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Redaksi
E-Buletin LPI Hidayatullah
Kajian parenting SMAHA menghadirkan Bunda Angelina Sondakh dengan tema 'Ibu Ideal dalam Perspektif Al-Qur’an,' mengajak orang tua memperkuat peran dalam mendidik anak dengan kasih sayang dan kesabaran.
SMP Islam Hidayatullah Canangkan Gerakan Literasi melalui Sukraca, Kulma, dan Literasi di Perpustakaan
Harapannya gerakan ini mampu menumbuhkan budaya literasi siswa, baik membaca, berbicara, menyimak, maupun menulis; mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan memperkuat karakter serta budi pekerti
Setiap hari, siswa SD Islam Hidayatullah belajar membaca dan menghafal Al-Qur'an dengan bimbingan guru yang sabar, menumbuhkan generasi yang cinta Al-Qur'an dan berakhlak Qur'ani.
Siswa kelas 5 SDIH 02 mengikuti gladi bersih ANBK selama dua hari untuk memastikan kesiapan teknis dan meningkatkan kelancaran pelaksanaan ujian mendatang."
Kunjungan ke perpustakaan menjadi kegiatan seru bagi murid TK A dan TK B PAUDIH, mengenalkan mereka pada buku dan cara merawatnya.
Adab makan Rasulullah
Dalam tradisi Nabi ﷺ, makan bersama dilakukan dengan posisi tertentu: kaki dilipat ke kiri, dan posisi tubuh condong seperti orang berjongkok.


Majelis Taklim Hidayatullah (MTH) adalah majelis ilmu nonformal khusus bagi muslimah yang berada di bawah naungan Lembaga Pendidikan Islam Hidayatullah (LPIH).
Kepengurusan MTH terdiri dari 18 orang, yang merupakan orang tua siswa dan alumni, mulai dari jenjang PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA.
MTH menjadi wadah untuk meningkatkan pemahaman agama Islam, menjalin silaturahmi antar orang tua siswa, serta menjadi sarana syiar agama yang sekaligus memperkuat peran sekolah dalam berdakwah dan memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar.
Majelis Taklim Hidayatullah dibentuk pada 21 Oktober 2017, dengan kajian perdana yang dilaksanakan pada 8 November 2017.
Pembentukan MTH diprakarsai oleh bapak, ibu guru SMA Islam Hidayatullah.
Sekolah mengundang orang tua siswa untuk berkumpul dan membentuk wadah majelis taklim sebagai forum dakwah dan silaturahmi.
MTH didirikan untuk mempererat hubungan antara kepala sekolah, pengabdi, karyawan, orang tua siswa, dan masyarakat sekitar.
Selain itu, keberadaan MTH juga menjadi sarana dakwah sekolah serta penguatan karakter bagi para pengurusnya.
MTH mengadakan kajian rutin setiap hari Selasa pekan ke 1 & ke 3 dijadwalkan bertempat di SD Islam Hidayatullah, pada pekan ke 2 & ke 4 di SMA Islam Hidayatullah. Kegiatan dimulai dari pukul 09.00-11.00 bersama pemateri dari latar belakang dengan keahlian yang beragam.
Materi yang disampaikan meliputi:
Selain kajian rutin, MTH juga aktif dalam:
Jamaah MTH terdiri dari orang tua siswa, orang tua alumni, dan masyarakat umum yang datang dari berbagai daerah di Jawa Tengah, seperti Ungaran, Ngaliyan, Demak, dan Salatiga.
Jumlah peserta dalam setiap pertemuan bisa mencapai 100–400 jamaah.
Kegiatan majelis biasanya dilaksanakan di:
Pada beberapa kesempatan, kegiatan juga diadakan di luar sekolah, seperti di Masjid At-Taufiq Banyumanik, khususnya ketika berkolaborasi dengan majelis taklim lainnya.
Suasana kajian terasa khidmat, hangat, dan penuh kekeluargaan.
Materi disampaikan dengan selingan humor ringan sehingga tidak terasa monoton.
Untuk menambah semangat jamaah, kegiatan sering diselingi dengan pembagian doorprize.
Ketika topik yang dibahas berkaitan dengan fiqih wanita, diskusi interaktif sering kali mewarnai jalannya kajian.
MTH memiliki beragam kegiatan yang mencakup:
Pembina/Penanggung Jawab
Penasehat
Perwakilan Yayasan
Perwakilan unit sekolah
Pendamping
Ketua Umum
Ketua Divisi SMP/SMA
Ketua Divisi PAUD, TK, SD
Sekertaris I (SMP-SMA)
Sekertaris II (PAUD-SD)
Bendahara I (SMP-SMA)
Bendarahara II (PAUD-SD)
Humas & Sosial I (SMP-SMA)
Humas & Sosial II (PAUD-SD)
Konsumsi I (SMP-SMA)
Konsumsi II (PAUD-SMA)
Perlengkapan I (SMP-SMA)
Perlengkapan II (PAUD-SD)
Perjalanan MTH selama delapan tahun tidak selalu berjalan mulus.
Berbagai tantangan pernah dihadapi, antara lain:
Saat membuka donasi untuk kegiatan sosial, pernah terjadi upaya penipuan.
Seseorang mengirimkan bukti transfer palsu dan meminta pengurus mengembalikan "kelebihan" dana yang tidak pernah benar-benar dikirimkan.
Berkat ketelitian bendahara, MTH berhasil terhindar dari kerugian.
Beberapa panti asuhan binaan sering meminta bantuan mendesak, seperti token listrik, beras, atau biaya sekolah anak.
Meskipun dalam kondisi sulit dan cuaca hujan, pengurus tetap berusaha membantu sebaik mungkin.
Karena jumlah jamaah yang banyak, MTH sempat disangka sebagai kegiatan politik terselubung.
Namun setelah dicek langsung oleh pihak berwenang, terbukti bahwa MTH murni adalah majelis ilmu muslimah, bukan kegiatan politik.
Ketika melakukan survei lapangan, pengurus pernah menemukan alamat panti asuhan yang ternyata fiktif.
Hal ini menjadi pelajaran berharga untuk selalu melakukan verifikasi data dengan teliti.
Dengan segala ujian dan perjalanan yang penuh liku, MTH berharap dapat terus berkembang dan semakin solid dalam berdakwah serta memberikan manfaat kepada masyarakat.
Semoga kebaikan, keikhlasan, dan kesabaran yang MTH lakukan dapat membuat Rasulullah ﷺ ridha dan menjadikan kami semua — pengurus, pembina, penasehat, serta jamaah — selalu dalam lindungan Allah SWT.”
Sebagai sekolah Islam unggul di Jawa Tengah, SMA Islam Hidayatullah (SMAHA) terus berupaya memberikan manfaat, tidak hanya untuk murid, guru, dan orang tua, tetapi juga untuk masyarakat sekitar.
Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kajian parenting yang telah menjadi agenda rutin tahunan.
Kegiatan ini mengundang orang tua wali murid dari jenjang PAUD hingga SMA Hidayatullah, serta terbuka untuk umum, sehingga menjadi wadah untuk berbagi ilmu dan memperkuat peran keluarga dalam pendidikan anak.
Pada Senin, 22 September 2025, SMAHA kembali menyelenggarakan kajian parenting di aula sekolah.
Kali ini menghadirkan narasumber Bunda Angelina Sondakh dengan tema:
“Ibu Ideal dalam Perspektif Al-Qur’an.”
Dalam sambutannya, Kepala SMAHA, Ibu Etik Ningsih, S.Pd., menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada seluruh hadirin yang hadir.
“Kajian parenting seperti ini menjadi ruang penting bagi kita untuk saling belajar dan menguatkan peran dalam keluarga. Kami berharap, dari kajian ini kita semua mendapatkan inspirasi dan semangat baru dalam mendidik anak sesuai tuntunan Islam,” ujar Ibu Etik.
Kajian dibuka dengan pesan yang menyentuh dari Bunda Angelina:
“Ibu-ibu, jangan paksa anak untuk menjadi sepertimu. Jangan pernah bandingkan dirimu dengan anakmu. Doakanlah selalu anakmu agar selamat dunia akhirat.”
Beliau mengingatkan bahwa anak adalah titipan Allah yang harus dijaga dengan penuh kasih sayang, bukan dijadikan tempat untuk mewujudkan ambisi atau impian orang tua.
Bunda Angelina juga mengajak para orang tua untuk sabar dalam beribadah, dan meneladani kesabaran itu dalam mendidik anak.
Sebagai bekal praktis, Bunda Angelina membagikan beberapa amalan harian yang bisa dilakukan oleh orang tua, di antaranya:
Amalan-amalan ini diharapkan dapat memperkuat spiritualitas orang tua sekaligus menjadi doa terbaik untuk anak-anak mereka.
Kegiatan kajian berlangsung khidmat, hangat, dan penuh antusias.
Acara ditutup dengan doa bersama, kemudian dilanjutkan sesi foto sebagai kenangan bersama.
Salah satu wali murid, Ibu Delfita, S.E., menyampaikan kesannya:
“Saya merasa tercerahkan. Kadang, sebagai orang tua, kita terlalu menuntut anak sesuai keinginan kita, padahal yang terpenting adalah mendoakan dan membimbing mereka dengan penuh kesabaran. Terima kasih SMAHA sudah menghadirkan kajian yang luar biasa ini.”
Melalui kajian parenting ini, SMAHA menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan manfaat nyata.
Kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam membentuk generasi Islami yang berakhlak mulia.


SMP Islam Hidayatullah

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), literasi memiliki beberapa pengertian:
Melalui kegiatan literasi, diharapkan siswa dapat meningkatkan keterampilan berbahasa, yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis.
SMP Islam Hidayatullah mencanangkan Gerakan Literasi yang dilaksanakan setiap hari Jumat pagi, pukul 07.00–07.40 WIB.
Jenis kegiatan literasi yang dilaksanakan antara lain:
Pelaksanaan masing-masing kegiatan mengikuti jadwal yang sudah ditetapkan di setiap kelas.
Sukraca merupakan akronim dari Sukra dan Maca.
Dalam bahasa Sanskerta, Sukra berarti Jumat, sedangkan dalam bahasa Jawa, Maca artinya membaca.
Dengan demikian, Sukraca berarti "Jumat Membaca".
Selain Sukraca, kegiatan literasi berikutnya adalah Kulma, singkatan dari Kuliah Lima Menit.
Kegiatan ini identik dengan public speaking, di mana siswa menyampaikan informasi atau materi di depan umum.
Kegiatan terakhir dari Gerakan Literasi adalah literasi di perpustakaan.
Seperti ungkapan “Buku adalah jendela ilmu,” buku berfungsi sebagai sarana untuk membuka wawasan pengetahuan yang luas. Dengan membaca, siswa dapat memahami berbagai hal yang sebelumnya tidak diketahui.
“Harapannya gerakan ini mampu menumbuhkan budaya literasi siswa, baik membaca, berbicara, menyimak, maupun menulis; mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan memperkuat karakter serta budi pekerti,” ungkap Eko Bunga Emi Marisa, S.Pd., penanggung jawab Gerakan Literasi di SMP Islam Hidayatullah.
SD ISLAM HIDAYATULLAH
Belajar dan Menghafal dengan Cinta
Di SD Islam Hidayatullah, pembelajaran Al-Qur'an menjadi bagian penting dalam keseharian siswa.
Setiap hari, para guru Al-Qur'an dengan sabar membimbing murid-murid untuk membaca dan menghafal ayat-ayat suci.
Tujuannya, agar kemampuan mereka meningkat secara bertahap dan menyenangkan.
Pembelajaran ini terstruktur dengan baik, dan setiap anak mendapatkan pendampingan sesuai level kemampuannya.
Orang tua juga dapat memantau perkembangan anak melalui laporan harian yang dicatat dalam buku prestasi.
Melihat anak-anak belajar membaca dan menghafal Al-Qur'an adalah pemandangan yang indah dan membahagiakan.
Di sekolah ini, suasana belajar dibuat hangat agar anak-anak tumbuh dengan kecintaan terhadap Al-Qur'an, sekaligus membiasakan diri untuk berakhlak Qur'ani.
“Bersama di SD Islam Hidayatullah, kita berupaya melahirkan generasi saleh dan salihah yang mencintai Al-Qur'an dan menjadikan nilai-nilainya sebagai pedoman hidup.”
📞 Info Pendaftaran: 082241827175 – Admin SPMB
💻 Pendaftaran Online: Klik di sini

SD ISLAM HIDAYATULLAH 02
Pelaksanaan Selama Dua Hari
Siswa kelas 5 SD Islam Hidayatullah 02 mengikuti Gladi Bersih Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) yang berlangsung selama dua hari, yaitu Rabu—Kamis, 17–18 September 2025, pukul 07.30–09.30 WIB.
Materi yang diujikan terdiri dari:
Gladi bersih ANBK merupakan latihan akhir sebelum pelaksanaan ANBK yang sebenarnya.
Kegiatan ini bertujuan untuk:
Bu Azza, selaku panitia dan petugas Gladi Bersih ANBK SDIH 02, menyampaikan:
“Alhamdulillah, kegiatan berjalan lancar, namun sempat ada sedikit kendala, yaitu aplikasi tiba-tiba mengalami loading yang cukup lama.”
Dengan adanya gladi bersih ini, kendala yang ditemukan dapat segera diatasi sehingga hari pelaksanaan ANBK utama dapat berjalan lebih lancar.
Alhamdulillah, kegiatan gladi bersih berjalan dengan baik dan siswa dapat mengikuti ujian dengan tenang.

Mengenalkan Dunia Buku pada Anak
PAUD Islam Hidayatullah mengadakan kunjungan rutin ke perpustakaan setiap pekan.
Kegiatan ini diikuti oleh murid TK A dan TK B dan berlangsung di perpustakaan TK Islam Hidayatullah (TKIH).
Tujuannya adalah mengenalkan dunia buku sejak dini. Anak-anak diajak mengenal berbagai jenis buku cerita, belajar merawat buku, dan dilatih untuk tertib dan sabar saat berada di tempat belajar.
Harapannya, kegiatan ini dapat menumbuhkan minat baca yang bermanfaat untuk perkembangan mereka.
Anak-anak masuk secara bergantian dan mendengarkan arahan pustakawan.
Setelah itu, mereka memilih buku dengan tertib dan penuh semangat.
Beberapa anak tampak serius membaca, sementara yang lain menikmati gambar-gambar menarik di buku. Suasana dipenuhi rasa ingin tahu dan keceriaan.
Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk mencintai membaca sejak dini, membentuk generasi yang mencintai ilmu dan senang belajar.

🌿 Hikmah
Sabtu, 27 September 2025, diadakan pembinaan untuk para pengabdi Yayasan Abulyatama LPI Hidayatullah.
Ustadz Amin Taufik LC menjadi narasumber dalam acara tersebut, dengan topik kajian dari kitab Samā’il Muhammadiyah.
Salah satu bagian pembahasan yang menarik adalah adab makan yang diajarkan Rasulullah ﷺ.
Dalam kajiannya, Ustadz Amin menyebutkan riwayat dari Abu Zul Haifah radhiallahu ‘anhu bahwa Nabi ﷺ tidak makan dengan posisi bersandar. Menurut Hadits tersebut, makan sambil bersandar dianggap sebagai gaya orang yang sombong atau mengikuti hawa nafsu makan.
Beberapa ulama memandang bahwa posisi bersandar saat makan termasuk perkara makruh (sebaiknya dihindari) jika tanpa uzur. (Muslim Indonesia)
Namun, Ustadz Amin juga menyampaikan pengecualian: untuk makanan ringan, posisi bersandar mungkin diperbolehkan, asalkan tidak bersifat maksiat.
Kisah sahabat Ali radhiallahu ‘anhu yang pernah makan sambil tiduran juga menjadi contoh bahwa konteks dapat mempengaruhi hukum.
Dalam tradisi Nabi ﷺ, makan bersama dilakukan dengan posisi tertentu: kaki dilipat ke kiri, dan posisi tubuh condong seperti orang berjongkok.
Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu diriwayatkan bahwa Nabi ﷺ sering makan dalam posisi iq‘āʾ (duduk dengan kedua betis tegak, tumit sebagai tumpuan) saat memakan kurma. (Muslim Indonesia)
Ustadz Amin menjelaskan bahwa ketika Nabi ﷺ selesai makan, beliau menjilati jari-jari tangan sebanyak tiga kali. Menurut beliau, urutan menjilat dimulai dari jari tengah, lalu jari telunjuk dan seterusnya.
Hal ini didasarkan pada hadits:
“Apabila salah seorang di antara kalian telah selesai makan, maka janganlah ia mengusap tangannya hingga ia menjilatinya atau menjilatkannya.” (HR. Bukhari & Muslim) (Majalah As-sunnah)
Hikmah dianjurkannya menjilati jari adalah karena kita tidak tahu bagian mana dari makanan itu yang mengandung keberkahan. (Majalah As-sunnah)
Adab ini juga mengajarkan agar tidak menyia-nyiakan makanan — usahakan makan hingga habis sesuai kadar dan jangan membuang makanan.
Dari penjelasan Ustadz Amin, beberapa hikmah dan praktik yang bisa diambil:
Semoga pembinaan ini memperkuat akhlak kita dalam urusan sederhana sehari-hari seperti makan. Aamiin.