Warta terkini perkembangan sekolah & kegiatan siswa selama sepekan yang dirangkum dalam buletin online yang informatif dan mudah diakses kapan saja dengan akses internet.
PEMBUKAAN SPMB TAHUN AJARAN 2026/2027
HITUNG MUNDUR BIAYA KHUSUS BERAKHIR!
Eko Wahyu D., M.Pd.
Adi Suipto, S.Pd.
Suci Wulansari, M.Pd.
Pimpinan Redaksi
Tarto, M.Pd.
Dewan Redaksi
Videa Salsabila W., S.K.M.
Devi Anggraini, S.M.
Yasiva Ayu P., S.Pd.
Kontributor:
Kehumasan PAUDIH
Kehumasan SDIH
Kehumasan SDIH 02
Kehumasan SMPIH
Kehumasan SMAIH
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Alhamdulillah, Buletin Pekanan edisi IV kembali hadir membawa kabar dan cerita menarik dari lingkungan LPI Hidayatullah Semarang.
Pekan ini, kami mengulas kedatangan tamu studi banding dari berbagai daerah yang ingin belajar langsung dari Hidayatullah.
Benarkah Hidayatullah unggul? Dalam edisi ini, kami membahas parameter keunggulan sekolah yang menjadikan banyak lembaga pendidikan tertarik menjalin silaturahmi dan kolaborasi.
Selain itu, berbagai kegiatan menarik juga mewarnai pekan ini.
Di SMA Islam Hidayatullah (SMAHA), peringatan Maulid Nabi Muhammad ﷺ berlangsung khidmat dan meriah, menghadirkan monolog kisah Nabi serta lantunan sholawat yang menginspirasi seluruh warga sekolah.
Prestasi membanggakan datang dari SMP Islam Hidayatullah yang berhasil menyabet Gold Medal dalam ajang International Invention and Expo 2025, sebuah kebanggaan yang patut diapresiasi.
Sementara itu, SD Islam Hidayatullah menggelar Fun Trial Class untuk adik-adik TK-B se-Kota Semarang, sekaligus melaksanakan psikodiagnostik untuk kelas 4, membantu guru dan orang tua mengenali potensi dan karakter anak.
Tak kalah hangat, PAUD Islam Hidayatullah juga memperingati Maulid Nabi Muhammad ﷺ dengan cara yang menyenangkan, mengenalkan Rasulullah sebagai teladan sejak usia dini.
Semoga seluruh kegiatan dan prestasi ini menjadi inspirasi sekaligus penguat semangat kita bersama dalam membangun pendidikan yang unggul, berkarakter, dan penuh berkah.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Redaksi Buletin Pekanan
"Peringatan Maulid Nabi di SMAHA berlangsung khidmat dan meriah, menghadirkan monolog kisah Nabi dan lantunan sholawat yang menginspirasi seluruh warga sekolah."
Tim SMP Islam Hidayatullah Sabet Gold Medal pada International Invention and Expo 2025
“Saya kurang percaya diri saat harus melakukan presentasi dan menjelaskan kepada juri dengan kemampuan bahasa Inggris saya. Namun, dengan dukungan dari guru dan anggota tim, saya menjadi semakin yakin. Saya sangat bersyukur akhirnya tim kami berhasil meraih Gold Medal dalam ajang internasional ini.”
"Fun Trial Class di SD Islam Hidayatullah menghadirkan pengalaman belajar sambil bermain yang seru bagi anak-anak TK-B, sekaligus memperkenalkan suasana belajar yang menyenangkan kepada orang tua."
"Kelas 4 SD Islam Hidayatullah mengikuti psikodiagnostik untuk mengenali potensi dan karakter murid, membantu guru dan orang tua dalam memberikan pendampingan yang tepat."
"Peringatan Maulid Nabi di PAUD Islam Hidayatullah berlangsung hangat dan penuh makna, mengenalkan Rasulullah SAW sebagai teladan bagi anak-anak sejak usia dini."
Pesan Khutbah Jumat LPI Hidayatullah
pada Jumat, 19 September 2025 disampaikan oleh Ustadz Aris Susanto, Kepala Divisi QLC Hidayatullah.
Hampir setiap bulan, LPI Hidayatullah Semarang menjadi tujuan studi banding dari berbagai daerah. Para tamu yang hadir berasal dari lembaga pendidikan, yayasan, hingga komunitas guru, semuanya memiliki tujuan yang sama: belajar tentang tata kelola sekolah, sistem pendidikan, serta budaya unggul yang diterapkan di Hidayatullah.
Fenomena ini memunculkan pertanyaan yang wajar:
“Mengapa begitu banyak lembaga pendidikan ingin belajar ke Hidayatullah?”
“Benarkah Hidayatullah benar-benar unggul?”
Keunggulan Hidayatullah bukan hanya terlihat dari gedung megah dan fasilitas modern, tetapi juga dari sistem pendidikan yang profesional, berkarakter, dan menyeluruh.
Pendidikan di Hidayatullah dimulai dari usia dini hingga remaja, dengan kurikulum yang terintegrasi untuk mencetak generasi cerdas, berakhlak mulia, dan siap memimpin di masa depan.
Seperti pekan ini ada 2 rombongan, yaitu dari PAUD Pertiwi DWP Setda Kabupaten Wonosobo dan Paguyuban TK N Pembina Kabupaten Banjarnegara, para tamu studi banding disambut hangat oleh Sekretaris Eksekutif Yayasan Abul Yatama Semarang dan pimpinan LPI Hidayatullah.
Mereka diajak tur keliling sekolah, mulai dari QBS, KB, TK, SD, SMP, hingga SMA, untuk melihat langsung proses pembelajaran dan budaya sekolah yang telah menjadi daya tarik utama Hidayatullah.
QBS merupakan TPA (Tempat Penitipan Anak) yang memadukan pengasuhan anak dengan pendidikan Islami, mengenalkan Al-Qur’an sejak usia dini.
Di QBS, anak-anak bukan hanya diasuh, tetapi juga dibiasakan dengan nilai-nilai agama, seperti doa harian, akhlak, dan pengenalan huruf hijaiyah, sehingga sejak kecil mereka tumbuh dalam suasana Islami yang hangat.
Kelompok Bermain (KB) Islam Hidayatullah memiliki gedung baru yang luas, ruang kelas yang nyaman dan ber-AC, serta dilengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti area bermain yang aman, kolam renang, dan ruang belajar yang ramah anak.
Dengan suasana yang menyenangkan, KB menjadi tempat ideal bagi anak-anak untuk belajar sambil bermain, sebagai langkah awal memasuki dunia pendidikan formal.
TK Islam Hidayatullah telah menjadi sekolah model selama lebih dari satu dekade.
Pada tahun 2024, TK ini bersama SD Islam Hidayatullah resmi ditetapkan sebagai sekolah model metode Ummi dalam pembelajaran Al-Qur’an.
Pencapaian ini mencerminkan komitmen TK Islam Hidayatullah dalam menghadirkan pendidikan berbasis nilai Islam, lengkap dengan pembiasaan adab dan karakter yang ditanamkan sejak usia dini.
SD Islam Hidayatullah dikenal sebagai sekolah yang unggul dalam pembiasaan adab dan pembelajaran yang menyenangkan.
Pada tahun 2024, SD ini meraih predikat Sekolah Adiwiyata dan sekolah model pembelajaran Al-Qur'an metode Ummi.
Hal ini menjadi kebanggaan karena menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan hidup, budaya sekolah yang hijau dan bersih, serta keunggulan dalam pendidikan Al-Qur'an.
Selain itu, konsultan psikologi hadir untuk memantau tumbuh kembang dan perkembangan karakter anak, membantu guru dan orang tua memahami potensi serta kebutuhan masing-masing siswa.
SD Islam Hidayatullah 02 terus melakukan inovasi dalam pembelajaran.
Tahun ajaran 2026/2027, sekolah ini akan meluncurkan program Bilingual Class dan kelas Tahfidz dengan target yang spesifik, yaitu:
Sebagai langkah awal, saat ini SD Islam Hidayatullah 02 telah memulai English Club, yang menjadi wadah pengembangan keterampilan bahasa Inggris melalui kegiatan kreatif dan menyenangkan.
Hal ini menunjukkan keseriusan sekolah dalam mempersiapkan siswa untuk menjadi generasi Qur’ani yang unggul dan siap bersaing di dunia internasional.
SMP Islam Hidayatullah dikenal dengan program pembelajaran Al-Qur’an yang intensif dan berbagai prestasi akademik maupun non-akademik.
Salah satu pencapaian terbarunya adalah Gold Medal di ajang International Invention and Expo 2025, yang mengharumkan nama sekolah di tingkat internasional.
Transformasi sistem pembelajaran digital di SMP ini juga mendapat pengakuan dari Apple International, yang menganugerahkan sertifikat Apple Distinguished School (ADS) pada tahun 2025.
Pengakuan ini menandai kemampuan SMP Islam Hidayatullah dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran, menciptakan pengalaman belajar modern dan interaktif.
SMA Islam Hidayatullah berkomitmen untuk mencetak lulusan yang unggul dalam akademik, karakter, dan kepemimpinan.
Bersama SMP, SMA ini telah lebih dulu meraih sertifikat Apple Distinguished School (ADS), pengakuan internasional atas keberhasilan mengintegrasikan teknologi digital dalam proses pembelajaran.
Transformasi ini menjadikan SMA Islam Hidayatullah sebagai salah satu sekolah digital terkemuka, yang siap menghadapi tantangan era global.
Keunggulan Hidayatullah juga terlihat dari fasilitas modern yang mendukung proses belajar dan perkembangan siswa, di antaranya:
Selain itu, pembangunan Multi Function Building (MFB) sedang berjalan dan ditargetkan selesai pada tahun ajaran 2026–2027.
Gedung megah ini akan dilengkapi auditorium, podcast room, meeting room, laboratorium modern, dan ruang serbaguna, yang mendukung pengembangan kegiatan siswa.
Hidayatullah menekankan pembiasaan adab Islami dalam setiap aktivitas siswa.
Mulai dari salam, senyum, doa pagi, hingga sikap sopan santun yang diterapkan dalam keseharian.
Budaya ini menjadi fondasi yang kuat dalam membentuk generasi cerdas, berakhlak, dan siap menjadi pemimpin masa depan.
Studi banding yang terus berdatangan menjadi bukti bahwa model pendidikan Hidayatullah menginspirasi banyak lembaga lain.
Namun, bagi Hidayatullah, keunggulan bukan tujuan akhir, melainkan proses yang berkelanjutan.
Melalui inovasi, kolaborasi, dan perbaikan terus-menerus, Hidayatullah berkomitmen untuk menjadi pusat pendidikan unggul, Islami, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Hidayatullah layak disebut unggul bukan hanya karena prestasi dan fasilitasnya, tetapi juga karena kesungguhan dalam membentuk generasi Qur’ani yang berdaya saing global.
Semoga keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi semua pihak untuk bersama-sama membangun pendidikan yang berkualitas dan penuh keberkahan.
“Pendidikan sejati bukan hanya mencetak siswa yang pintar, tetapi juga manusia yang bermanfaat dan berakhlak mulia.


Peringatan Maulid Nabi di SMAHA:
Meneladani Akhlak Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
Kelahiran Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, yang dikenal dengan Maulid Nabi, merupakan peristiwa bersejarah yang senantiasa diperingati oleh umat Islam. Beliau lahir pada 12 Rabiul Awal Tahun Gajah, membawa cahaya Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin (rahmat bagi seluruh alam). Kisah perjuangan beliau dalam menegakkan Islam hingga kini menjadi teladan yang tidak lekang oleh waktu.
Sebagai wujud rasa cinta kepada Rasulullah, ROHIS SMAHA menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi pada Selasa, 9 September 2025 di Aula SMAHA. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas X hingga XII, para guru, serta karyawan sekolah.
Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Kepala SMAHA, Ibu Etik Ningsih, S.Pd.
Dalam sambutannya, beliau mengingatkan pentingnya menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum untuk evaluasi diri.
“Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah teladan yang baik bagi umat Islam. Sebagai pelajar, kalian dapat meneladani beliau dengan cara bertutur kata yang baik, berperilaku sopan, serta mengutamakan adab,” pesan beliau.
Kemeriahan acara semakin terasa dengan penampilan enam finalis monolog kisah Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.
Babak penyisihan telah dilaksanakan sehari sebelumnya, Senin, 8 September 2025, yang diikuti oleh 14 peserta dan menghasilkan enam finalis terbaik. Pada babak final ini, para peserta tampil memukau dengan kisah-kisah perjuangan Rasulullah yang penuh hikmah.
Mereka bersaing memperebutkan gelar juara putra dan putri untuk peringkat 1, 2, dan 3. Penampilan mereka berhasil menarik perhatian penonton sekaligus memberikan pesan moral yang mendalam.
Sebagai penutup, acara dilanjutkan dengan SMAHA Bersholawat yang diiringi oleh Hadroh Nurul Mustofa dari Penggaron, Semarang.
Lantunan sholawat menggema di seluruh aula, menciptakan suasana khidmat dan penuh rasa cinta kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.
Salah satu siswa kelas XII, Elshandy, mengungkapkan kesannya terhadap kegiatan ini:
“Menurut saya acara ini luar biasa. Dari monolog kisah Rasulullah, saya banyak belajar tentang perjuangan beliau dalam memperjuangkan agama Islam yang sangat indah ini. Saat bersholawat, suasananya membuat hati jadi lebih tenang. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus diadakan setiap tahun,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh warga SMAHA semakin termotivasi untuk meneladani akhlak mulia Rasulullah, memperkuat keimanan, serta mempererat persaudaraan antar sesama.

SMP Islam Hidayatullah
Tim dari SMP Islam Hidayatullah yang terdiri dari Ayunda Khansaaleyah D., Hasnaa Istiqomah A., Nafeeza Najla El A., Syifya Anindya Faresta P., dan Keyra Farnazza Chalysta berhasil menyabet Gold Medal dalam International Invention and Expo 2025 yang diselenggarakan di Politeknik Negeri Semarang pada 8–11 Agustus 2025.
Kelima siswa ini mengangkat proyek dengan judul “Wooden High-Rise Building as a Pathway for Sustainable Development” (Bangunan Tinggi Kayu sebagai Jalan Menuju Pembangunan Berkelanjutan).
Dalam abstraknya dijelaskan bahwa pembangunan berkelanjutan merupakan prioritas global dalam mengatasi krisis lingkungan akibat perubahan iklim dan konsumsi energi yang berlebihan. Salah satu solusi inovatif yang mereka tawarkan adalah pengembangan bangunan kayu sebagai alternatif hunian yang mendukung pendekatan ramah lingkungan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran dan kontribusi bangunan kayu sebagai salah satu jalur menuju pembangunan berkelanjutan melalui metode tinjauan pustaka.
Proses pencarian artikel dilakukan melalui dua basis data utama, yaitu Google Scholar dan Semantic Scholar, dengan kata kunci: bangunan tinggi kayu, bangunan kayu massal, penilaian siklus hidup, keberlanjutan, pembangunan berkelanjutan, dan bangunan hijau.
Setidaknya ditemukan tujuh artikel relevan yang terbit antara tahun 2024 hingga 2025.
Selain itu, penelitian ini juga menggunakan metode wawancara pakar, yaitu seorang arsitek yang berspesialisasi dalam bangunan tinggi dan seorang pakar kimia yang fokus pada pengembangan perekat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan kayu sebagai material ramah lingkungan dapat membantu mengurangi emisi karbon sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam terbarukan. Namun, terdapat beberapa tantangan dalam pemanfaatan kayu, seperti masalah kebakaran, kebisingan, gangguan angin, ketahanan struktural, serta kelayakan ekonomi.
Studi ini menyimpulkan bahwa gedung pencakar langit berbahan kayu memiliki potensi besar dalam mendukung pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan.
Penelitian ini juga merekomendasikan pengembangan studi lebih lanjut melalui dukungan teknologi dan kolaborasi lintas disiplin untuk menciptakan standar dan praktik terbaik dalam konstruksi bangunan tinggi berbahan kayu.
Ayunda, salah satu anggota tim, berbagi pengalamannya,
“Saat mengikuti ajang ini, saya merasa kesulitan di bagian pembuatan extended abstract. Awalnya saya pikir tidak bisa meraih medali karena extended abstract saya buat H-1 dari batas pengumpulan, jadi rasanya kurang maksimal. Namun, alhamdulillah, ternyata tim kami berhasil meraih Gold Medal.”
Syifya, anggota tim lainnya, juga menceritakan pengalamannya,
“Saya kurang percaya diri saat harus melakukan presentasi dan menjelaskan kepada juri dengan kemampuan bahasa Inggris saya. Namun, dengan dukungan dari guru dan anggota tim, saya menjadi semakin yakin. Saya sangat bersyukur akhirnya tim kami berhasil meraih Gold Medal dalam ajang internasional ini.”
Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi siswa-siswi SMP Islam Hidayatullah lainnya, sehingga semakin banyak generasi muda yang berani berinovasi dan berprestasi di kancah nasional maupun internasional.

SD ISLAM HIDAYATULLAH
SD Islam Hidayatullah Semarang mengadakan kegiatan Fun Trial Class yang ditujukan untuk siswa TK-B se-Kota Semarang dan sekitarnya. Acara ini dilaksanakan dalam dua sesi, yaitu pada Sabtu, 20 September 2025 dan Sabtu, 11 Oktober 2025, bertempat di lingkungan SD Islam Hidayatullah.
Kegiatan ini bertujuan sebagai ajang silaturahmi sekaligus memperkenalkan suasana belajar di SDIH kepada anak-anak dan orang tua. Melalui Fun Trial Class, SDIH ingin menunjukkan bahwa proses belajar bisa berlangsung menyenangkan, menggembirakan, dan penuh keseruan, sehingga anak-anak merasa nyaman dan tertarik untuk belajar.
Fun Trial Class dirancang dengan berbagai aktivitas menarik yang membuat anak-anak bisa belajar sambil bermain. Beberapa kegiatan yang diikuti peserta di antaranya:
Selama kegiatan berlangsung, suasana terasa hangat dan penuh semangat. Anak-anak tampak antusias mengikuti setiap aktivitas, sementara para orang tua dapat melihat secara langsung suasana belajar di SDIH yang atraktif dan inovatif.
Kegiatan ini mendapatkan sambutan positif dari para orang tua yang hadir. Mereka senang melihat anak-anak terlibat dalam aktivitas yang mendidik sekaligus menyenangkan, sekaligus memperoleh gambaran nyata tentang metode pembelajaran yang diterapkan di SD Islam Hidayatullah.
Fun Trial Class tidak hanya menjadi momen bermain, tetapi juga pengalaman pertama yang berkesan bagi anak-anak sebelum memasuki jenjang sekolah dasar. Dengan kegiatan ini, SD Islam Hidayatullah berharap dapat menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat, sekaligus memberi kesempatan bagi anak-anak untuk merasakan keseruan belajar sejak awal.


SD ISLAM HIDAYATULLAH 02
Pada Selasa hingga Jumat, 9–12 September 2025, murid kelas 4 SD Islam Hidayatullah 02 mengikuti kegiatan psikodiagnostik yang dilaksanakan di sekolah. Tes ini berlangsung selama empat hari, dengan dua sesi setiap harinya.
Setiap sesi diikuti oleh empat murid, yang dipanggil secara bergiliran menuju Laboratorium IPA lantai 3 untuk mengikuti asesmen.
Psikodiagnostik ini merupakan asesmen minat dan bakat yang dirancang untuk membantu guru dan orang tua memahami lebih dalam potensi, karakteristik, serta kemampuan kognitif murid.
Dengan hasil asesmen ini, diharapkan guru dan orang tua dapat memberikan pendampingan yang tepat, baik dalam hal akademik, sosial, maupun emosional.
Manfaat dari psikodiagnostik ini antara lain:
Selama pelaksanaan tes, suasana berjalan tenang dan tertib. Beberapa murid tampak menikmati prosesnya, bahkan merasa senang mengikuti tes. Salah satunya adalah Valda, murid kelas 4, yang setelah selesai mengikuti tes dengan ceria bertanya,
“Kamis depan ada tes lagi, nggak, Bu?”
Cerita Valda ini menunjukkan bahwa kegiatan psikodiagnostik dapat menjadi pengalaman yang menarik dan positif bagi anak-anak.
Dengan adanya kegiatan ini, SD Islam Hidayatullah 02 berharap hasil psikodiagnostik dapat menjadi dasar dalam memberikan bimbingan yang tepat kepada murid. Sehingga, setiap anak dapat berkembang sesuai dengan potensinya, baik dalam akademik maupun dalam pembentukan karakter.



Pada Jumat, 12 September 2025, PAUD Islam Hidayatullah mengadakan kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara ini diikuti oleh seluruh murid dari kelas QBS, KB, TK A, dan TK B dan berlangsung di teras TK Islam Hidayatullah, yang pada hari itu tampak lebih meriah dengan hiasan balon dan dekorasi bernuansa Islami.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan utama umat Islam, serta menumbuhkan rasa cinta dan kagum kepada beliau sejak usia dini. Dengan cara ini, anak-anak diajak memahami nilai-nilai keislaman melalui pengalaman yang sederhana dan menyenangkan.
Acara dimulai pukul 07.30 pagi, dipandu oleh MC dan diawali dengan sambutan dari kepala sekolah. Sejak pagi, anak-anak sudah tampak bersemangat. Mereka hadir dengan busana muslim terbaik, yang semakin menambah semarak suasana peringatan Maulid kali ini.
BACA JUGA: 9 TK Terbaik & Favorit Semarang
Salah satu kegiatan yang paling menarik adalah kreasi Maulid Nabi. Anak-anak membuat karya sederhana seperti kaligrafi lafadz Nabi Muhammad SAW, menempel gambar Kakbah, serta melengkapi gambar suasana Kota Mekkah dalam bentuk dua dimensi. Aktivitas ini tidak hanya mengasah kreativitas, tetapi juga membantu mereka mengenal lebih dekat simbol-simbol penting dalam Islam.
Sebelum melanjutkan acara, anak-anak beristirahat sejenak sambil menikmati bekal makanan sehat yang mereka bawa dari rumah.
Setelah istirahat, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Maulidurrasul yang diiringi lantunan shalawat. Anak-anak mendengarkan dengan tenang, beberapa ikut bershalawat bersama guru. Momen ini terasa hangat dan penuh makna, memberikan pengalaman spiritual yang sederhana namun berkesan.
Acara kemudian berlanjut ke sesi yang ditunggu-tunggu, yaitu dongeng tentang kelahiran Nabi Muhammad SAW. Kak Resti, pendongeng yang hadir hari itu, bercerita dengan penuh ekspresi sambil menggunakan boneka tangan. Ceritanya membuat anak-anak tertarik dan fokus, seolah mereka ikut membayangkan suasana pada malam kelahiran Nabi.
Sebagai penutup, seluruh peserta berkumpul untuk foto bersama. Kegiatan hari itu menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus bermanfaat bagi anak-anak.
Melalui kegiatan ini, diharapkan rasa cinta kepada Rasulullah SAW dapat tumbuh dalam hati anak-anak, sehingga menjadi bekal bagi mereka dalam belajar dan berperilaku sehari-hari.

🌿 Hikmah
Mengapa Ibu Disebut Tiga Kali, Baru Ayah? Pesan Khutbah Jumat LPI Hidayatullah
Pada Jumat, 19 September 2025, LPI Hidayatullah menggelar khutbah Jumat yang disampaikan oleh Ustadz Aris Susanto, Kepala Divisi QLC Hidayatullah.
Khutbah ini diikuti oleh warga sekolah Hidayatullah, mulai dari guru, karyawan, hingga peserta didik, termasuk anak-anak SD Islam Hidayatullah.
Dalam khutbahnya, Ustadz Aris membahas tentang pentingnya berbakti kepada kedua orang tua, khususnya ibu, berdasarkan hadits Rasulullah ﷺ yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim.
Dalam hadits tersebut, seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah ﷺ:
“Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak aku hormati (berbuat baik)?”Rasulullah ﷺ menjawab: “Ibumu." Sahabat itu bertanya lagi: “Kemudian siapa?” Rasulullah ﷺ kembali menjawab: “Ibumu.” Ia bertanya lagi: “Kemudian siapa?” Beliau menjawab untuk ketiga kalinya: “Ibumu.” Lalu baru beliau mengatakan: “Kemudian ayahmu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Al-Qurthubi menjelaskan, ibu disebut tiga kali sebelum ayah karena pengorbanan besar seorang ibu dalam merawat anak. Mulai dari kesakitan saat mengandung, perjuangan melahirkan, letih saat menyusui, hingga kurang tidur karena merawat dan menjaga anaknya.
Semua itu dilakukan dengan penuh kasih sayang dan pengorbanan yang tak ternilai.
(Detik)
Dalam khutbahnya, Ustadz Aris juga mengingatkan bahwa durhaka kepada orang tua termasuk dosa besar.
Bahkan, balasannya disegerakan di dunia, berbeda dengan dosa lain yang mungkin ditunda sampai akhirat.
Beliau mengutip hadits Rasulullah ﷺ:
“Semua dosa ditangguhkan balasannya oleh Allah sesuai kehendak-Nya hingga hari kiamat, kecuali dosa durhaka kepada orang tua dan memut us silaturahim. Sesungguhnya Allah akan mempercepat balasan (hukuman) bagi pelakunya di dunia sebelum kematiannya.(HR. Hakim, disahihkan oleh Al-Albani) (Almanhaj)
Al-Qur’an juga mengingatkan dalam Surat Al-Isra’ ayat 23 agar seorang anak tidak berkata kasar atau merendahkan kepada orang tua, bahkan sekadar berkata “ah” pun dilarang.
“…janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’, dan janganlah engkau membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.”
Beberapa bentuk berbakti yang bisa dilakukan, menurut penjelasan dalam khutbah Jumat ini, antara lain:
Melalui khutbah ini, Ustadz Aris berharap jamaah, khususnya para siswa, meningkatkan rasa hormat dan cinta kepada orang tua.
Beliau mengingatkan bahwa ridha Allah sangat bergantung pada ridha kedua orang tua.
“Jika kita ingin hidup diberkahi, maka jangan pernah lelah berbakti kepada orang tua. Jangan hanya saat mereka hidup, tapi juga setelah mereka wafat, melalui doa dan amal yang bermanfaat,” pesan beliau.