
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Alhamdulillah, E-Buletin Hidayatullah Edisi 21 kembali hadir menyapa pembaca dengan rangkaian kabar dari berbagai unit pendidikan dan yayasan. Edisi ini memperlihatkan satu benang merah yang kuat: pendidikan yang tidak berhenti pada capaian akademik, tetapi tumbuh menjadi pembentukan karakter dan kontribusi nyata.
Dari jenjang SMA, kita membaca kabar membanggakan tentang lulusan SMA Islam Hidayatullah yang bukan hanya menyelesaikan studi, tetapi juga berperan sebagai pengajar Al-Qur’an. Ini menjadi gambaran bahwa pendidikan yang dijalankan tidak hanya menghasilkan siswa, tetapi juga kader yang siap memberi manfaat.
Di tingkat SMP, semangat adaptasi terhadap perkembangan zaman terlihat melalui partisipasi SMP Islam Hidayatullah dalam Leadership Summit. Berbagi praktik pemanfaatan iPad dalam pembelajaran menunjukkan bahwa integrasi teknologi dapat berjalan seiring dengan nilai dan visi pendidikan Islam.
Sementara itu, di jenjang SD, dua wajah pendidikan hadir sekaligus: mutu dan pembiasaan. Sebanyak 300 siswa lulus munaqasyah tanpa remidi sebagai indikator kualitas pembelajaran Al-Qur’an yang terjaga. Di sisi lain, kegiatan Collaborative Camp kelas 2 melalui tema “Belanja Sehat, Puding Lezat” memperlihatkan bagaimana kerja sama dan tanggung jawab ditanamkan melalui aktivitas sederhana yang kontekstual.
Pada jenjang PAUD, suasana penyambutan Ramadhan melalui kegiatan Tarhib menjadi bagian dari pengenalan nilai keislaman sejak dini. Pembelajaran dikemas sesuai tahap perkembangan anak, sederhana namun bermakna.
Tidak hanya di lingkungan sekolah, Yayasan Abul Yatama juga menghadirkan pembinaan rutin bagi anak asuh melalui kajian menyambut Ramadhan. Kegiatan ini menjadi penguat bahwa pendidikan dan pembinaan berjalan beriringan, baik di sekolah maupun di lingkungan yayasan.
Keseluruhan rangkaian berita pada edisi ini menunjukkan bahwa pendidikan di Hidayatullah bergerak dalam satu arah: membangun generasi yang berilmu, berkarakter, adaptif, dan berkontribusi. Setiap unit mengambil peran sesuai tahapannya, namun tetap berada dalam visi yang sama.
Semoga Edisi 21 ini menjadi dokumentasi yang menguatkan semangat kita bersama dalam mendidik dan membina generasi.
Selamat membaca.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Tim Redaksi E-Buletin Hidayatullah
Warta terkini perkembangan sekolah & kegiatan siswa selama sepekan yang dirangkum dalam buletin online informatif dan mudah diakses kapan saja dengan akses internet.
PEMBUKAAN SPMB TAHUN AJARAN 2026/2027

Eko Wahyu D., M.Pd.
Adi Suipto, S.Pd.
Suci Wulansari, M.Pd.
Pimpinan Redaksi
Tarto, M.Pd.
Dewan Redaksi
Videa Salsabila W., S.K.M.
Devi Anggraini, S.M.
Yasiva Ayu P., S.Pd.
Kontributor:
Kehumasan PAUDIH
Kehumasan SDIH
Kehumasan SDIH 02
Kehumasan SMPIH
Kehumasan SMAIH
Jika umumnya siswa SMA berfokus penuh pada persiapan masuk perguruan tinggi, SMAHA melangkah lebih jauh. Para siswa ini kini telah dibekali dengan kompetensi metodologis, manajemen kelas, hingga administrasi pembelajaran standar Ummi Foundation.
SMP Islam Hidayatullah Berbagi Inspirasi Pemanfaatan iPad di Leadership Summit
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Islam Hidayatullah, Ardiansyah Pratama, S.Pd., menegaskan bahwa transformasi digital yang dilakukan sekolah tidak berhenti pada penggunaan perangkat.
Seluruh peserta dinyatakan lulus 100 persen, tanpa ada yang mengikuti perbaikan. Pencapaian ini menjadi catatan tersendiri dalam pelaksanaan munaqasyah tahun ini.
Setelah bahan terkumpul, kegiatan dilanjutkan dengan memasak puding di sekolah. Siswa mengenakan celemek dan bekerja dalam kelompok kecil. Mereka mengikuti arahan secara bertahap, mulai dari menuang bahan hingga mengaduk campuran.
Tarhib Ramadhan ini menjadi bagian dari pembiasaan nilai-nilai keislaman sejak dini, seperti mengenal ibadah puasa, berbagi, dan melakukan kebaikan. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan penampilan drumband dari para guru sebagai penutup rangkaian acara.
Tarhib Ramadhan Bersama Anak Asuh, Yayasan Abul Yatama Gelar Kajian Motivasi
Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda rutin tiga bulanan Yayasan Abul Yatama. Setiap pertemuan dirancang untuk memberikan pembinaan sekaligus perhatian kepada anak-anak asuh.
SEMARANG – SMA Islam Hidayatullah (SMAHA) kembali mempertegas komitmennya dalam melahirkan generasi Khairu Ummah yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga berdaya guna di tengah umat. Melalui program unggulan "Tartil Membaca Al-Qur'an dan Mengajarkannya", sebanyak 100 siswa kelas X hingga XII sukses mengikuti sertifikasi Guru Al-Qur'an Metode Ummi pada 2-4 Februari 2026.
Jika umumnya siswa SMA berfokus penuh pada persiapan masuk perguruan tinggi, SMAHA melangkah lebih jauh. Para siswa ini kini telah dibekali dengan kompetensi metodologis, manajemen kelas, hingga administrasi pembelajaran standar Ummi Foundation.
Artinya, saat mereka lulus nanti, mereka tidak hanya membawa ijazah sekolah, tetapi juga menggenggam Syahadah (Sertifikat) resmi sebagai pengajar Al-Qur'an yang profesional.
Pencapaian ini bukanlah instan. Keberhasilan 100 siswa ini merupakan buah dari perjalanan panjang, mulai dari tahap tashih (uji kelayakan bacaan) hingga micro-teaching (praktik mengajar) yang dipandu langsung oleh trainer ahli dari Ummi Daerah (Umda).
Setelah fase ini, para "Guru Muda" ini akan terjun langsung dalam program Praktik Mengajar Al-Qur'an (PMA) di lingkungan SMAHA maupun unit pendidikan lainnya dengan pendampingan intensif.
Kepala SMAHA, Ibu Etik Ningsih, S.Pd., menyampaikan rasa bangganya atas dedikasi para siswa. Beliau menegaskan bahwa sertifikasi ini adalah bentuk nyata dari ilmu yang bermanfaat.
"Ilmu yang kalian dapat harus diaplikasikan kepada orang di sekeliling kalian. Jika ilmu tidak diaplikasikan, ibarat pohon yang tidak berbuah," pesan beliau.
Senada dengan hal tersebut, Azzkiya, salah satu peserta kelas XII, mengungkapkan bahwa program ini telah mengubah pola pikirnya. "Menjadi guru itu berarti pernah menjadi murid. Kegiatan ini tidak hanya mengajarkan metodologi, tapi juga membentuk mental pengajar yang rendah hati dan terus mau belajar," tuturnya.
Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa di SMA Islam Hidayatullah, pendidikan agama bukan sekadar hafalan, melainkan keterampilan hidup (life skill). Sekolah memastikan bahwa setiap lulusannya memiliki kemanfaatan nyata bagi masyarakat, menjadi agen kebaikan yang siap menebar cahaya Al-Qur'an di mana pun mereka berada.
SMP Islam Hidayatullah
Semarang – iBox sebagai Apple Premium Partner di bawah naungan Erajaya Group menggelar pertemuan strategis bersama pimpinan institusi pendidikan se-Kota Semarang di Hotel Santika Premiere, Rabu (11/2/2026). Dalam forum tersebut, SMP Islam Hidayatullah mendapat kesempatan memaparkan praktik integrasi ekosistem Apple dalam pembelajaran digital di sekolah.
Pada kesempatan itu, SMP Islam Hidayatullah hadir sebagai salah satu sekolah yang telah menyandang predikat Apple Distinguished School tahun 2026. Pencapaian ini melanjutkan jejak SMA Islam Hidayatullah yang sebelumnya telah meraih pengakuan internasional serupa.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Islam Hidayatullah, Ardiansyah Pratama, S.Pd., menegaskan bahwa transformasi digital yang dilakukan sekolah tidak berhenti pada penggunaan perangkat.
“Digitalisasi bukan hanya soal iPad, tetapi tentang perubahan pola pikir dalam mengajar dan belajar. Teknologi menjadi alat untuk mendorong kreativitas dan inovasi,” ujarnya.
Menurutnya, pemanfaatan iPad memberi ruang bagi guru dan siswa untuk mengeksplorasi metode pembelajaran yang lebih interaktif, efektif, dan relevan dengan kebutuhan generasi saat ini. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada iBox atas kesempatan berbagi praktik baik dalam forum tersebut.
Menariknya, sesi presentasi juga menghadirkan suara siswa. Hasnaa Istiqomah Almillah dan Audrey Zahra Putri Nugroho, siswa kelas IX, mendemonstrasikan langsung pemanfaatan aplikasi di iPad dalam mendukung aktivitas belajar.
Mereka menyampaikan bahwa penggunaan perangkat digital membuat proses belajar lebih praktis dan membantu pengelolaan tugas menjadi lebih efisien. Selain itu, berbagai fitur kreatif pada aplikasi pembelajaran dinilai mampu merangsang ide dan meningkatkan keterlibatan siswa di kelas.
Kegiatan ini dihadiri kepala sekolah dan jajaran pimpinan SD, SMP, hingga SMA di Kota Semarang. Forum tersebut menjadi ruang diskusi sekaligus berbagi praktik transformasi digital di dunia pendidikan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak sekolah yang mampu mengoptimalkan teknologi secara tepat guna untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Kehadiran SMP Islam Hidayatullah dalam forum tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana integrasi teknologi dapat berjalan selaras dengan visi pendidikan yang berorientasi pada karakter dan kompetensi global.

SD ISLAM HIDAYATULLAH
SD Islam Hidayatullah kembali melaksanakan kegiatan Munaqasyah sebagai agenda tahunan dalam program Quality Assurance bidang Al-Qur’an. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam menjaga mutu pembelajaran Baca Al-Qur’an (BAQ) sekaligus menegaskan program unggulan Cinta Al-Qur’an.
Munaqasyah tahun ini dijadwalkan selama tiga hari, 10–12 Februari 2026, dengan total peserta mencapai 300 siswa. Seluruh peserta dinyatakan lulus tanpa remidi.
Kegiatan ini bukan sekadar ujian membaca atau menghafal. Munaqasyah memiliki beberapa tujuan utama, di antaranya:
Dengan sistem evaluasi yang terstruktur, munaqasyah menjadi instrumen penting dalam memastikan kualitas pembelajaran Al-Qur’an berjalan sesuai target.
Pada pelaksanaan tahun ini, peserta terbagi dalam beberapa kategori:
Seluruh peserta dinyatakan lulus 100 persen, tanpa ada yang mengikuti perbaikan. Pencapaian ini menjadi catatan tersendiri dalam pelaksanaan munaqasyah tahun ini.
Munaqasyah menghadirkan 10 penguji dari UMMI Pusat dan Umda Semarang. Tim penguji menyampaikan bahwa mutu dan kualitas bacaan Al-Qur’an siswa SD Islam Hidayatullah menunjukkan standar yang baik dan konsisten.
Pelaksanaan selama tiga hari berlangsung tertib dan lancar. Hasil yang dicapai diharapkan tidak hanya menjadi capaian akademik, tetapi juga membawa keberkahan bagi para siswa dan seluruh keluarga besar SD Islam Hidayatullah.
SD ISLAM HIDAYATULLAH 02
Siswa kelas 2 SD Islam Hidayatullah 02 mengikuti kegiatan Collaborative Camp bertema “Belanja Sehat, Puding Lezat” pada 21–22 Januari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan sekolah sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman.
Melalui aktivitas belanja bahan dan memasak puding bersama, siswa belajar bekerja sama secara langsung dalam situasi yang dekat dengan keseharian mereka.
Kegiatan dimulai dengan belanja bahan puding secara berkelompok. Siswa dibagi tugas untuk mencari dan membawa bahan seperti agar-agar dan gula. Dalam proses ini, mereka belajar mengenal bahan makanan, berhitung sederhana saat bertransaksi, serta memahami pentingnya bergiliran dan bertanggung jawab.
Pendampingan guru dilakukan untuk memastikan setiap anak terlibat dan memahami proses yang dijalani.
Setelah bahan terkumpul, kegiatan dilanjutkan dengan memasak puding di sekolah. Siswa mengenakan celemek dan bekerja dalam kelompok kecil. Mereka mengikuti arahan secara bertahap, mulai dari menuang bahan hingga mengaduk campuran.
Proses ini menjadi latihan untuk berbagi peran, menunggu giliran, dan menyelesaikan tugas bersama. Ketika puding selesai dibuat, siswa dapat melihat hasil kerja tim yang mereka lakukan bersama.
Collaborative Camp ini dirancang untuk melatih kerja sama dan kemandirian melalui kegiatan sederhana. Anak-anak belajar bahwa sebuah hasil dapat dicapai dengan pembagian tugas dan koordinasi yang baik.
Melalui kegiatan ini, sekolah berharap siswa semakin terbiasa bekerja dalam tim dan memahami tanggung jawab masing-masing dengan cara yang aplikatif dan sesuai usia mereka.
PAUD Islam Hidayatullah Semarang menggelar kegiatan “Gema Semangat Ramadhan” pada Jumat, 13 Februari 2026, di lingkungan TK Islam Hidayatullah Semarang. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk pawai Tarhib Ramadhan sebagai bagian dari persiapan menyambut bulan suci.
Bagi anak usia dini, pengenalan nilai keagamaan lebih mudah dipahami melalui aktivitas langsung. Karena itu, pawai dipilih sebagai sarana mengenalkan makna Ramadhan dengan pendekatan yang sesuai usia mereka.
Kegiatan diawali dengan ikrar bersama sebagai bentuk kesiapan menyambut Ramadhan. Anak-anak mengikuti arahan guru secara bergiliran dan tertib. Setelah itu dilakukan pengambilan video ucapan menyambut Ramadhan sebagai dokumentasi kegiatan.
Pawai kemudian dilaksanakan dengan berjalan mengelilingi area sekitar sekolah. Siswa mengenakan seragam batik dan membawa atribut bernuansa Ramadhan, seperti manggar dan bendera kecil. Sepanjang kegiatan, guru mendampingi untuk memastikan rangkaian berjalan dengan baik.
Tarhib Ramadhan ini menjadi bagian dari pembiasaan nilai-nilai keislaman sejak dini, seperti mengenal ibadah puasa, berbagi, dan melakukan kebaikan. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan penampilan drumband dari para guru sebagai penutup rangkaian acara.
Melalui kegiatan ini, PAUD Islam Hidayatullah Semarang berharap anak-anak dapat mengenal dan menyambut Ramadhan dengan pemahaman yang sederhana dan pengalaman yang sesuai dengan tahap perkembangan mereka.
Jika ingin, saya bisa buatkan versi lebih ringkas lagi untuk layout satu halaman penuh buletin.
🌿 Warta QLC/Hikmah
Yayasan Abul Yatama mengadakan kegiatan Tarhib Ramadhan pada Sabtu, 14 Februari 2026, dengan mengundang anak-anak asuh yatim dan piatu beserta wali mereka. Kegiatan ini menjadi momen kebersamaan dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.
Acara berlangsung hangat dan sederhana, namun sarat makna. Anak-anak dan wali hadir untuk mengikuti kajian sekaligus silaturahmi dalam suasana penuh kekeluargaan.
Kajian menghadirkan Ustadz Riyad Ahmad sebagai narasumber. Dalam penyampaiannya, beliau memberikan motivasi kepada anak-anak agar menyambut Ramadhan dengan hati yang siap dan semangat beribadah.
Materi yang disampaikan seputar makna puasa, keutamaan Ramadhan, serta bagaimana menjalankan ibadah dengan penuh kesungguhan. Bahasa yang digunakan ringan dan mudah dipahami, sehingga anak-anak dapat mengikuti dengan baik.
Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda rutin tiga bulanan Yayasan Abul Yatama. Setiap pertemuan dirancang untuk memberikan pembinaan sekaligus perhatian kepada anak-anak asuh.
Momentum menjelang Ramadhan kali ini menjadi penguat bahwa pembinaan bukan hanya bersifat akademik atau sosial, tetapi juga spiritual. Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan anak-anak semakin siap menyambut Ramadhan dengan semangat, rasa syukur, dan kebersamaan.