Buletin pekanan hidayatullah edisi 20 hidayatullah

Tajuk Redaksi

Menembus Batas Dunia dengan Bahasa

Bahasa sebagai Jembatan Peradaban

Keberagaman manusia—dari suku, bangsa, hingga bahasa—bukanlah hambatan, melainkan sunnatullah yang justru membuka ruang perkenalan dan kolaborasi. Al-Qur’an menegaskan bahwa manusia diciptakan berbeda agar saling mengenal (li-ta‘arafu), sebuah proses yang tidak mungkin berlangsung tanpa komunikasi. Dalam konteks inilah bahasa menjadi jembatan utama yang menghubungkan manusia lintas budaya dan peradaban.


Bahasa bukan sekadar alat bicara, tetapi sarana membangun pemahaman, kepercayaan, dan kerja sama. Di era modern, kemampuan berbahasa—terutama bahasa internasional—menjadi kunci untuk berperan aktif di panggung global, tanpa kehilangan identitas dan nilai.

Teladan Rasulullah dalam Pentingnya Bahasa

Kisah Zaid bin Tsabit dan Diplomasi Bahasa

Sejarah Islam mencatat sebuah kisah menarik dari masa Rasulullah SAW yang menunjukkan betapa strategisnya penguasaan bahasa. Zaid bin Tsabit RA, seorang pemuda cerdas dari kalangan sahabat, pernah mendapatkan amanah langsung dari Rasulullah untuk mempelajari bahasa kaum lain.

Rasulullah SAW bersabda kepadanya:

“Wahai Zaid, pelajarilah tulisan orang Yahudi untukku, karena aku tidak merasa aman terhadap surat-suratku yang berasal dari mereka.” (HR. Abu Dawud)

Dalam waktu yang relatif singkat, Zaid mampu menguasai bahasa tersebut dan kemudian berperan penting sebagai penerjemah Rasulullah dalam urusan dakwah, surat-menyurat, dan diplomasi dengan komunitas non-Arab. Peran ini menunjukkan bahwa penguasaan bahasa bukan hanya keterampilan teknis, melainkan bagian dari strategi menjaga umat dan menyampaikan risalah Islam secara tepat.


Bahasa sebagai Sarana Keamanan dan Dakwah

Dari kisah tersebut, tampak jelas bahwa bahasa memiliki dua fungsi besar. Pertama, sebagai alat perlindungan—mencegah kesalahpahaman, penipuan, dan manipulasi dalam interaksi lintas bangsa. Kedua, sebagai sarana dakwah—menyampaikan pesan Islam dengan cara yang dipahami oleh masyarakat yang berbeda latar budaya dan bahasa.


Relevansi bagi Dunia Pendidikan Hari Ini

Menguatkan Iman dan Peran Global

Dalam konteks pendidikan, penguasaan bahasa Arab dan bahasa internasional memiliki posisi yang saling melengkapi. Bahasa Arab menguatkan pemahaman terhadap Al-Qur’an, hadits, dan khazanah keilmuan Islam. Sementara bahasa Inggris dan bahasa global lainnya memperluas akses terhadap ilmu pengetahuan, teknologi, dan jejaring internasional.

Keduanya bukan untuk dipertentangkan, melainkan disinergikan. Pendidikan yang visioner adalah pendidikan yang mempersiapkan generasi agar mampu berdiri tegak sebagai Muslim yang beriman, sekaligus warga dunia yang kompeten.


Menyiapkan Generasi yang Kuat dan Percaya Diri

Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa mukmin yang kuat lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah. Kekuatan ini tidak hanya bermakna fisik, tetapi juga kecakapan berpikir, kemampuan berkomunikasi, dan kesiapan menghadapi tantangan zaman. Bahasa menjadi salah satu instrumen penting untuk membentuk kekuatan tersebut.


Dengan penguasaan bahasa, generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi pelaku aktif dalam percakapan global—menyampaikan nilai, gagasan, dan kontribusi yang membawa manfaat bagi umat dan kemanusiaan.

Warta terkini perkembangan sekolah & kegiatan siswa selama sepekan yang dirangkum dalam buletin online informatif dan mudah diakses kapan saja dengan akses internet.

spmb-hidayatullah-semarang-2026-2027
🎉 DAFTAR LEBIH CEPAT, BIAYA LEBIH HEMAT 🎉 DAFTAR LEBIH CEPAT, BIAYA LEBIH HEMAT 🎉 DAFTAR LEBIH CEPAT, BIAYA LEBIH HEMAT 🎉

Kata Pengantar Redaksi – Edisi 20

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Puji syukur ke hadirat Allah SWT, E-Buletin Hidayatullah Edisi ke-20 kembali hadir sebagai ruang dokumentasi, refleksi, dan inspirasi atas ikhtiar pendidikan yang terus tumbuh di lingkungan LPI Hidayatullah.

Edisi ini merekam dinamika pembelajaran lintas jenjang—dari PAUD hingga SMA—yang menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman, interaksi, dan penguatan karakter dalam kehidupan nyata.

Dari jenjang PAUD Islam Hidayatullah, tersaji semangat peningkatan kualitas pendidik melalui program magang dan benchmarking di KB-TK Al Hikmah Surabaya. Kegiatan ini menjadi wujud kesungguhan dalam menjaga mutu layanan pendidikan anak usia dini melalui pembelajaran dari praktik-praktik terbaik.

Di tingkat Sekolah Dasar, pembiasaan karakter dan wawasan global berjalan beriringan. SD Islam Hidayatullah 02 menanamkan nilai tanggung jawab dan kepedulian sejak dini melalui Collaborative Camp kelas 1, sementara SD Islam Hidayatullah Semarang menghadirkan pengalaman belajar internasional lewat program Student Immersion ke Singapura dan Malaysia—membuka cakrawala global tanpa melepaskan nilai adab dan karakter.

Sementara itu, siswa-siswi SMP Islam Hidayatullah terus menunjukkan pengalaman belajar kontekstual melalui berbagai aktivitas edukatif yang mengantarkan mereka meraih berbagai juara dalam berbagai lomba. Prestasi yang membanggakan dan sekaligus menjadi motivasi untuk terus meraih yang terbaik.

Di jenjang SMA Islam Hidayatullah (SMAHA), semangat kepemimpinan, kreativitas, dan kolaborasi tercermin dalam penyelenggaraan SMAHAFEST 2026. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang pembelajaran sosial, kepemimpinan, dan kepedulian, yang melibatkan siswa lintas sekolah di Jawa Tengah.

Keseluruhan rangkaian ini menegaskan satu hal: pendidikan di Hidayatullah terus bergerak menuju keseimbangan antara akademik, karakter, kepemimpinan, dan pengalaman nyata, dengan ruh keislaman sebagai fondasi utama.

Semoga Edisi ke-20 ini dapat menjadi sumber inspirasi, penguat semangat, sekaligus pengingat bahwa setiap langkah kecil dalam pendidikan—jika dilakukan dengan niat dan kesungguhan—akan melahirkan dampak besar bagi masa depan generasi.

Selamat membaca.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tim Redaksi E-Buletin Hidayatullah

Audio
📖
Edisi Lalu
🏠
Home



Penasihat

Eko Wahyu D., M.Pd.

Adi Suipto, S.Pd.

TIM REDAKSI


Penanggung Jawab:

Suci Wulansari, M.Pd.


Pimpinan Redaksi

Tarto, M.Pd.

Dewan Redaksi

Videa Salsabila W., S.K.M.

Devi Anggraini, S.M.

Yasiva Ayu P., S.Pd.

Kontributor:

Kehumasan PAUDIH

Kehumasan SDIH

Kehumasan SDIH 02

Kehumasan SMPIH

Kehumasan SMAIH

Highlight of the Week

WARTA SMA

Semangat tema SENANTERA diperkuat dengan kehadiran SENA, maskot khas SMAHAFEST. Digambarkan sebagai singa gagah mengenakan jubah dan mahkota, SENA melambangkan kewibawaan, tanggung jawab, ketegasan, dan kesiapan menghadapi tantangan.

WARTA SMP

Delegasi SMP Islam Hidayatullah Borong Juara dalam Ajang SMAHAFEST 2026

Alhamdulillah, dengan izin Allah serta persiapan yang matang, siswa-siswi SMP Islam Hidayatullah berhasil menyabet posisi terbaik di hampir seluruh kategori.

WARTA SD

Tidak sekadar perjalanan edukatif, tetapi juga menjadi ruang belajar nyata bagi siswa untuk mengenal budaya, sistem pendidikan, serta kehidupan masyarakat di negara lain secara langsung.

WARTA SD 02

Program ini dirancang sejalan dengan rangkaian Pesantren Ramadan, dengan tujuan menanamkan nilai kolaborasi, kemandirian, tanggung jawab, dan kepedulian sosial...

WARTA PAUD

Benchmarking dilakukan untuk membandingkan praktik baik antar lembaga, sehingga pendidik dapat mengadopsi dan menyesuaikan metode pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik di PAUD Islam Hidayatullah.

WARTA QLC

Jalan Menuju Surga dan Hikmah Dakwah Rasulullah ﷺ

Habib Ja’far juga menjelaskan bahwa manusia berada pada tingkatan pemahaman agama yang berbeda. Karena itu, metode dakwah Islam mengenal dua pendekatan utama: khauf dan raja’.

SMA ISLAM HIDAYATULLAH • SMA ISLAM HIDAYATULLAH • SMA ISLAM HIDAYATULLAH • SMA ISLAM HIDAYATULLAH • SMA ISLAM HIDAYATULLAH • SMA ISLAM HIDAYATULLAH •

SMAHAFEST 2026: Ajang Kreativitas dan Kepemimpinan Generasi Muda di Era Digital

SMA Islam Hidayatullah Semarang kembali menggelar SMAHAFEST 2026, festival tahunan yang diselenggarakan oleh OSIS SMAHA sebagai wadah pengembangan bakat, kreativitas, dan sportivitas pelajar. Kegiatan ini ditujukan bagi siswa-siswi SMP atau sederajat se-Jawa Tengah, dengan suasana yang seru, edukatif, dan inspiratif.

Melalui SMAHAFEST, para peserta tidak hanya berkompetisi, tetapi juga belajar berkolaborasi, memperluas wawasan, serta membangun relasi antarsekolah dalam semangat kompetisi yang sehat.

Mengusung Tema SENANTERA: Kepemimpinan di Era Digital

Pada tahun 2026, SMAHAFEST mengangkat tema SENANTERA (Rise like a Mighty Lion, as the Leader in the Digital Bumantara). Tema ini merepresentasikan harapan agar generasi muda tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, percaya diri, dan siap mengambil peran sebagai pemimpin yang bertanggung jawab di tengah pesatnya perkembangan dunia digital.

Layaknya singa yang kuat dan berwibawa, peserta diharapkan mampu menghadapi tantangan zaman, beradaptasi dengan perubahan, serta menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Maskot SENA, Simbol Pemimpin Muda Berkarakter

Semangat tema SENANTERA diperkuat dengan kehadiran SENA, maskot khas SMAHAFEST. Digambarkan sebagai singa gagah mengenakan jubah dan mahkota, SENA melambangkan kewibawaan, tanggung jawab, ketegasan, dan kesiapan menghadapi tantangan.

Karakter ini merefleksikan sosok pemimpin muda yang berani, bijaksana, dan memiliki integritas dalam setiap langkahnya.

Rangkaian Lomba dan Aksi Sosial yang Edukatif

SMAHAFEST 2026 diselenggarakan selama tiga hari, mulai Kamis hingga Sabtu, 29–31 Januari 2026. Beragam perlombaan digelar untuk menyalurkan minat dan bakat peserta, di antaranya:

  • Lomba futsal
  • Badminton
  • Murotal
  • Poster digital

Selain itu, terdapat Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai sarana mengukur kesiapan akademik peserta serta membantu siswa mengenali potensi belajarnya sejak dini.

Tak hanya berfokus pada kompetisi, SMAHAFEST juga menghadirkan kegiatan donor darah sebagai wujud kepedulian sosial dan kemanusiaan, mengajak peserta dan masyarakat untuk berbagi dan peduli terhadap sesama.

Puncak Acara: Jalan Sehat dan Kebersamaan Warga

Puncak SMAHAFEST berlangsung pada Sabtu, 31 Januari 2026, diawali dengan kegiatan jalan sehat yang diikuti oleh keluarga besar SMAHA dan masyarakat sekitar. Suasana kebersamaan semakin semarak dengan pembagian berbagai doorprize menarik, mulai dari peralatan rumah tangga hingga sepeda gunung.

Acara ini turut dihadiri oleh Ketua Umum Yayasan Abul Yatama, Pengawas SMA Kota Semarang, perwakilan Cabang Dinas Pendidikan, komite sekolah, serta para alumni SMAHA dalam rangka temu alumni yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan.

Apresiasi dan Harapan dari Kepala Sekolah

Dalam sambutannya, Kepala SMAHA, Ibu Etik Ningsih, S.Pd., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, peserta, sponsor, serta pihak-pihak yang telah mendukung terselenggaranya SMAHAFEST 2026. Semoga kegiatan ini menjadi sarana pengembangan potensi, menumbuhkan semangat kompetisi yang sehat, serta membangun karakter kepemimpinan generasi muda,” ujarnya.

Pentas Seni dan Testimoni Orang Tua

Kemeriahan acara semakin terasa dengan penampilan pentas seni dari Gana Akusara serta alunan musik dari SmahaCoustic, yang terdiri dari siswa-siswi kelas X hingga XII.

Doorprize utama berupa kulkas diraih oleh Bapak Soetrisno, S.T., orang tua dari Rasyadan. Ia menyampaikan rasa bangganya terhadap SMAHA dan OSIS.

“Kami bangga melihat anak-anak mendapatkan ruang untuk menyalurkan bakat, belajar berkompetisi secara sehat, serta membangun kepercayaan diri, tanggung jawab, dan kerja sama,” ungkapnya.

SMAHAFEST 2026 menjadi bukti komitmen SMA Islam Hidayatullah Semarang dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga membentuk karakter kepemimpinan dan kepedulian sosial generasi muda.

SMP ISLAM HIDAYATULLAH • SMP ISLAM HIDAYATULLAH • SMP ISLAM HIDAYATULLAH • SMP ISLAM HIDAYATULLAH • SMP ISLAM HIDAYATULLAH • SMP ISLAM HIDAYATULLAH •

SMP Islam Hidayatullah

Delegasi SMP Islam Hidayatullah Borong Juara dalam Ajang SMAHAFEST 2026

SEMARANG –Delegasi siswa SMP Islam Hidayatullah berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan memanen berbagai gelar juara pada perhelatan SMAHAFEST 2026. Acara tahunan yang diselenggarakan oleh SMA Islam Hidayatullah ini berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis hingga Sabtu, 29–31 Januari 2026.

SMAHAFEST merupakan agenda rutin yang digelar sebagai ruang ekspresi, apresiasi, dan kolaborasi bagi para siswa. Melalui ajang ini, bakat-bakat muda diberi panggung untuk berkompetisi dan merayakan pencapaian dalam berbagai bidang, mulai dari olahraga hingga kemampuan akademik.

Pada tahun ini, SMAHAFEST menyelenggarakan beragam cabang lomba, di antaranya futsal, badminton, murotal, poster digital, serta Tes Kemampuan Akademik (TKA). Alhamdulillah dengan ijin Allah serta persiapan yang matang, siswa-siswi SMP Islam Hidayatullah berhasil menyabet posisi terbaik di hampir seluruh kategori:

Daftar Prestasi SMP Islam Hidayatullah di SMAHAFEST 2026:

1. Try Out Tes Kemampuan Akademik (TKA)

  • Juara 1: Hilman Tedy Laksana
  • Harapan 1: Muhammad Nadhif Nur Ikhsan
  • Harapan 2: Muhammad Yusuf Emir
  • Harapan 3: Zilfa Fataya Arifi

2. Lomba Poster Digital

  • Juara 1: Aisha Askana Sakhi
  • Juara 2: Alesha Nadhifa Zahirani

3. Bidang Olahraga

  • Juara 1 Futsal: Tim Futsal SMP Islam Hidayatullah (Berhasil memboyong Piala Bergilir SMAHAFEST)

4. Lomba Murotal

  • Juara 3: Kaleela Aufa Deliant
  • Harapan 1: Azlyn Zuyyina 'Arsy

Pencapaian luar biasa ini merupakan bukti bahwa siswa-siswi SMP Islam Hidayatullah memiliki potensi yang sangat besar, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus mengasah kemampuan dan berani mengekspresikan bakat mereka di tingkat yang lebih tinggi.



SD ISLAM HIDAYATULLAH • SD ISLAM HIDAYATULLAH • SD ISLAM HIDAYATULLAH • SD ISLAM HIDAYATULLAH • SD ISLAM HIDAYATULLAH • SD ISLAM HIDAYATULLAH •

SD ISLAM HIDAYATULLAH

Student Immersion SD Islam Hidayatullah: Belajar Langsung ke Singapura dan Malaysia

SD Islam Hidayatullah Semarang kembali menghadirkan pengalaman belajar istimewa melalui Program Student Immersion ke Singapura dan Malaysia. Kegiatan ini dilaksanakan selama enam hari, 19–24 Januari 2026, dan menjadi bagian dari pembelajaran internasional yang dirancang untuk memperluas wawasan siswa dalam konteks global.

Program ini tidak sekadar perjalanan edukatif, tetapi juga menjadi ruang belajar nyata bagi siswa untuk mengenal budaya, sistem pendidikan, serta kehidupan masyarakat di negara lain secara langsung.

Belajar Global, Menguatkan Karakter

Melalui kunjungan edukatif dan interaksi lintas budaya, siswa diajak untuk berlatih berkomunikasi, beradaptasi, dan membangun kepercayaan diri. Berada di lingkungan baru dengan budaya dan kebiasaan yang berbeda menjadi pengalaman berharga yang melatih kemandirian serta sikap terbuka terhadap perbedaan.

Program Student Immersion ini juga menjadi bagian dari penguatan karakter siswa, khususnya dalam hal disiplin, tanggung jawab, dan keberanian menghadapi tantangan baru. Setiap aktivitas dirancang agar siswa tidak hanya melihat, tetapi juga belajar dan merefleksikan pengalaman yang mereka peroleh.

Rangkaian Kunjungan Edukatif yang Beragam

Selama kegiatan berlangsung, siswa mengikuti rangkaian perjalanan yang padat dan bermakna. Perjalanan diawali dengan pemberangkatan dari sekolah menuju Bandara Soekarno-Hatta, lalu dilanjutkan ke Changi Airport, Singapura, yang dikenal sebagai salah satu bandara terbaik di dunia.

Eksplorasi Singapura

Di Singapura, siswa mengunjungi berbagai destinasi edukatif dan ikonik, seperti Jewel Rain Vortex, Sekolah Indonesia Singapura (SIS), Masjid Sultan, Merlion Park, Gardens by the Bay, hingga Universal Studios. Kunjungan ini memberikan gambaran tentang kemajuan kota, pengelolaan ruang publik, serta keberagaman budaya dan agama.

Menyusuri Malaysia

Perjalanan dilanjutkan ke Malaysia dengan menginap di Hotel Kingston Amansari, Johor. Siswa mengunjungi Legoland, menjelajah Melaka (Gedung Merah dan Sungai Melaka), serta singgah di Menara Kembar Petronas, Istana Negara, dan Dataran Merdeka.

Kegiatan belanja edukatif di Chinatown juga menjadi pengalaman tersendiri dalam mengenal aktivitas ekonomi dan budaya masyarakat setempat.

Belajar di Sekolah Internasional

Salah satu momen penting dalam program ini adalah kunjungan ke International Islamic School Malaysia (IISM). Di sana, siswa mendapatkan gambaran tentang sistem pendidikan Islam di tingkat internasional serta berinteraksi langsung dengan lingkungan sekolah global. Perjalanan ditutup dengan kunjungan ke Genting Highlands dengan pengalaman naik cable car, sebelum kembali ke Indonesia.

Menyiapkan Generasi Berwawasan Global

Melalui Program Student Immersion ini, SD Islam Hidayatullah Semarang berharap siswa memperoleh pengalaman belajar yang bermakna dan berkesan. Pengalaman lintas negara ini menjadi bekal penting dalam membentuk generasi yang berwawasan global, berkarakter positif, percaya diri, dan siap menghadapi tantangan masa depan—tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman sebagai pijakan utama.

SD ISLAM HIDAYATULLAH 02 • SD ISLAM HIDAYATULLAH 02 • SD ISLAM HIDAYATULLAH 02 • SD ISLAM HIDAYATULLAH 02 • SD ISLAM HIDAYATULLAH 02 • SD ISLAM HIDAYATULLAH 02 •

SD ISLAM HIDAYATULLAH 02

Menumbuhkan Tanggung Jawab Sejak Dini Lewat Collaborative Camp Kelas 1

SD Islam Hidayatullah 02 mengadakan kegiatan edukatif Collaborative Camp bertema “Tenda Kami, Tanggung Jawab Kami” sebagai bagian dari pembinaan karakter siswa kelas 1. Kegiatan ini berlangsung cukup panjang, mulai 19 Januari hingga 16 Februari 2026, dan dilaksanakan di lingkungan sekolah, tepatnya di kelas masing-masing.

Program ini dirancang sejalan dengan rangkaian Pesantren Ramadan, dengan tujuan menanamkan nilai kolaborasi, kemandirian, tanggung jawab, dan kepedulian sosial sejak usia dini. Anak-anak diajak belajar lewat kegiatan sederhana yang dekat dengan keseharian mereka, sehingga nilai-nilai tersebut lebih mudah dipahami dan dipraktikkan.

Belajar dari Aktivitas Sehari-hari

Selama kegiatan berlangsung, siswa mengikuti beragam aktivitas bermakna. Mulai dari Sedekah Subuh, berbagi dengan saudara di panti asuhan, hingga kegiatan tematik “Tenda Kami, Tanggung Jawab Kami” yang melatih anak untuk menjaga dan merawat perlengkapan bersama.

Tak hanya di sekolah, pembiasaan juga dilanjutkan di rumah. Anak-anak mendapat tugas sederhana seperti mencuci piring sendiri, sebagai latihan tanggung jawab personal dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui rangkaian kegiatan ini, siswa belajar bahwa tanggung jawab bisa dimulai dari hal-hal kecil—terhadap diri sendiri, lingkungan, maupun orang lain.

Suasana Seru dan Bermakna

Kegiatan Collaborative Camp berlangsung dalam suasana yang seru, hangat. Anak-anak terlihat menikmati setiap aktivitas dengan wajah ceria, didampingi guru yang berperan sebagai pendamping dan fasilitator. Proses belajar pun terasa menyenangkan tanpa tekanan.

Melalui kegiatan ini, SD Islam Hidayatullah 02 berharap siswa kelas 1 mendapatkan pengalaman awal yang berkesan dalam belajar bekerja sama, bertanggung jawab, dan peduli terhadap sesama—sebagai bekal karakter yang akan terus tumbuh di jenjang pendidikan berikutnya.

PAUD ISLAM HIDAYATULLAH • PAUD ISLAM HIDAYATULLAH • PAUD ISLAM HIDAYATULLAH • PAUD ISLAM HIDAYATULLAH • PAUD ISLAM HIDAYATULLAH • PAUD ISLAM HIDAYATULLAH •

Program Magang dan Benchmarking di KBTK Al Hikmah Surabaya

PAUD Islam Hidayatullah melaksanakan Program Magang dan Benchmarking di KB–TK Al Hikmah Surabaya sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi dan profesionalisme pendidik. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 22 Januari 2026, dan diikuti oleh para pendidik PAUD Islam Hidayatullah.

Program ini dirancang untuk memperkuat pemahaman guru terhadap praktik pembelajaran anak usia dini melalui pengalaman langsung di lapangan, sekaligus memperkaya wawasan dalam pengelolaan pembelajaran yang berkualitas dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Belajar Langsung dari Praktik Baik Lembaga Rujukan

Melalui program magang ini, para guru PAUD Islam Hidayatullah memperoleh kesempatan untuk mengamati secara langsung penerapan strategi pembelajaran inovatif, pengelolaan kelas yang efektif, serta penguatan pendidikan karakter di KBTK Al Hikmah Surabaya. Kegiatan ini juga menjadi sarana refleksi terhadap praktik pembelajaran yang selama ini diterapkan di sekolah.

Benchmarking dilakukan untuk membandingkan praktik baik antar lembaga, sehingga pendidik dapat mengadopsi dan menyesuaikan metode pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik di PAUD Islam Hidayatullah.

Suasana Hangat dan Penuh Kolaborasi

Kegiatan magang berlangsung dalam suasana yang hangat dan kondusif. Setibanya di lokasi, rombongan PAUD Islam Hidayatullah disambut dengan ramah oleh Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah KBTK Al Hikmah Surabaya. Kegiatan diawali dengan sesi berbagi informasi mengenai profil sekolah, visi dan misi, serta sistem pembelajaran sebagai pengantar sebelum observasi kelas.

Peserta magang kemudian dibagi ke dalam beberapa tim sesuai jenjang kelas untuk melakukan observasi proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), mulai dari kegiatan pembukaan hingga penutup. Observasi dilakukan secara menyeluruh agar peserta memahami alur pembelajaran secara utuh.

Refleksi dan Penguatan Kompetensi Guru

Setelah observasi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan refleksi bersama. Pada sesi ini, peserta magang dan pihak sekolah mendiskusikan berbagai temuan terkait strategi pembelajaran, pengelolaan kelas, serta interaksi guru dan peserta didik. Diskusi ini menjadi ruang belajar bersama yang memperkaya perspektif dan pemahaman pendidik.

Kegiatan magang ditutup dengan sesi dokumentasi bersama sebagai simbol terjalinnya kerja sama dan sinergi antar lembaga dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan anak usia dini.

Program magang dan benchmarking ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas layanan PAUD Islam Hidayatullah, sekaligus memperkuat komitmen dalam menghadirkan pendidikan anak usia dini yang holistik, profesional, dan berorientasi pada perkembangan optimal anak.

🌿Kajian Pengabdi LPI Hidayatullah

Jalan Menuju Surga dan Hikmah Dakwah Rasulullah ﷺ


Semarang, Sabtu, 7 Februari 2026

Kajian rutin pengabdi LPI Hidayatullah Yayaysan Abul Yatama kali ini yang menghadirkan Habib Ja’far Musawa sebagai pemateri. Kajian ini mengangkat tema seputar jalan menuju surga, metode dakwah Rasulullah ﷺ, serta keseimbangan dalam memahami dan mengajarkan Islam.


Pertanyaan Agung Seorang Sahabat

Dalam kajian tersebut, Habib Ja’far mengawali dengan kisah seorang sahabat Rasulullah ﷺ, Mu‘adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, yang bertanya langsung kepada Nabi:

“Wahai Rasulullah, beritahukan kepadaku suatu amalan yang dapat memasukkanku ke dalam surga dan menjauhkanku dari neraka.” (HR. Tirmidzi no. 2616, dinilai hasan sahih; juga tercantum dalam Hadits Arbain Nawawi no. 29)

Mendengar pertanyaan itu, Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sungguh engkau telah bertanya tentang perkara yang besar (agung).”

Namun Rasulullah ﷺ melanjutkan dengan penegasan yang menenangkan:

“Sesungguhnya hal itu mudah bagi orang yang Allah mudahkan.”

Hadits ini menjadi pengingat bahwa perkara besar dalam agama akan terasa ringan apabila Allah memberikan taufik dan pertolongan-Nya.


Inti Jalan Menuju Surga

Rasulullah ﷺ kemudian menjelaskan bahwa jalan menuju surga adalah dengan mengabdi kepada Allah:

menegakkan shalat, menunaikan zakat, berpuasa, dan menjalankan kewajiban-kewajiban utama dalam Islam.


Dalam kajian ini ditegaskan bahwa keimanan seseorang tercermin dari kedekatannya dengan masjid. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Jika kalian melihat seseorang terbiasa memakmurkan masjid, maka saksikanlah bahwa ia memiliki iman.” (HR. Tirmidzi no. 2617; dinilai hasan oleh sebagian ulama)

Masjid menjadi cermin hubungan seorang hamba dengan Rabb-nya.

Khauf dan Raja’: Dua Sayap dalam Dakwah

Habib Ja’far juga menjelaskan bahwa manusia berada pada tingkatan pemahaman agama yang berbeda. Karena itu, metode dakwah Islam mengenal dua pendekatan utama: khauf dan raja’.

  • Khauf adalah pendekatan peringatan dan ancaman, menumbuhkan rasa takut kepada Allah agar manusia menjauhi maksiat.
  • Raja’ adalah pendekatan harapan dan kabar gembira, menumbuhkan semangat bagi orang yang masih lemah pemahaman agamanya agar mencintai ibadah dan mendekat kepada Allah.


Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin menjelaskan bahwa khauf dan raja’ ibarat dua sayap burung; iman tidak akan seimbang tanpa keduanya.


Teladan Dakwah Rasulullah ﷺ

Rasulullah ﷺ berdakwah selama 10 tahun di Makkah dan selebihnya di Madinah. Di fase Makkah, dakwah Nabi lebih banyak menghadirkan kabar gembira, peneguhan tauhid, dan ajakan dengan hikmah, sebelum kemudian hukum-hukum syariat diturunkan secara bertahap.


Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT:

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik.” (QS. An-Nahl: 125)


Dakwah, sebagaimana ditekankan dalam kajian ini, hendaknya mengedepankan kebijaksanaan, kelembutan, dan pemahaman kondisi umat.


Mendekat kepada Allah dengan Amal Sunnah

Dalam kajian tersebut juga disampaikan hadits qudsi yang sahih, di mana Allah berfirman:

“Tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai selain apa yang Aku wajibkan kepadanya. Dan hamba-Ku senantiasa mendekat kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya.” (HR. Bukhari no. 6502)


Hadits ini menegaskan bahwa setelah menjalankan kewajiban, amalan sunnah menjadi jalan untuk meraih cinta Allah dan memperkuat harapan menuju surga.

Kajian pengabdi ini mengajak peserta untuk menata kembali niat ibadah, memahami Islam secara seimbang antara takut dan harap, serta meneladani metode dakwah Rasulullah ﷺ yang penuh hikmah. Jalan menuju surga memang perkara besar, namun akan menjadi ringan ketika dijalani dengan keikhlasan dan pertolongan dari Allah SWT.


error: Content is protected !!