
E-Buletin Hidayatullah Edisi 19
Alhamdulillah, E-Buletin Hidayatullah Edisi 19 kembali hadir menyapa pembaca dengan rangkuman aktivitas pendidikan dan pembinaan yang berlangsung di lingkungan Hidayatullah. Edisi ini merekam dinamika proses belajar dan pembiasaan, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA, yang terus diupayakan berjalan seimbang antara aspek akademik, karakter, dan nilai keislaman.
Pada jenjang PAUD, kegiatan pembelajaran dirancang dekat dengan dunia anak dan pengalaman nyata, sehingga nilai keimanan dan rasa syukur dapat dikenalkan sejak dini melalui aktivitas yang kontekstual. Sementara itu, di jenjang SD hingga SMA, penguatan budaya sekolah, kesehatan, serta kesiapsiagaan warga sekolah menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan belajar yang aman, tertib, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik.
Edisi ini juga memuat kajian pembinaan Sabtu yang mengangkat tema keutamaan menuntut ilmu. Kajian tersebut mengingatkan kembali bahwa ilmu memiliki peran sentral dalam membimbing ibadah, membentuk akhlak, serta menjaga manusia tetap berada di atas tuntunan syariat. Proses belajar tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas akademik, tetapi sebagai jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memberi manfaat yang lebih luas bagi sesama.
Melalui E-Buletin ini, redaksi berharap pembaca dapat melihat benang merah dari seluruh kegiatan yang disajikan, yaitu ikhtiar bersama dalam menumbuhkan generasi yang berilmu, berakhlak, dan bertanggung jawab. Semoga setiap langkah kecil yang dilakukan di lingkungan pendidikan Hidayatullah menjadi bagian dari amal jariyah dan terus membawa keberkahan.
Selamat membaca. Semoga bermanfaat.
— Redaksi

Warta terkini perkembangan sekolah & kegiatan siswa selama sepekan yang dirangkum dalam buletin online informatif dan mudah diakses kapan saja dengan akses internet.
PEMBUKAAN SPMB TAHUN AJARAN 2026/2027
Eko Wahyu D., M.Pd.
Adi Suipto, S.Pd.
Suci Wulansari, M.Pd.
Pimpinan Redaksi
Tarto, M.Pd.
Dewan Redaksi
Videa Salsabila W., S.K.M.
Devi Anggraini, S.M.
Yasiva Ayu P., S.Pd.
Kontributor:
Kehumasan PAUDIH
Kehumasan SDIH
Kehumasan SDIH 02
Kehumasan SMPIH
Kehumasan SMAIH
Awalnya, kegiatan direncanakan dalam bentuk apel pagi di lapangan sekolah. Namun, karena kondisi cuaca yang kurang mendukung, pelaksanaan kegiatan dipindahkan ke aula agar tetap berjalan tertib dan nyaman.
SMP Islam Hidayatullah Siapkan Generasi GOLD yang Berakhlak Mulia Memasuki Semester Genap
Tahun ini, PLS mengusung tema “Membangun Semangat Belajar Generasi GOLD yang Berakhlak Mulia”. Rangkaian kegiatan dibuka dengan berbagai aktivitas positif, meliputi salat Duha bersama, Senam Anak Indonesia Hebat, seremoni pembukaan, serta pemberian penghargaan bagi siswa berprestasi.
Kegiatan ini menjadi ruang bagi murid untuk kembali mengingat dan mempraktikkan kebiasaan sekolah sebelum pembelajaran berjalan penuh.
Setibanya di terminal, murid belajar membeli tiket dan mengantre sebelum naik kendaraan feeder. Anak-anak dilatih untuk sabar menunggu giliran serta memahami aturan dasar di ruang publik.
Keutamaan Menuntut Ilmu: Kajian Sabtu Pembinaan Yayasan Abul Yatama LPI Hidayatullah
Habib Ridho menekankan bahwa ilmu menjadikan hati lapang dan ibadah bernilai benar di sisi Allah. Allah SWT juga menjamin rezeki bagi penuntut ilmu dan orang yang mengajarkannya...
Semarang — Mengawali hari pertama masuk sekolah setelah libur semester, SMA Islam Hidayatullah Semarang (SMAHA) menggelar kegiatan pemberian apresiasi prestasi akademik dan nonakademik bagi siswa-siswi. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 5 Januari 2025, pukul 07.30 WIB, bertempat di aula SMAHA.
Awalnya, kegiatan direncanakan dalam bentuk apel pagi di lapangan sekolah. Namun, karena kondisi cuaca yang kurang mendukung, pelaksanaan kegiatan dipindahkan ke aula agar tetap berjalan tertib dan nyaman.
Dalam kegiatan tersebut, Ibu Istirochah bertindak sebagai pembina apel. Pada amanatnya, beliau mengingatkan siswa tentang pentingnya menerapkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yaitu bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat.
Selain itu, Ibu Istirochah, S.Pd., juga menyampaikan pesan motivasi agar siswa senantiasa menguatkan usaha dan spiritualitas dalam belajar.
“Insyaallah Allah akan memudahkan urusan kita semua, asalkan kita mau menerapkan DUIT, yaitu Doa, Usaha, Iman, dan Takwa,” pesannya.
Momen yang paling ditunggu dalam kegiatan ini adalah pengumuman siswa-siswi peraih peringkat paralel per kelas. Pengumuman disampaikan langsung oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMAHA, Bapak Taufik Nur Hidayat, S.Pd. Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas capaian akademik siswa selama semester sebelumnya.
Kelas X Putra
Kelas X Putri
Kelas XI Putra
Kelas XI Putri
Kelas XII Putra
Kelas XII Putri
Apresiasi juga disampaikan oleh salah satu orang tua siswa, Ns. Artika Nurrahima, S.Kep., M.Kep., ibunda dari Harsa Ahsan F.
“Alhamdulillah atas pencapaian yang diraih anak saya. SMAHA sangat mendukung dan memfasilitasi perkembangan akademik maupun nonakademik siswa. Semoga siswa SMAHA tidak hanya sukses secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia,” tuturnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada 29 siswa-siswi berprestasi di bidang akademik dan nonakademik, baik secara individu maupun kelompok. Prestasi tersebut diraih pada berbagai ajang lomba tingkat kota, nasional, hingga internasional.
Sebagai penutup rangkaian acara, sekolah menetapkan Duta Literasi SMAHA Tahun 2025/2026, yaitu:
Keduanya diharapkan dapat menjadi penggerak budaya literasi dan meningkatkan minat baca di lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan ini, SMAHA menegaskan komitmennya dalam menumbuhkan budaya apresiasi, memotivasi siswa untuk terus berprestasi, serta mendampingi mereka agar tumbuh menjadi generasi yang unggul secara akademik, berdaya saing, dan berakhlak mulia.
SMP Islam Hidayatullah
SMP Islam Hidayatullah kembali menyelenggarakan kegiatan rutin Penguatan Lingkungan Sekolah (PLS) sebagai langkah awal memulai pembelajaran Semester Genap. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari ini dimulai pukul 07.00 hingga 11.30 WIB dan bertujuan membangun kesiapan fisik serta mental siswa dalam menghadapi satu semester ke depan.
Tahun ini, PLS mengusung tema “Membangun Semangat Belajar Generasi GOLD yang Berakhlak Mulia”. Rangkaian kegiatan dibuka dengan berbagai aktivitas positif, meliputi salat Duha bersama, Senam Anak Indonesia Hebat, seremoni pembukaan, serta pemberian penghargaan bagi siswa berprestasi.
Kepala SMP Islam Hidayatullah, Reni Dria Susandari, S.Pd., dalam sambutannya menekankan pentingnya penerapan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Kebiasaan tersebut meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur lebih awal.
“Tujuan dari pembiasaan ini adalah untuk meletakkan dasar serta pijakan hidup yang kuat bagi anak-anak Indonesia,” ujar Ibu Reni.
Ibu Reni juga menyampaikan bahwa sekolah terus berinovasi dalam menghadapi tantangan globalisasi melalui penguatan kemampuan berbahasa Inggris. Program unggulan seperti Learning English With Native (LEWAT), English Trip, serta Language Class (5 jam pelajaran per pekan) menjadi fokus utama untuk meningkatkan kemahiran praktis siswa kelas VII dan VIII. Sementara itu, bagi siswa kelas IX, fokus diarahkan pada persiapan Tes Kompetensi Akademik (TKA) melalui penguatan literasi dan numerasi.
Selama kegiatan PLS, para siswa mendapatkan pembekalan materi yang komprehensif, di antaranya:
Kegiatan tersebut dikemas melalui metode studi kasus, simulasi, presentasi, serta pemaparan dari narasumber terkait. Selain itu, diselipkan pula penerapan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, seperti doa sebelum beraktivitas, zikir, salat Duha, senam, dan makan pagi.
Apresiasi Prestasi Siswa
Sebagai bentuk motivasi, SMP Islam Hidayatullah memberikan penghargaan kepada siswa yang meraih peringkat paralel 1–10 di setiap jenjang. Apresiasi khusus berupa beasiswa bebas SPP selama satu semester diberikan kepada peraih peringkat pertama paralel, yang pada semester ini diraih oleh:
Tidak hanya prestasi akademik, sekolah juga memberikan penghargaan nonakademik kepada lima siswa di setiap kelas yang menunjukkan kepribadian dan karakter terpuji.
Melalui kegiatan PLS ini, SMP Islam Hidayatullah berharap seluruh siswa dapat memulai Semester Genap dengan semangat baru, disiplin yang kuat, dan akhlak yang mulia.

SD ISLAM HIDAYATULLAH
Semarang — SD Islam Hidayatullah Semarang melaksanakan kegiatan MPBS (Masa Penguatan Budaya Sekolah) sebagai persiapan memasuki Semester II Tahun Ajaran 2025–2026. Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, mulai 5 hingga 9 Januari 2026, dan diikuti oleh seluruh siswa kelas I sampai VI.
MPBS menjadi momen penting bagi sekolah untuk kembali menyamakan kebiasaan, nilai, dan budaya yang diterapkan dalam keseharian siswa, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.
Melalui MPBS, siswa diajak memahami kembali aturan dan budaya sekolah dengan cara yang mudah dipahami dan dipraktikkan. Materi disampaikan langsung oleh bapak dan ibu guru SD Islam Hidayatullah dengan pendekatan pembelajaran aktif, melalui penjelasan singkat, contoh nyata, serta praktik langsung.
Beberapa materi budaya sekolah yang diperkenalkan dan diperkuat kepada siswa selama MPBS antara lain:
Materi-materi tersebut diperkenalkan secara bertahap dan disesuaikan dengan jenjang kelas agar mudah dipahami oleh siswa.
Selain penguatan budaya sekolah, MPBS juga dilengkapi dengan kegiatan edukasi yang menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang untuk memperkaya wawasan dan pembentukan karakter siswa.
Materi anti-bullying disampaikan oleh Psikolog Sekolah, Ibu Nurina, M.Psi., Psikolog, CHA, CGA. Dalam sesi ini, siswa diajak mengenali bentuk-bentuk perundungan serta pentingnya saling menghormati dan menjaga perasaan teman.
Materi cinta tanah air disampaikan oleh Tim Brimob Polda Jawa Tengah. Melalui pendekatan yang komunikatif, siswa dikenalkan pada nilai kedisiplinan, kebersamaan, dan semangat nasionalisme sejak dini.
Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta kesehatan gigi disampaikan oleh Tim Klinik Hidayatullah. Materi ini menekankan pentingnya menjaga kebersihan diri dan kesehatan sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari.
Selama pelaksanaan MPBS, siswa mengikuti kegiatan dengan tertib dan antusias. Guru dan para narasumber mendampingi siswa secara aktif agar setiap materi dapat dipahami dan dipraktikkan dengan baik.
Melalui MPBS ini, sekolah berharap orang tua dapat terus mendukung pembiasaan positif yang telah ditanamkan di sekolah, sehingga nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, kepedulian, dan akhlak mulia dapat terus terjaga dalam keseharian anak, baik di sekolah maupun di rumah.
SD ISLAM HIDAYATULLAH 02

Suasana sekolah tampak lebih tenang namun terarah pada awal masuk semester genap di SD Islam Hidayatullah 02. Murid-murid kembali memenuhi kelas dengan berbagai aktivitas penyesuaian setelah libur panjang. Sejak Senin, 5 Januari 2026, sekolah mulai melaksanakan Masa Penguatan Budaya Sekolah (MPBS) yang berlangsung hingga 9 Januari 2026.
Kegiatan ini menjadi ruang bagi murid untuk kembali mengingat dan mempraktikkan kebiasaan sekolah sebelum pembelajaran berjalan penuh.
Selama MPBS, setiap kelas melaksanakan simulasi budaya sekolah yang disesuaikan dengan kebutuhan jenjang masing-masing. Kegiatan dilakukan secara langsung agar murid terbiasa menjalankan aturan dalam situasi sehari-hari, bukan sekadar menghafalnya.
Beberapa bentuk simulasi yang dilakukan antara lain:
Selain simulasi, guru juga melakukan penguatan dan remedial kepada murid yang masih memerlukan pendampingan dalam menjalankan SOP budaya sekolah.
Agar suasana tetap nyaman, wali kelas menyelipkan permainan sederhana di sela kegiatan. Pendekatan ini membantu murid mengikuti kegiatan dengan lebih rileks sekaligus tetap fokus.
Beberapa murid menunjukkan antusiasme melalui pertanyaan spontan, seperti murid kelas 1 yang bertanya, “Kok sudah pulang?” serta murid lain yang menanyakan kegiatan mengaji. Selama MPBS, murid memang dipulangkan lebih awal sehingga kegiatan BAQ belum dilaksanakan, namun salat Duha tetap berjalan.
Selama MPBS, sekolah bersyukur karena murid masih mengingat berbagai kebiasaan baik yang telah dibangun sebelumnya. Hal ini menjadi dasar untuk melanjutkan pembiasaan secara konsisten dalam kegiatan belajar mengajar.
Penguatan budaya sekolah diharapkan tidak hanya dilakukan di awal semester, tetapi menjadi bagian dari rutinitas harian murid. Dengan pembiasaan yang terus dilakukan, budaya sekolah diharapkan semakin melekat dan membentuk karakter murid secara bertahap.
Semarang — Murid TK Islam Hidayatullah mengikuti kegiatan PKP (Proyek Kegiatan Pembelajaran) bertema “Alat Transportasi: Kemudahan dari Allah” pada Kamis–Jumat, 8–9 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh murid TK A dan TK B dengan lokasi pembelajaran di Terminal Banyumanik, Semarang.
Kegiatan PKP ini dirancang untuk mengenalkan berbagai jenis alat transportasi secara langsung kepada anak-anak. Melalui pengamatan dan pengalaman nyata, murid belajar memahami fungsi alat transportasi sebagai salah satu kemudahan yang Allah SWT berikan dalam kehidupan sehari-hari.
Sebelum berangkat, anak-anak dipersiapkan di sekolah dengan doa bersama dan pengarahan singkat dari guru. Anak-anak juga diingatkan untuk menjaga sikap, tertib berjalan, dan mengikuti aturan selama berada di tempat umum.
Perjalanan menuju Terminal Banyumanik dilakukan menggunakan kendaraan sekolah. Dalam perjalanan, murid diajak mengamati berbagai kendaraan yang melintas dan berdiskusi ringan bersama guru. Kegiatan ini membantu anak mengenal jenis-jenis alat transportasi sekaligus melatih kemampuan berkomunikasi sederhana.
Setibanya di terminal, murid belajar membeli tiket dan mengantre sebelum naik kendaraan feeder. Anak-anak dilatih untuk sabar menunggu giliran serta memahami aturan dasar di ruang publik.
Selama perjalanan menggunakan feeder, suasana terlihat ceria. Murid menikmati pengalaman baru tersebut dan guru mengajak anak-anak untuk mensyukuri kemudahan transportasi yang Allah SWT sediakan untuk manusia.
Kegiatan PKP ini ditutup dengan diskusi sederhana di kelas setelah murid kembali ke sekolah dengan selamat. Melalui kegiatan ini, TK Islam Hidayatullah berharap anak-anak tidak hanya mengenal alat transportasi, tetapi juga belajar bersikap disiplin, mandiri, serta tumbuh rasa syukur sejak usia dini.
Warta QLC
Semarang — Yayasan Abul Yatama LPI Hidayatullah menggelar Kajian Sabtu Pembinaan bersama Habib Ridho Baghrabah dengan tema Keutamaan Menuntut Ilmu. Kajian ini menegaskan bahwa ilmu memiliki kedudukan sangat tinggi dalam Islam dan menjadi fondasi utama dalam membentuk kualitas ibadah, akhlak, serta kehidupan seorang muslim.
Dalam kajian tersebut disampaikan kisah sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu ketika mendapati penduduk pasar sibuk berjual beli. Abu Hurairah kemudian berkata,
“Kenapa kalian sibuk di pasar, sementara warisan Rasulullah ﷺ sedang dibagikan di masjid?”
Para pedagang pun berbondong-bondong menuju masjid. Namun, mereka tidak menemukan pembagian harta atau benda, melainkan majelis ilmu. Abu Hurairah menjelaskan bahwa itulah warisan Nabi ﷺ, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:
“Sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Mereka mewariskan ilmu. Barang siapa mengambilnya, ia telah mengambil bagian yang besar.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi, hasan shahih)
Rasulullah ﷺ juga menjelaskan keutamaan orang berilmu dibandingkan ahli ibadah. Dalam sebuah hadis disebutkan:
“Keutamaan orang berilmu atas ahli ibadah seperti keutamaanku atas orang yang paling rendah di antara kalian.” (HR. Tirmidzi, hasan shahih)
Makna hadis ini menunjukkan bahwa kualitas ilmu sangat menentukan kualitas ibadah. Ibadah tanpa ilmu berpotensi menyimpang dari tuntunan syariat.
Habib Ridho menekankan bahwa ilmu menjadikan hati lapang dan ibadah bernilai benar di sisi Allah. Allah SWT juga menjamin rezeki bagi penuntut ilmu dan orang yang mengajarkannya.
Ilmu tidak hanya berdampak pada hubungan dengan Allah, tetapi juga pada sikap terhadap seluruh makhluk. Orang berilmu akan berbuat baik, adil, dan tidak menzalimi sesama.
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Tirmidzi disebutkan:
“Satu orang alim lebih berat bagi setan daripada seribu orang ahli ibadah.” (HR. Tirmidzi, hasan)
Hal ini karena orang berilmu memahami tipu daya setan, sedangkan ahli ibadah tanpa ilmu lebih mudah disesatkan.
Dalam kajian disampaikan kisah dua orang bersaudara sebagai pelajaran. Salah satunya memilih menyendiri untuk beribadah tanpa belajar ilmu, sementara yang lain memilih menghadiri majelis ilmu. Bertahun-tahun kemudian, sang penuntut ilmu mendapati saudaranya beribadah dengan praktik yang bertentangan dengan syariat, seperti membawa benda najis dan melakukan perbuatan yang menzalimi hewan, dengan alasan merendahkan diri.
Kisah ini mengajarkan bahwa ibadah tidak sah tanpa ilmu, karena syarat sah ibadah adalah suci, sesuai tuntunan syariat, dan tidak melanggar hak makhluk lain. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik.” (HR. Muslim)
Dalam penjelasannya, Habib Ridho juga mengutip pandangan para ulama mengenai klasifikasi ilmu. Imam Al-Ghazali dan para ulama setelahnya menjelaskan bahwa ilmu yang wajib dipelajari (fardhu ‘ain) meliputi:
Ilmu tentang tata cara ibadah yang benar, seperti wudu, salat, puasa, dan kewajiban lainnya.
Ilmu tentang keikhlasan, menjauhi riya, sombong, hasad, dan penyakit hati lainnya.
Ilmu yang berkaitan dengan muamalah dan kehidupan sehari-hari agar seorang muslim tidak terjerumus pada perkara yang diharamkan.
Adapun ilmu lainnya, seperti kedokteran, matematika, pertanian, dan keterampilan hidup, termasuk fardhu kifayah, yaitu kewajiban kolektif. Jika telah ada yang menguasainya, gugurlah kewajiban bagi yang lain. Hal ini dijelaskan oleh Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim.
Imam Syafi’i rahimahullah berkata:
“Barang siapa menginginkan dunia, hendaklah dengan ilmu. Barang siapa menginginkan akhirat, hendaklah dengan ilmu. Dan barang siapa menginginkan keduanya, hendaklah dengan ilmu.” (Diriwayatkan dalam Manaqib Imam Syafi’i)
Kajian ini menegaskan bahwa menuntut ilmu bukan sekadar pilihan, tetapi kebutuhan mendasar bagi setiap muslim. Ilmu menjaga ibadah tetap lurus, melindungi dari kesesatan, serta membentuk akhlak yang baik kepada Allah dan seluruh makhluk. Melalui pembinaan rutin ini, Yayasan Abul Yatama LPI Hidayatullah berharap semangat menuntut ilmu terus tumbuh sebagai jalan menuju keselamatan dunia dan akhirat.