
Buletin Hidayatullah – Edisi 18
Alhamdulillāh, segala puji bagi Allah SWT yang senantiasa melimpahkan rahmat dan karunia-Nya. Dengan izin-Nya, Buletin Hidayatullah Edisi 18 kembali hadir menyapa pembaca sebagai media informasi, refleksi, dan dokumentasi ikhtiar pendidikan di lingkungan Hidayatullah.
Edisi ini mengangkat semangat besar tentang mendidik anak sesuai zamannya, sebuah ikhtiar sadar yang terus diupayakan oleh seluruh unit pendidikan, mulai dari PAUD, SD, SMP, hingga SMA. Di tengah dinamika perubahan zaman yang cepat, sekolah dituntut untuk tidak hanya menjalankan rutinitas pembelajaran, tetapi juga merancang pendidikan yang relevan, bermakna, dan berdampak positif bagi tumbuh kembang peserta didik.
Berbagai artikel dalam edisi ini merekam komitmen tersebut. Dari jenjang PAUD, pembaca diajak menyelami keceriaan dan pembelajaran bermakna melalui kegiatan outing class yang memperkenalkan anak pada alam sebagai media belajar, menumbuhkan rasa syukur, kepedulian, dan karakter sejak dini. Dari jenjang SD, tersaji laporan Musyawarah Kerja Sekolah yang menjadi ruang refleksi dan perencanaan strategis dalam meningkatkan mutu pembelajaran, penguatan quality assurance, serta persiapan menuju sekolah berbasis bilingual dan tahfidz.
Sementara itu, dari jenjang SMA, pembaca dapat menyimak momen penuh makna melalui pelaksanaan My Life Proposal dan penerimaan rapor, sebuah program pendampingan yang menuntun siswa merancang tujuan hidup, mengenali potensi diri, serta melibatkan orang tua sebagai mitra pendidikan. Keseluruhan rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan sinergi kuat antara sekolah, guru, siswa, dan orang tua dalam membangun pendidikan yang holistik.
Seluruh laporan kegiatan dalam buletin ini berpijak pada satu kesadaran yang sama: bahwa pendidikan yang baik tidak lahir secara kebetulan. Ia dirancang melalui perencanaan yang matang, dilaksanakan dengan komitmen bersama, serta dievaluasi secara berkelanjutan agar benar-benar memberi dampak nyata. Musyawarah Kerja yang dilaksanakan di akhir semester oleh berbagai unit menjadi penanda kesungguhan sekolah dalam terus berbenah dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan zaman, tanpa meninggalkan nilai iman, adab, dan akhlak mulia.
Akhir kata, kami berharap Buletin Hidayatullah Edisi 18 ini tidak hanya menjadi catatan kegiatan, tetapi juga menjadi ruang refleksi bersama tentang peran sekolah sebagai orang tua terdepan dalam pendidikan. Semoga setiap ikhtiar yang dilakukan menjadi amal kebaikan dan membawa keberkahan bagi seluruh civitas pendidikan dan umat.
Selamat membaca. Semoga bermanfaat.
Redaksi Buletin Hidayatullah
Edisi 18

Warta terkini perkembangan sekolah & kegiatan siswa selama sepekan yang dirangkum dalam buletin online informatif dan mudah diakses kapan saja dengan akses internet.
PEMBUKAAN SPMB TAHUN AJARAN 2026/2027
Eko Wahyu D., M.Pd.
Adi Suipto, S.Pd.
Suci Wulansari, M.Pd.
Pimpinan Redaksi
Tarto, M.Pd.
Dewan Redaksi
Videa Salsabila W., S.K.M.
Devi Anggraini, S.M.
Yasiva Ayu P., S.Pd.
Kontributor:
Kehumasan PAUDIH
Kehumasan SDIH
Kehumasan SDIH 02
Kehumasan SMPIH
Kehumasan SMAIH
Puncak pelaksanaan My Life Proposal bagi siswa kelas XII berlangsung pada Kamis–Jumat, 18–19 Desember 2025. Pada momen tersebut, para siswa mempresentasikan...
SMP Islam Hidayatullah Borong 2 Medali Emas dan 1 Perak di Ajang I2ASPO 2025
Ajang Indonesia International Applied Science Project Olympiad (I2ASPO) 2025 yang berlangsung pada 16–22 Desember 2025 di Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada (UGM) menjadi panggung gemilang bagi inovator muda.
Selain membahas quality assurance, Musyawarah Kerja juga diarahkan pada persiapan SD Islam Hidayatullah 02 menuju sekolah berbasis bilingual dan tahfidz. Pembahasan meliputi kesiapan sumber daya guru, penguatan metode pembelajaran, serta integrasi nilai-nilai keislaman...
Outing class ini dirancang sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual yang mengajak anak belajar langsung dari lingkungan sekitar, khususnya alam, sebagai media edukasi yang kaya nilai dan pengalaman.
Mendidik Anak Sesuai Zamannya:
Sekolah sebagai Orang Tua Terdepan dalam Pendidikan
Pendidikan yang berkualitas tidak lahir secara kebetulan. Ia dirancang, disusun, dan dijalankan dengan kesadaran penuh. Kurikulum, strategi pembelajaran, budaya sekolah, serta pola pendampingan siswa harus diselaraskan dengan kebutuhan zaman sekaligus berlandaskan nilai iman, adab, dan karakter.
Setiap individu tentu mendambakan tujuan hidup yang jelas dan bermakna. Namun, tidak semua mampu merumuskannya sejak dini. Menyadari pentingnya pendampingan dalam merancang masa depan, SMA Islam Hidayatullah (SMAHA) menghadirkan program My Life Proposal sebagai sarana membimbing siswa menyusun arah hidup yang terencana, seimbang antara kesuksesan dunia dan akhirat.
My Life Proposal merupakan program tahunan SMAHA yang diikuti oleh seluruh siswa kelas X hingga XII. Program ini diwujudkan dalam bentuk sebuah buku perencanaan hidup yang disusun langsung oleh siswa. Di dalamnya termuat berbagai aspek penting, mulai dari Identitas Diri, Peran Saya di Bumi Allah, Road to My Life, Arti Kesuksesan, Inilah Jalan yang Ku Pilih, Analisis SWOT (Kekuatan dan Kelemahan Diri), Data Perkembangan Diri, Perencanaan Tahap demi Tahap, hingga Dream Schedule.
“My Life Proposal merupakan salah satu program unggulan SMAHA yang mendukung siswa dalam menentukan dan memantapkan goals hidupnya,” ujar Ibu Septilio Zahra, S.Pd., Guru BK sekaligus Koordinator My Life Proposal SMAHA.
Melalui program ini, siswa tidak hanya diarahkan untuk bermimpi, tetapi juga belajar menyusun langkah konkret dalam mencapai tujuan hidup secara terukur dan bertahap.
Puncak pelaksanaan My Life Proposal bagi siswa kelas XII berlangsung pada Kamis–Jumat, 18–19 Desember 2025. Pada momen tersebut, para siswa mempresentasikan hasil My Life Proposal mereka di hadapan orang tua wali, wali kelas, serta pendamping wali kelas.
Suasana haru dan penuh emosi mewarnai setiap sesi presentasi. Satu per satu siswa menyampaikan impian, rencana masa depan, serta refleksi perjalanan hidup mereka. Tawa, air mata, rasa bangga, dan kebahagiaan tampak jelas di wajah para orang tua yang menyimak pemaparan putra-putrinya.
“Alhamdulillah, terima kasih kepada guru-guru SMAHA yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas adanya program presentasi My Life Proposal. Kami terharu mendengar pemaparan anak kami tentang tujuan hidup dan cita-citanya. Melalui kegiatan ini, kami menjadi mengetahui banyak hal yang sebelumnya belum kami ketahui,” tutur orang tua dari Khansa Widya A (XII-4).
Hal serupa disampaikan oleh Ryotara, siswa kelas XII-2. Ia mengaku program ini membantunya mengenali diri sendiri dan merencanakan masa depan dengan lebih matang.
“Jujur, mempresentasikan My Life Proposal di depan ayah dan bunda membuat saya gugup. Namun, saya merasa terharu dan bangga kepada diri saya sendiri karena berhasil menyampaikan cita-cita saya secara langsung kepada orang tua,” ungkap Ryo.
Seiring dengan pelaksanaan My Life Proposal, SMAHA juga menggelar penerimaan rapor bagi siswa kelas X dan XI. Momen ini menjadi sarana penting bagi siswa dan orang tua untuk melihat perkembangan akademik, sikap, serta potensi siswa selama satu semester.
Nilai rapor tersebut turut menjadi data pendukung dalam penyusunan My Life Proposal, khususnya pada bagian analisis perkembangan diri dan perencanaan masa depan.
Rangkaian kegiatan My Life Proposal dan penerimaan rapor menjadi bukti nyata sinergi antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam membangun pendidikan yang holistik. SMA Islam Hidayatullah terus berkomitmen menghadirkan program pendidikan yang tidak hanya menitikberatkan pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter serta kesiapan siswa menghadapi masa depan.
SMP Islam Hidayatullah

YOGYAKARTA – Ajang Indonesia International Applied Science Project Olympiad (I2ASPO) 2025 yang berlangsung pada 16–22 Desember 2025 di Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada (UGM) menjadi panggung gemilang bagi inovator muda. Kompetisi ini menjadi momentum penting bagi pelajar untuk mempresentasikan karya ilmiah di tingkat nasional maupun internasional, sekaligus memperkuat budaya riset di Indonesia.
SMP Islam Hidayatullah Semarang yang turut ambil bagian dalam kompetisi bergengsi ini sukses mengukir prestasi membanggakan. Dari tiga tim yang dikirimkan, sekolah ini berhasil membawa pulang dua medali emas dan satu medali perak.
1. Medali Emas (Gold Medal) – Kategori Applied Life Sciences
Diraih oleh tim yang beranggotakan:
2. Medali Emas (Gold Medal) – Kategori Functional Food
Diraih oleh tim yang beranggotakan:
3. Medali Perak (Silver Medal) – Kategori Waste Treatment
Diraih oleh tim yang beranggotakan:
Ajang yang diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA) bekerja sama dengan Fakultas MIPA UGM ini mengusung format kompetisi hibrida. Tujuannya adalah mengembangkan kemampuan riset, pola pikir kritis, serta inovasi sains terapan di kalangan pelajar.
Keberhasilan tim SMP Islam Hidayatullah pada ajang ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi siswa lainnya untuk terus berprestasi, khususnya di lingkungan SMP Islam Hidayatullah Semarang.
“Alhamdulillah, kami bersyukur Ananda Sora belajar di lingkungan sekolah yang baik sehingga memiliki kesempatan mengikuti lomba dan berhasil meraih medali. Semoga ke depannya dapat terus berkembang. Aamiin,” ungkap wali murid Ananda Sora, Ibu Heldy MF Bensi.
Emir, salah satu peserta ajang tersebut, juga menyampaikan kesan positifnya.
“Keikutsertaan dalam I2ASPO 2025 yang diselenggarakan di Universitas Gadjah Mada menjadi pengalaman berharga yang melatih kreativitas, konsistensi, hingga kerja sama tim. Kompetisi ini mengajarkan kami bahwa setiap hasil yang diraih merupakan pencapaian terbaik dari usaha maksimal yang telah dilakukan,” tuturnya.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Syafa’atun, S.Pd., turut menyampaikan harapannya.
“Keikutsertaan siswa SMP Islam Hidayatullah dalam Indonesia International Applied Science Project Olympiad menunjukkan kemampuan sains terapan yang inovatif, berpikir kritis, dan berkarakter Islami di tingkat internasional. Semoga capaian ini menjadi motivasi untuk terus berkarya, berprestasi, dan melahirkan generasi berakhlak mulia yang berkontribusi bagi bangsa dan umat.”
Sementara itu, Kepala SMP Islam Hidayatullah, Reni Dria Susandari, S.Pd., menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya.
“Saya selaku Kepala Sekolah SMP Islam Hidayatullah menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT serta kebanggaan yang mendalam atas prestasi luar biasa yang telah diraih. Prestasi ini merupakan hasil dari kerja keras, disiplin, semangat belajar, serta kemampuan berpikir kritis dan inovatif para siswa, yang didukung oleh kolaborasi yang baik antara peserta, orang tua, dan sekolah.”
Ia berharap capaian ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus mengembangkan potensi diri, berani berinovasi, serta berprestasi di berbagai bidang sebagai langkah awal kontribusi yang lebih besar bagi bangsa dan umat di masa depan.
Selain itu, Kepala Sekolah juga menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para siswa berprestasi, guru pembimbing, serta orang tua yang telah memberikan dukungan penuh.
SD ISLAM HIDAYATULLAH
Musyawarah Kerja Sekolah (Musker) SD Islam Hidayatullah 2025 menjadi momentum penting bagi seluruh warga sekolah untuk berkumpul, berdiskusi, dan menyatukan langkah dalam merancang arah kebijakan serta program kerja sekolah. Kegiatan ini merupakan wujud komitmen bersama dalam membangun perencanaan yang terarah, sistematis, dan berkelanjutan sebagai fondasi peningkatan mutu pendidikan.
Perencanaan yang matang diyakini sebagai salah satu kunci utama keberhasilan pelaksanaan program sekolah. Oleh karena itu, Musyawarah Kerja tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi juga ruang strategis untuk melakukan refleksi, evaluasi, dan perumusan langkah ke depan.
Rangkaian Musyawarah Kerja diawali dengan kegiatan curah gagasan yang melibatkan guru dan tenaga kependidikan (tendik). Proses ini dilaksanakan secara daring dan luring sebagai bentuk keterbukaan ruang partisipasi. Melalui forum tersebut, para pendidik menyampaikan evaluasi, masukan, serta refleksi terhadap program-program yang telah berjalan.
Berbagai gagasan konstruktif dihimpun sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun program kerja yang lebih relevan dengan kebutuhan siswa, perkembangan zaman, serta visi pendidikan SD Islam Hidayatullah.
Selain melibatkan internal sekolah, Musyawarah Kerja juga memberikan perhatian besar pada peran orang tua. Sekolah menyebarkan angket kepada orang tua sebagai sarana evaluasi layanan pendidikan sekaligus wadah penyampaian saran dan masukan yang konstruktif.
Partisipasi orang tua ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mewujudkan pendidikan yang holistik, berkualitas, dan berorientasi pada pembentukan karakter Islami.
Dengan semangat kebersamaan, Musyawarah Kerja SD Islam Hidayatullah 2025 diharapkan menjadi langkah awal yang kokoh dalam menyongsong tahun ajaran 2026/2027.
Bismillah.
Bi idznillah.
Seluruh program dan kegiatan SD Islam Hidayatullah diharapkan dapat berjalan lancar, sukses, dan memberikan dampak positif bagi kemajuan sekolah, peserta didik, serta seluruh civitas pendidikan, sejalan dengan visi Bersama Menuju Hidayatullah Unggul.
SD ISLAM HIDAYATULLAH 02
SD Islam Hidayatullah 02 menyelenggarakan Musyawarah Kerja Sekolah pada 16, 17, dan 23 Desember 2025 sebagai bagian dari upaya penguatan mutu pendidikan. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat untuk menghadirkan layanan pendidikan terbaik bagi peserta didik.
Musyawarah Kerja menjadi forum strategis untuk menyatukan persepsi, merumuskan langkah konkret, serta menyusun perencanaan pembelajaran yang terarah dan berkelanjutan.
Fokus utama pembahasan dalam Musyawarah Kerja ini adalah perumusan strategi pembelajaran dalam rangka mewujudkan quality assurance di lingkungan SD Islam Hidayatullah 02. Para guru secara aktif berdiskusi dan berbagi gagasan terkait peningkatan kualitas proses belajar mengajar, penguatan karakter, serta optimalisasi potensi siswa.
Seluruh peserta berkontribusi secara aktif, menyampaikan ide, evaluasi, dan solusi sebagai bagian dari komitmen kolektif dalam meningkatkan mutu pendidikan sekolah.
Selain membahas quality assurance, Musyawarah Kerja juga diarahkan pada persiapan SD Islam Hidayatullah 02 menuju sekolah berbasis bilingual dan tahfidz. Pembahasan meliputi kesiapan sumber daya guru, penguatan metode pembelajaran, serta integrasi nilai-nilai keislaman dalam setiap kegiatan belajar.
Dengan sinergi dan fokus bersama, SD Islam Hidayatullah 02 terus berupaya melangkah maju menjadi sekolah yang unggul, berdaya saing, dan berkarakter Islami, serta mampu memberikan pendidikan terbaik bagi generasi masa depan.

Dalam rangka memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan menyenangkan, murid Full Day Islam Hidayatullah mengikuti kegiatan outing class ke Pinusia Park Ungaran pada Selasa, 23 Desember 2025. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh murid Full Day dengan pendampingan para guru.
Outing class ini dirancang sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual yang mengajak anak belajar langsung dari lingkungan sekitar, khususnya alam, sebagai media edukasi yang kaya nilai dan pengalaman.
Melalui kegiatan outing class ke Pinusia Park, murid Full Day Islam Hidayatullah diberikan kesempatan untuk memperoleh pengalaman baru yang edukatif sekaligus menyenangkan. Anak-anak diajak berinteraksi langsung dengan alam, mengamati keindahan ciptaan Allah SWT, serta mengenal lingkungan secara lebih dekat.
Kegiatan ini menjadi sarana bagi murid untuk belajar menyatu dengan alam, menumbuhkan rasa syukur, kepedulian, serta tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar. Selain itu, outing class juga berperan dalam mengembangkan aspek sosial dan emosional anak, seperti kerja sama, kebersamaan, kemandirian, dan kepercayaan diri.
Melalui pengalaman belajar di luar kelas ini, diharapkan murid Full Day Islam Hidayatullah memperoleh pembelajaran yang seimbang antara aspek akademik, karakter, dan pengalaman nyata.
Pagi hari, suasana dipenuhi semangat dan keceriaan murid Full Day Islam Hidayatullah. Anak-anak datang dengan wajah cerah, mengenakan pakaian yang nyaman, topi, serta membawa botol minum bertali sebagai bekal selama kegiatan.
Dengan tertib, mereka bersiap menaiki kendaraan sekolah bersama para guru pendamping untuk memulai petualangan belajar di alam terbuka.
Setibanya di Pinusia Park Ungaran, antusiasme anak-anak semakin terlihat. Mereka dengan penuh rasa ingin tahu mengenal berbagai jenis hewan, seperti kelinci, angsa, dan ikan.
Bahkan, anak-anak berkesempatan memberi makan kelinci secara langsung. Aktivitas ini menumbuhkan rasa sayang terhadap makhluk hidup serta mengajarkan sikap peduli dan lembut terhadap ciptaan Allah SWT.
Keceriaan semakin terasa saat anak-anak mengikuti berbagai aktivitas motorik di area playground. Mereka bermain prosotan, berjalan di papan titian, berayun, dan bergerak bebas di bawah pengawasan guru. Kegiatan ini membantu melatih keseimbangan, koordinasi tubuh, serta keberanian anak.
Setelah bermain, anak-anak beristirahat sejenak untuk menikmati waktu snack time. Momen makan siang pun menjadi ajang kebersamaan yang hangat, di mana anak-anak duduk bersama, saling berbagi cerita, dan mengisi kembali energi sebelum bersiap pulang.
Kegiatan outing class di Pinusia Park Ungaran memberikan pengalaman belajar yang berharga, menyenangkan, dan penuh makna bagi murid Full Day Islam Hidayatullah.
Suasana kebersamaan, keceriaan, serta interaksi langsung dengan alam menjadi kenangan indah yang tidak hanya membahagiakan, tetapi juga mendukung pembentukan karakter dan akhlak mulia sejak dini.
Tajuk Redaksi
Perubahan zaman berjalan begitu cepat. Anak-anak hari ini tumbuh di tengah arus informasi yang masif, perkembangan teknologi yang pesat, serta dinamika sosial yang terus bergerak. Kondisi ini menuntut dunia pendidikan untuk tidak berjalan di tempat. Sekolah tidak cukup hanya menjadi tempat belajar, tetapi hadir sebagai orang tua terdepan yang memahami kebutuhan pendidikan anak sesuai dengan zamannya.
Sebagaimana hikmah yang dinukil dari Ali bin Abi Thalib r.a., “Didiklah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup bukan di zamanmu.” Pesan ini menjadi pengingat penting bahwa pendidikan harus kontekstual, tanpa kehilangan nilai-nilai dasar yang menjadi fondasinya.
Anak-anak masa kini memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Mereka terbiasa dengan visual, interaksi cepat, serta pengalaman belajar yang bermakna dan relevan. Di sisi lain, tantangan seperti krisis fokus, ketahanan emosi, dan pembentukan karakter menjadi perhatian serius.
Sekolah yang baik adalah sekolah yang mampu membaca realitas ini dengan jernih, memahami siapa peserta didiknya, serta menyadari dunia seperti apa yang sedang dan akan mereka hadapi. Pemahaman inilah yang menjadi dasar dalam merancang pendidikan yang tepat dan bertanggung jawab.
Pendidikan yang berkualitas tidak lahir secara kebetulan. Ia dirancang, disusun, dan dijalankan dengan kesadaran penuh. Kurikulum, strategi pembelajaran, budaya sekolah, serta pola pendampingan siswa harus diselaraskan dengan kebutuhan zaman sekaligus berlandaskan nilai iman, adab, dan karakter.
Sekolah memiliki peran strategis untuk memastikan bahwa setiap program pendidikan tidak hanya berjalan, tetapi benar-benar memberi dampak positif bagi perkembangan anak, baik secara akademik, sosial, maupun spiritual.
Musyawarah Kerja (Musker) akhir semester yang dilaksanakan oleh seluruh unit pendidikan menjadi momentum penting untuk berhenti sejenak, melakukan refleksi, dan menyusun arah ke depan. Musker bukan sekadar agenda rutin atau pemenuhan administrasi, melainkan ruang bersama untuk mengevaluasi sejauh mana pendidikan yang dijalankan telah menjawab kebutuhan peserta didik di zamannya.
Melalui Musker, sekolah menilai capaian, mengidentifikasi tantangan, serta merumuskan langkah-langkah strategis agar proses pendidikan semakin terarah, sistematis, dan berkelanjutan.
Mendidik anak sesuai zamannya tidak dapat dilakukan oleh sekolah sendiri. Diperlukan sinergi yang kuat antara sekolah, guru, dan orang tua. Sekolah hadir sebagai mitra strategis keluarga, sementara orang tua menjadi bagian penting dalam mendukung dan menguatkan proses pendidikan.
Masukan orang tua, refleksi guru, serta data perkembangan siswa menjadi bahan penting dalam evaluasi dan penyempurnaan program pendidikan agar semakin relevan dan bermakna.
Mendidik anak sesuai zamannya bukan berarti mengikuti semua arus perubahan tanpa arah. Sekolah justru berperan menyaring perubahan tersebut, menanamkan nilai iman, adab, dan akhlak mulia, sekaligus membekali anak dengan kompetensi yang dibutuhkan untuk menghadapi masa depan.
Melalui perencanaan yang matang, pelaksanaan yang konsisten, serta evaluasi yang berkelanjutan, sekolah berkomitmen menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membentuk pribadi yang tangguh, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Musyawarah Kerja akhir semester menjadi titik penting bagi sekolah untuk meneguhkan kembali perannya sebagai orang tua terdepan dalam pendidikan. Dengan kesadaran akan perubahan zaman dan komitmen untuk terus berbenah, sekolah berupaya memastikan bahwa setiap langkah pendidikan yang diambil benar-benar memberi makna dan manfaat bagi masa depan anak-anak.
Mendidik anak sesuai zamannya adalah ikhtiar bersama. Sekolah memilih untuk terus berada di garda terdepan, merancang pendidikan dengan kesadaran, tanggung jawab, dan nilai yang kokoh.