Kata Pengantar Redaksi – Edisi 14

Alhamdulillah, pada edisi ke-14 ini, keluarga besar LPI Hidayatullah kembali menghadirkan rangkaian cerita inspiratif dari seluruh unit pendidikan—mulai dari PAUD, SD, SMP hingga SMA. Setiap kegiatan yang berlangsung dalam sepekan terakhir memperlihatkan satu benang merah yang sama: komitmen lembaga dalam menghadirkan pendidikan yang utuh, berkualitas, dan berakar pada nilai-nilai Islam.


Di jenjang PAUD, pembiasaan salat berjamaah kembali menegaskan bahwa pendidikan karakter tidak hanya diajarkan, tetapi dibiasakan melalui aktivitas sederhana yang dilakukan setiap hari. Sementara itu, SD Islam Hidayatullah 1 & 2 menutup akhir November dengan peringatan Hari Guru yang hangat dan penuh apresiasi, menonjolkan dedikasi para pendidik melalui penghargaan “Insan Pendidik Berprestasi”, serta outing class yang kaya makna.


Di SMP dan SMA, berbagai agenda pembinaan, peningkatan kualitas, apresiasi bagi guru berprestasi, serta penguatan budaya sekolah religius juga terus digaungkan. Kegiatan-kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi bagian dari perjalanan panjang untuk memastikan setiap siswa tumbuh sebagai pribadi yang disiplin, berakhlak baik, serta siap menghadapi tantangan masa depan.


Redaksi berharap edisi ini dapat menjadi ruang dokumentasi yang bernilai, sekaligus penyemangat bagi seluruh pengabdi pendidikan di lingkungan LPI Hidayatullah. Semoga langkah kecil yang dilakukan setiap hari menjadi bagian dari ikhtiar besar dalam mencetak generasi terbaik.


Selamat membaca. Semoga menginspirasi.

Audio
📖
Edisi Lalu
🏠
Home

Warta terkini perkembangan sekolah & kegiatan siswa selama sepekan yang dirangkum dalam buletin online informatif dan mudah diakses kapan saja dengan akses internet.

PEMBUKAAN SPMB TAHUN AJARAN 2026/2027

🎉 DAFTAR LEBIH CEPAT, BIAYA LEBIH HEMAT 🎉 DAFTAR LEBIH CEPAT, BIAYA LEBIH HEMAT 🎉 DAFTAR LEBIH CEPAT, BIAYA LEBIH HEMAT 🎉



Penasihat

Eko Wahyu D., M.Pd.

Adi Suipto, S.Pd.

TIM REDAKSI


Penanggung Jawab:

Suci Wulansari, M.Pd.


Pimpinan Redaksi

Tarto, M.Pd.

Dewan Redaksi

Videa Salsabila W., S.K.M.

Devi Anggraini, S.M.

Yasiva Ayu P., S.Pd.

Kontributor:

Kehumasan PAUDIH

Kehumasan SDIH

Kehumasan SDIH 02

Kehumasan SMPIH

Kehumasan SMAIH

Highlight of the Week

WARTA SMA

Usai amanat pembina upacara, sekolah memberikan penghargaan secara resmi kepada para guru berprestasi. Kegiatan dilanjutkan dengan penampilan paduan suara yang menyanyikan Hymne Guru dan Pagiku Cerahku bersama seluruh peserta upacara...


WARTA SMP

SMPIH Gelar Serah Terima Jabatan, Deklarasi, dan Seminar Agen Perubahan Anti Perundungan (ROOTS)

ROOTS merupakan program pencegahan perundungan berbasis sekolah yang dikembangkan oleh UNICEF Indonesia sejak tahun 2017 bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia, akademisi, serta praktisi pendidikan dan perlindungan anak...

WARTA SD

Peringatan Hari Guru Nasional tahun ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga sarana menunjukkan bahwa SD Islam Hidayatullah terus menjaga budaya apresiasi, kebersamaan, dan profesionalitas. Nilai-nilai inilah yang menjadi bagian dari keunggulan sekolah...

WARTA SD 02

Kegiatan Outing Class

Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi siswa kelas 3. Selain memperluas wawasan, kegiatan ini juga menumbuhkan kecintaan terhadap sejarah bangsa dan lingkungan sekitar.

WARTA PAUD

Begitu waktu zuhur tiba, para guru mulai mengajak anak-anak bersiap wudhu. Prosesnya ramai tapi tertib. Ada yang sudah mandiri membasuh tangan dan wajah, ada pula yang masih butuh sedikit bantuan...

TAJUK REDAKSI

Guru yang berhenti belajar berhenti berkembang

Ketika seorang guru memilih untuk berhenti belajar, ia bukan hanya tertinggal, tetapi juga berisiko menghambat perkembangan muridnya. Sebaliknya, guru yang terus mengasah diri akan mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih segar, akurat, dan...

SMA ISLAM HIDAYATULLAH • SMA ISLAM HIDAYATULLAH • SMA ISLAM HIDAYATULLAH • SMA ISLAM HIDAYATULLAH • SMA ISLAM HIDAYATULLAH • SMA ISLAM HIDAYATULLAH •

SMAHA Peringati Hari Guru Nasional dengan Apresiasi untuk Guru Berprestasi

SMA Islam Hidayatullah (SMAHA) Semarang menyelenggarakan upacara peringatan Hari Guru Nasional pada Selasa, 25 November 2025. Upacara berlangsung khidmat dan menjadi momentum untuk memberikan penghargaan kepada para guru yang telah menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional maupun kota.

Pada tahun ini, beberapa guru SMAHA berhasil meraih pencapaian gemilang, antara lain:

  • Bapak Taufik Nur Hidayat, S.Pd., dan Ibu Sri Widayati, S.Pd.

Meraih Gold Medal pada National Research Teacher Competition yang diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro.

  • Ibu Etik Ningsih, S.Pd., dan Ibu Suwarni, M.Pd.

Lolos sebagai peserta Naskah Baik Pembelajaran Mendalam tingkat nasional.

  • Bapak Suherianto, S.Kom.

Terpilih sebagai peserta terbaik pada Gelar Karya Praktik Baik Guru SMA se-Kota Semarang.

  • Ibu Annisa Erwindani, S.Pd.
  • Meraih Juara 2 pada lomba Membaca Nyaring yang diselenggarakan Pusat Perbukuan Kemdikdasmen.

Prestasi ini menjadi bukti nyata komitmen SMAHA dalam menghadirkan pendidikan berkualitas melalui tenaga pendidik yang kompeten dan terus berkembang.

Siswa sebagai Pembina Upacara

Hal yang menarik pada peringatan tahun ini adalah penunjukan Ikhsan Kukuh, siswa kelas XI-1 sekaligus Wakil Ketua OSIS 2025/2026, sebagai pembina upacara. Dengan percaya diri, Ia menyampaikan amanat yang menekankan peran strategis guru dalam membentuk karakter dan masa depan generasi muda.

Dalam amanatnya, Ia menyampaikan:

“Guru adalah pengukir masa depan. Warisan terbesar guru bukan hanya nilai di rapor, tetapi rasa ingin tahu yang membuat kami terus belajar dan mencari ilmu.”

Amanat tersebut disambut hangat oleh seluruh peserta upacara.

Rangkaian Kegiatan Peringatan

Usai amanat pembina upacara, sekolah memberikan penghargaan secara resmi kepada para guru berprestasi. Kegiatan dilanjutkan dengan:

  • Penampilan paduan suara yang menyanyikan Hymne Guru dan Pagiku Cerahku bersama seluruh peserta upacara.
  • Penayangan mini drama oleh siswa yang menggambarkan dedikasi guru dalam mendidik dan membimbing.
  • Pemberian tanda cinta dari siswa kepada seluruh guru sebagai bentuk apresiasi.
  • Penyerahan hadiah khusus dari Kepala Sekolah, Ibu Etik Ningsih, S.Pd., kepada para guru.


Acara ditutup dengan sesi muhasabah bersama, diikuti foto bersama yang mempererat hubungan antara guru dan siswa.

Peringatan Hari Guru Nasional 2025 di SMAHA bukan hanya menjadi bentuk penghormatan kepada para pendidik, tetapi juga menjadi pengingat bahwa guru merupakan pilar utama dalam membangun generasi berkarakter dan berprestasi. Semoga semangat ini terus menguatkan langkah SMAHA dalam menghadirkan pendidikan terbaik bagi para siswanya.

SMP ISLAM HIDAYATULLAH • SMP ISLAM HIDAYATULLAH • SMP ISLAM HIDAYATULLAH • SMP ISLAM HIDAYATULLAH • SMP ISLAM HIDAYATULLAH • SMP ISLAM HIDAYATULLAH •

SMP Islam Hidayatullah

Kuatkan Komitmen Sekolah Aman, SMP Islam Hidayatullah Gelar Serah Terima Jabatan, Deklarasi, dan Seminar Agen Perubahan Anti Perundungan (ROOTS)

Upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas perundungan terus diperkuat oleh SMP Islam Hidayatullah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui rangkaian kegiatan Serah Terima Jabatan (Sertijab), Deklarasi, dan Seminar Agen Perubahan Anti Perundungan (ROOTS) yang dilaksanakan pada Sabtu, 22 November 2025, mulai pukul 07.30 hingga 11.00 WIB di musala sekolah.

ROOTS merupakan program pencegahan perundungan berbasis sekolah yang dikembangkan oleh UNICEF Indonesia sejak tahun 2017 bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia, akademisi, serta praktisi pendidikan dan perlindungan anak.

Acara utama diawali dengan Serah Terima Jabatan dan Deklarasi anggota ROOTS. Kepengurusan ROOTS periode 2024/2025 yang sebelumnya diketuai oleh Devdan Veda Naruyan dari kelas 9B secara resmi menyerahkan estafet kepemimpinan kepada kepengurusan baru periode 2025/2026 yang diketuai oleh Hanif Andino Mahardika dari kelas 8C.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Seminar Agen Perubahan Anti Perundungan. Sebanyak 40 siswa kelas 8 dan 9 yang tergabung dalam ROOTS mengikuti seminar yang disampaikan oleh Dr. Chr. Argo Widiharto, S.Psi., M.Si.

Dalam sesinya, Bapak Argo menekankan peran penting anggota ROOTS sebagai panutan. Anggota dilatih untuk mengenali berbagai bentuk perundungan—baik verbal, fisik, maupun siber—serta menggunakan pengaruh sosial mereka untuk membela korban atau menghentikan pelaku dengan cara nonkonfrontatif. Mereka juga didorong menjadi teladan perilaku sosial yang positif di sekolah.

Program ROOTS memiliki harapan besar untuk mampu mengubah norma sosial (denormalisasi perundungan). ROOTS bekerja menciptakan budaya di mana tindakan perundungan tidak lagi dianggap “keren” atau lucu. Sebaliknya, membela korban dan bersikap inklusif menjadi nilai yang dihormati.

Selain itu, ROOTS berfungsi sebagai agen penyebaran pesan positif, yakni menyampaikan kampanye anti-perundungan melalui kegiatan sehari-hari, bukan sekadar lewat acara besar. Anggota ROOTS juga dilatih meningkatkan kepekaan terhadap isolasi sosial, bahasa merendahkan, serta tanda awal konflik agar dapat melakukan pencegahan dini.

Ibu Syafaa’tun, S.Pd., selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan kegiatan ini.

“Alhamdulillah kegiatan Serah Terima Jabatan dan Pelatihan ROOTS SMP Islam Hidayatullah berlangsung lancar dan penuh semangat. Pengurus lama menunjukkan dedikasi yang baik, sementara pengurus baru tampil siap melanjutkan program dengan komitmen kuat,” ujar Ibu Syafaa’tun.

Ia menambahkan, “Pelatihan ROOTS memberikan pemahaman mendalam tentang pencegahan perundungan melalui kegiatan interaktif yang menumbuhkan empati, keberanian, dan kepedulian sosial. Seluruh peserta menunjukkan antusiasme untuk menjadi agen perubahan positif demi terwujudnya lingkungan sekolah yang aman, ramah, dan bebas perundungan.”

Melalui kegiatan ini, SMP Islam Hidayatullah kembali menegaskan komitmennya dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif dan suportif, menjadikan siswa sebagai pilar utama pencegahan perundungan.

SD ISLAM HIDAYATULLAH • SD ISLAM HIDAYATULLAH • SD ISLAM HIDAYATULLAH • SD ISLAM HIDAYATULLAH • SD ISLAM HIDAYATULLAH • SD ISLAM HIDAYATULLAH •

SD ISLAM HIDAYATULLAH

Peringatan Hari Guru Nasional SD Islam Hidayatullah

sd-islam-hidayatuallah-Buletin pekanan hidayatullah (20)

Menguatkan Kebersamaan, Menghargai Dedikasi

SD Islam Hidayatullah Semarang kembali menyelenggarakan peringatan Hari Guru Nasional pada Sabtu, 29 November 2025. Bertempat di musala lantai 3, seluruh guru, tenaga pendidik, dan karyawan berkumpul dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Momen ini menjadi ajang refleksi bersama sekaligus bentuk apresiasi atas pengabdian para pendidik yang setiap hari mendampingi siswa dengan ketulusan dan kesabaran.

Acara dibuka dengan pembacaan selawat, dilanjutkan menyanyikan Hymne Guru yang dinyanyikan bersama-sama—menciptakan suasana haru dan kebersamaan. Setelah itu dilakukan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur dan penghormatan kepada para pendidik.

Bagian yang paling ditunggu adalah Teacher Award, penghargaan untuk guru dan tenaga kependidikan dengan beberapa kategori pilihan. Proses pemilihan dilakukan melalui polling yang diikuti seluruh guru dan tendik, sehingga hasilnya terasa lebih adil dan nyaman bagi semua. Kategori penghargaan tahun ini meliputi:


🏆 Paling Inovatif


🏆 Paling Disiplin


🏆 Paling Ramah

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi sederhana namun bermakna bagi mereka yang terus memberikan kontribusi terbaik di kelas maupun dalam pelayanan pendidikan. Bagi para penerima penghargaan, momen ini tentu membanggakan; sementara bagi yang lainnya, kebersamaan ini menjadi pengingat bahwa setiap peran tetap berarti bagi kemajuan sekolah.

Acara semakin ceria dengan sesi tukar kado yang menghadirkan tawa dan kedekatan antarguru. Meski sederhana, momen ini memperkuat rasa kekeluargaan—salah satu budaya positif yang menjadi keunggulan SD Islam Hidayatullah.

Menjelang akhir acara, seluruh peserta diajak melakukan refleksi dan berdoa bersama. Guru dan tenaga pendidik merefleksikan kembali amanah yang mereka emban: mendidik, membimbing, dan mempersiapkan generasi masa depan. Doa bersama menjadi penutup yang khidmat, memohon agar Allah memberi kekuatan dan keberkahan untuk melanjutkan tugas mulia ini.

Peringatan Hari Guru Nasional tahun ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga sarana menunjukkan bahwa SD Islam Hidayatullah terus menjaga budaya apresiasi, kebersamaan, dan profesionalitas. Nilai-nilai inilah yang menjadi bagian dari keunggulan sekolah dalam membangun brand sebagai lembaga pendidikan Islam yang hangat, progresif, dan peduli terhadap sumber daya manusianya.

Selamat Hari Guru Nasional. Terima kasih atas dedikasi dan cinta yang sudah Bapak/Ibu berikan untuk anak-anak dan untuk sekolah tercinta. Semoga Allah selalu menjaga langkah kita dalam mendidik dan menginspirasi generasi penerus bangsa. 💐


SD ISLAM HIDAYATULLAH 02 • SD ISLAM HIDAYATULLAH 02 • SD ISLAM HIDAYATULLAH 02 • SD ISLAM HIDAYATULLAH 02 • SD ISLAM HIDAYATULLAH 02 • SD ISLAM HIDAYATULLAH 02 •

SD ISLAM HIDAYATULLAH 02

Outing Class Kelas 3

Pembelajaran Lapangan di Museum Mandala Bhakti

SD Islam Hidayatullah 02 menyelenggarakan kegiatan Outing Class ke Museum Mandala Bhakti pada Jumat, 28 November 2025. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas 3, didampingi oleh empat guru dan dua tenaga kependidikan. Rombongan berangkat dari sekolah sekitar pukul 07.45 dengan menggunakan dua armada minibus.

Tujuan Kegiatan

Outing Class ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar nyata yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pengembangan karakter dan keterampilan sosial siswa. Beberapa tujuan utama kegiatan ini antara lain:

  • Mengenalkan berbagai jenis profesi.
  • Memberikan pengalaman belajar langsung melalui observasi.
  • Mengasah kemampuan menganalisis dan memperhatikan detail.
  • Mengembangkan kemampuan sosial melalui interaksi di lingkungan baru.
  • Menggabungkan pembelajaran dengan unsur rekreasi agar lebih menyenangkan.


Kegiatan di Museum Mandala Bhakti

Setibanya di lokasi, rombongan disambut dan dipandu oleh Bapak Dilli, anggota TNI yang bertugas di sana. Museum Mandala Bhakti berada di bawah pengelolaan Kodam IV/Diponegoro, sehingga para petugas yang mendampingi adalah anggota TNI.

Selama tur museum, siswa diperkenalkan pada sejarah perjuangan TNI, berbagai koleksi bersejarah, serta penjelasan mengenai tugas dan peran TNI dalam menjaga keutuhan negara. Anak-anak terlihat antusias mengikuti setiap penjelasan dan aktif mengamati benda-benda koleksi museum.

Kunjungan ke Taman Kariswari

Setelah kunjungan museum, rombongan melanjutkan perjalanan ke Taman Kariswari, yang dikelola oleh Letda Inf Sunardi. Di sana, beliau mengajak para siswa menyanyikan lagu Indonesia Raya dan beberapa lagu nasional lainnya, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat.

Kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan berbagai tanaman obat tradisional yang ditanam di taman tersebut. Anak-anak diberi kesempatan melihat langsung bentuk tanaman dan mendengar penjelasan mengenai manfaatnya.

Letda Inf Sunardi menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini:

“Kegiatan seperti ini sangat baik. Anak-anak sudah mengenal lagu-lagu nasional. Semangatnya sudah bagus, tinggal terus dikuatkan pada kedisiplinan.”

Kegiatan Outing Class ini menjadi pengalaman berharga bagi siswa kelas 3. Selain memperluas wawasan, kegiatan ini juga menumbuhkan kecintaan terhadap sejarah bangsa dan lingkungan sekitar. SD Islam Hidayatullah 02 berharap pengalaman ini menjadi langkah kecil yang menguatkan karakter, pengetahuan, dan rasa percaya diri para siswa dalam proses belajar mereka.

PAUD ISLAM HIDAYATULLAH • PAUD ISLAM HIDAYATULLAH • PAUD ISLAM HIDAYATULLAH • PAUD ISLAM HIDAYATULLAH • PAUD ISLAM HIDAYATULLAH • PAUD ISLAM HIDAYATULLAH •

Pembiasaan Salat Berjamaah: Momen Berharga di TK Islam Hidayatullah

Setiap siang, suasana di TK Islam Hidayatullah selalu terasa istimewa. Begitu azan zuhur berkumandang, anak-anak Kelompok B bersiap menuju musala untuk melaksanakan salat berjamaah. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari keseharian mereka—bukan sekadar rutinitas, tetapi pembiasaan yang membentuk karakter islami sejak dini.

Di usia taman kanak-kanak, segala hal dipelajari lewat pengalaman langsung. Karena itu, TK Islam Hidayatullah menjadikan salat berjamaah sebagai bagian dari proses tumbuh kembang anak: mengenalkan ibadah wajib, melatih disiplin, menumbuhkan kecintaan kepada Allah, dan mengajarkan adab beribadah dengan cara yang lembut, alami, dan menyenangkan.

Pembiasaan salat berjamaah juga menjadi komitmen sekolah dalam menghadirkan pendidikan yang utuh. Bukan hanya cerdas secara akademik, anak-anak juga dibimbing untuk memiliki fondasi akhlak dan spiritualitas yang kuat. Dengan pendampingan penuh teladan dari guru, kegiatan ini sekaligus menjadi cerminan mutu layanan pendidikan TK Islam Hidayatullah.

Di musala, suasana tampak hidup namun tertib. Anak-anak bergiliran wudhu dengan bimbingan guru—ada yang sudah mandiri, ada yang masih belajar tahap demi tahap. Setelah itu, para muslimah mengenakan mukena mereka, sementara anak-anak muslim membentangkan sajadah dan memakai peci dengan bangga.

Shaf ditata rapi. Guru memastikan barisan lurus, sementara anak-anak mencoba berdiri tenang, mengikuti arahan sambil sesekali saling menatap penuh semangat. Salat dipimpin bergiliran oleh siswa yang sudah dibiasakan menjadi imam, tentu tetap dalam pendampingan guru.

Ketika salat dimulai, suasana berubah menjadi hening dan khusyuk. Gerakan-gerakan kecil mereka, meski kadang belum sempurna, memperlihatkan kesungguhan. Dari sini, tumbuh rasa disiplin, kebersamaan, dan tanggung jawab—nilai-nilai penting yang ditanamkan sejak dini.

Pembiasaan sederhana ini menjadi salah satu keunggulan TK Islam Hidayatullah: menghadirkan ruang belajar yang bukan hanya menyenangkan, tetapi juga mengarahkan anak-anak untuk tumbuh sebagai pribadi beradab, cinta ibadah, dan siap melangkah ke jenjang berikutnya dengan fondasi yang kuat.


Tajuk Redaksi

Guru yang berhenti belajar berhenti berkembang.

Dalam dunia pendidikan yang terus bergerak cepat, ada satu ungkapan yang layak menjadi pengingat bagi kita semua: “Guru yang berhenti belajar berhenti berkembang.” Ungkapan ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan sebagai cermin bahwa seorang pendidik yang berhenti belajar akan kehilangan relevansi dan ketajaman dalam membimbing murid-muridnya.

Ilmu pengetahuan berkembang setiap hari. Metode pembelajaran berubah, teknologi terus maju, dan kebutuhan peserta didik semakin beragam. Ketika seorang guru memilih untuk berhenti belajar, ia bukan hanya tertinggal, tetapi juga berisiko menghambat perkembangan muridnya. Sebaliknya, guru yang terus mengasah diri akan mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih segar, akurat, dan sesuai kebutuhan zaman.

Lebih dari itu, seorang guru adalah teladan. Semangat belajar sepanjang hayat yang dimiliki guru akan tercermin dalam diri murid-muridnya—baik dalam cara berpikir, cara bekerja, maupun cara menghadapi tantangan. Inilah nilai yang jauh lebih penting dari sekadar penyampaian materi di kelas.

Belajar juga mencegah stagnasi. Guru yang terus memperbarui ilmu dan wawasannya akan selalu menemukan cara-cara baru untuk mengajar, memberi motivasi, dan menjadi pembimbing moral serta spiritual yang relevan dengan situasi kekinian. Dengan begitu, peran guru sebagai agen perubahan benar-benar dapat dirasakan dampaknya.

Melalui edisi buletin ini, mari kita menguatkan kembali komitmen bahwa guru bukan hanya mengajar, tetapi juga terus bertumbuh. Sebab ketika guru belajar, sekolah ikut berkembang—dan generasi masa depan pun mendapatkan fondasi terbaik untuk melangkah.

error: Content is protected !!