
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah, e-Buletin Hidayatullah Edisi ke-13 kembali hadir membawa rangkaian kabar, aktivitas, dan inspirasi dari seluruh unit pendidikan di bawah LPI Hidayatullah Semarang. Pada edisi ini, kita disuguhkan berbagai kegiatan yang memperlihatkan kesungguhan sekolah dalam membina kecintaan terhadap Al-Qur’an, mulai dari Pra Tashih dan Pra Munaqasyah di SMAHA, hingga aktivitas pembelajaran, kreativitas, dan pembiasaan karakter Qur’ani di unit lainnya.
Edisi ini juga menghadirkan beragam pembelajaran penting mengenai bagaimana lembaga pendidikan terus bergerak, berbenah, dan menghadirkan pengalaman terbaik bagi peserta didik—baik dalam penguatan akademik, pembiasaan ibadah, maupun pengembangan karakter.
Semangat untuk menjadi yang terbaik, sebagaimana pesan dalam pembinaan pengabdi minggu ini, menjadi benang merah dari seluruh kegiatan: bahwa setiap ikhtiar kecil yang dilakukan dengan istiqomah adalah bagian dari proses besar membentuk generasi unggul yang beradab dan berakhlak mulia.
Semoga edisi ini menjadi jendela informasi yang memberi motivasi, penguatan, dan rasa syukur atas segala langkah kebaikan yang telah Allah mudahkan. Terima kasih kepada seluruh guru, pengabdi, siswa, dan orang tua yang terus bersinergi membangun pendidikan terbaik bagi anak-anak kita.
Selamat membaca, semoga bermanfaat.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
— Tim Redaksi e-Buletin Hidayatullah
Warta terkini perkembangan sekolah & kegiatan siswa selama sepekan yang dirangkum dalam buletin online informatif dan mudah diakses kapan saja dengan akses internet.
PEMBUKAAN SPMB TAHUN AJARAN 2026/2027
Eko Wahyu D., M.Pd.
Adi Suipto, S.Pd.
Suci Wulansari, M.Pd.
Pimpinan Redaksi
Tarto, M.Pd.
Dewan Redaksi
Videa Salsabila W., S.K.M.
Devi Anggraini, S.M.
Yasiva Ayu P., S.Pd.
Kontributor:
Kehumasan PAUDIH
Kehumasan SDIH
Kehumasan SDIH 02
Kehumasan SMPIH
Kehumasan SMAIH
Pengujian dilakukan oleh Tim QLC Hidayatullah, dengan standar penilaian yang mengacu pada kaidah tajwid, gharib, dan ketepatan hafalan. Siswa yang dinyatakan lulus akan melanjutkan ke tahap Tashih dan Munaqasyah resmi bersama Ummi Foundation pada Januari 2026.
“Pra-Munaqosyah 2025: Ikhtiar Menegakkan Tartil & Tahfidz”
Pra-Munaqosyah SMP Islam Hidayatullah dilaksanakan pada 20–21 November 2025 dengan total 232 peserta, terdiri dari 148 peserta tahfidz dan 84 peserta tartil, sebagai langkah awal memastikan kualitas bacaan dan hafalan Al-Qur'an sesuai standar Metode Ummi.
Program BIAS tidak hanya mencerminkan kepedulian sekolah terhadap kesehatan peserta didik, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen SD Islam Hidayatullah Semarang dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan nyaman.
Sesampainya di Jakarta, rombongan disambut hangat oleh para guru SDTQ Citamulia. Ustaz Ade selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan menjadi penerima tamu pertama yang menyampaikan ucapan selamat datang...
Suasana pembelajaran karakter di TK Islam Hidayatullah selalu hangat dan menyenangkan. Setiap harinya memiliki fokus berbeda untuk membantu anak memahami karakter dengan cara yang alami ...
Setiap Muslim adalah Terbaik
Menjadi “yang terbaik” bukan soal membandingkan diri dengan orang lain, tetapi tentang melakukan versi terbaik dari diri sendiri dan bersungguh-sungguh mengikuti standar terbaik menurut Allah. Ustadz mengingatkan bahwa...
Di SMA Islam Hidayatullah (SMAHA), pembelajaran Al-Qur’an bukan hanya bagian dari kurikulum, tetapi menjadi pondasi penting dalam membentuk karakter siswa.
Melalui kegiatan Pra Tashih dan Pra Munaqasyah Tahfidz, sekolah berupaya memastikan setiap siswa memiliki bacaan dan hafalan yang benar sesuai kaidah, sebagaimana perintah Allah dalam Q.S. Al-Muzzammil: 4 “Bacalah Al-Qur’an itu dengan tartil.”
Membaca Al-Qur’an memang membutuhkan perhatian khusus—mulai dari tajwid, gharib, waqaf, hingga ritme tartil. Karena itu, kegiatan pra-uji ini menjadi momen penting bagi siswa untuk memperkuat kemampuan mereka sebelum mengikuti tashih dan munaqasyah resmi.
Untuk mendukung pembelajaran yang terarah, SMAHA bekerja sama dengan Ummi Foundation Surabaya dan menerapkan metode UMMI dalam pembelajaran baca Al-Qur’an dan tahfidz.
Pada 17–18 November 2025, SMAHA menyelenggarakan kegiatan Pra Tashih dan Pra Munaqasyah yang diikuti oleh:
Peserta Pra Tashih adalah siswa yang telah dinyatakan lancar membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid dan gharib.
Sedangkan Pra Munaqasyah ditujukan bagi siswa yang sudah memiliki hafalan minimal satu juz, baik juz 1–10, juz 29, maupun juz 30.
Proses pengujian dilaksanakan oleh guru BAQ dari Tim QLC (Qur’an Learning Center) Hidayatullah Semarang.
Siswa yang dinyatakan lulus pada tahap pra-uji akan mengikuti Tashih dan Munaqasyah resmi bersama Tim Penguji Ummi Foundation Surabaya pada 12–13 Januari 2026.
Ustadzah Miskiyatul F, A.H., selaku koordinator BAQ SMAHA, menyampaikan pesan untuk para peserta:
“Kegiatan ini membantu mengevaluasi bacaan dan hafalan kalian. Yang lulus pra tashih dan pra munaqasyah akan lanjut ke tahap berikutnya, jadi tetap semangat belajar. Pastikan bacaan sesuai kaidah tajwid dan gharib, dan hafalan terus dijaga.”
Kegiatan Pra Tashih dan Pra Munaqasyah ini menjadi langkah SMAHA dalam membina siswa agar tumbuh sebagai generasi Qur’ani—mampu membaca dengan benar, menjaga hafalan, dan memiliki komitmen terhadap Al-Qur’an. Semoga persiapan ini memudahkan mereka menuju tashih dan munaqasyah resmi pada Januari nanti.
SMP Islam Hidayatullah
Sebagai respon terhadap meningkatnya kesadaran orang tua akan pentingnya pendidikan Al-Qur'an yang bermutu, SMP Islam Hidayatullah kembali menegaskan komitmennya dengan menggelar Tes Pra-Munaqosyah. Kegiatan ini menjadi tahapan penting untuk memastikan setiap lulusan mampu membaca Al-Qur’an secara tartil serta menghafal Juz 30 atau lebih sesuai capaian masing-masing siswa.
Pada tahun ini terdapat 232 peserta, terdiri dari 148 peserta kategori Tahfidz dan 84 peserta kategori Tartil. Ujian dilaksanakan dalam dua sesi pada Rabu dan Kamis, 20–21 November 2025, bertempat di musala sekolah.
SMP Islam Hidayatullah menggunakan Metode Ummi sebagai kurikulum pembelajaran Al-Qur’an. Standar mutu bacaan dijaga dengan ketat karena para siswa nantinya akan mengikuti Ujian Munaqosyah resmi yang ditashih langsung oleh tim penguji dari Ummi Foundation Surabaya.
Melalui kegiatan ini, sekolah berharap lulusan benar-benar mampu membaca Al-Qur’an dengan tartil sesuai kaidah tajwid yang benar. Pra-Munaqosyah menjadi penyaringan awal sebelum siswa menghadapi munaqisy dari Ummi Foundation. Upaya ini adalah bentuk jaminan kualitas dari SMP Islam Hidayatullah kepada para wali murid.
Ibu Nur Hidayah, S.Ag., selaku Koordinator Tartil SMP Islam Hidayatullah, menyampaikan:
“Dengan adanya kegiatan pra-munaqosyah ini, harapan kami anak-anak semakin baik kualitas bacaan maupun hafalannya. Selain itu, kegiatan ini juga melatih mental mereka agar tetap tenang dan siap diuji oleh para munaqisy. Semoga membawa keberkahan untuk semuanya.”
Untuk memastikan objektivitas, tim penguji Pra-Munaqosyah terdiri dari guru BAQ lintas jenjang di LPI Hidayatullah—mulai dari TK, SD, SMP, hingga SMA. Dengan demikian, standar penilaian dapat terjaga dan lebih menyeluruh.
Siswa yang dinyatakan lulus dan mendapatkan status tartil dari Ummi Foundation berhak memperoleh Syahadah/Sertifikat Resmi. Sertifikat ini menjadi bukti kemampuan membaca Al-Qur’an dengan tartil sekaligus memastikan capaian hafalan Juz 30. Penghargaan khusus diberikan kepada siswa yang berhasil menyelesaikan hafalan Juz 1, 2, 3, 4, 5, dan 29.
Melalui sistem pengujian yang berlapis dan terukur ini, SMP Islam Hidayatullah menegaskan perannya sebagai lembaga pendidikan yang serius dalam membentuk generasi unggul—kuat dalam Imtaq (Iman dan Takwa) sekaligus siap bersaing dalam prestasi akademik.
Jika Anda ingin dibuatkan versi narasi santai, versi formal, atau versi ringkas untuk overview, tinggal sampaikan dan akan saya sesuaikan.
SD ISLAM HIDAYATULLAH
SD Islam Hidayatullah Semarang kembali melaksanakan Program BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah) sebagai bentuk dukungan terhadap program kesehatan pemerintah. Bekerja sama dengan Puskesmas Srondol, kegiatan ini dilaksanakan dua kali dalam setahun dan ditujukan untuk menjaga kesehatan serta daya tahan tubuh peserta didik.
Pada periode bulan Agustus 2025, imunisasi yang diberikan meliputi:
Selanjutnya, pada periode bulan November, imunisasi lanjutan diberikan pada 17 November 2025, mencakup:
Program BIAS menjadi salah satu bukti komitmen SD Islam Hidayatullah Semarang dalam mewujudkan lingkungan belajar yang aman dan sehat. Dengan kondisi kesehatan yang terjaga, peserta didik diharapkan dapat belajar dengan lebih nyaman dan mencapai prestasi secara optimal.
Pihak sekolah menyampaikan terima kasih kepada Puskesmas Srondol, orang tua murid, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan ini. SD Islam Hidayatullah Semarang akan terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga pembinaan karakter dan kesehatan anak.
SD ISLAM HIDAYATULLAH 02
Sebelas guru SD Islam Hidayatullah 02 melakukan kegiatan benchmarking ke SDTQ Citamulia, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Dengan semangat belajar dan tekad memperluas wawasan, rombongan berangkat pada Selasa pagi, 18 November 2025 menggunakan Toyota Hiace dari Kota Semarang.
Sesampainya di Jakarta, rombongan disambut hangat oleh para guru SDTQ Citamulia. Ustaz Ade selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan menjadi penerima tamu pertama yang menyampaikan ucapan selamat datang dan harapan atas terjalinnya silaturahim yang baik antar kedua lembaga.
Tak lama kemudian, Ustaz Hilal—Waka Kurikulum—melanjutkan dengan pemaparan mengenai sistem pembelajaran di SDTQ Citamulia. Beliau menjelaskan bahwa sekolah menerapkan konsep Balance–Essential, yaitu menyeimbangkan identitas sekolah sebagai lembaga Tahfizul-Qur’an dengan tuntutan kurikulum akademik nasional. Kurikulum umum tetap diberikan secara optimal, sementara hafalan Al-Qur’an menjadi program unggulan yang berjalan beriringan.
Target hafalan di SDTQ Citamulia terbilang luar biasa. Dengan tetap mempertimbangkan kemampuan setiap murid, lulusan sekolah mampu menuntaskan hafalan 15 hingga 30 juz. Meskipun target tinggi, para murid tampak menikmati proses belajar dan tidak terlihat terbebani—hal ini menunjukkan sistem pembinaan yang matang dan lingkungan belajar yang kondusif.
Kegiatan benchmarking ini memberikan banyak wawasan baru bagi guru-guru SD Islam Hidayatullah 02, mulai dari manajemen program tahfidz, metode hafalan yang efektif, hingga strategi pembentukan karakter Islami yang relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini.
Di akhir kunjungan, Ustaz Ade menyampaikan harapannya agar kegiatan ini membawa manfaat bagi kedua pihak serta menambah keberkahan. Beliau juga menegaskan pentingnya menjaga kerja sama dan silaturahim antara SD Islam Hidayatullah 02 dan SDTQ Citamulia untuk pengembangan pendidikan pada masa yang akan datang.
Pembelajaran karakter menjadi salah satu kegiatan penting di TK Islam Hidayatullah. Kegiatan ini berlangsung setiap Senin–Kamis dan diikuti oleh seluruh murid di kelas masing-masing. Fokusnya adalah menanamkan tiga nilai dasar sejak usia dini: mandiri, disiplin, dan tanggung jawab.
Di usia dini, anak sedang berada pada masa keemasan untuk membentuk fondasi kepribadian. Karena itu, TK Islam Hidayatullah membiasakan anak untuk:
Nilai-nilai ini sejalan dengan ajaran Islam tentang amanah, adab, dan pembiasaan perilaku baik dalam keseharian. Harapannya, karakter dasar ini menjadi bekal berharga untuk jenjang pendidikan berikutnya.
Suasana pembelajaran karakter di TK Islam Hidayatullah selalu hangat dan menyenangkan. Setiap harinya memiliki fokus berbeda untuk membantu anak memahami karakter dengan cara yang alami dan sesuai dunia mereka:
Hari Senin – Diskusi Buku Pilar Karakter
Anak-anak diajak diskusi ringan tentang tema karakter minggu itu. Mereka berbagi pengalaman, bercerita, dan menjawab pertanyaan sederhana. Suasananya hidup dan penuh cerita polos yang menggemaskan.
Hari Selasa – Membaca Buku Cerita
Guru membacakan cerita yang relevan dengan nilai yang dipelajari. Melalui tokoh dan alur cerita, anak-anak lebih mudah memahami contoh sikap mandiri, disiplin, atau tanggung jawab.
Hari Rabu – Penguatan Karakter dengan Media
Menggunakan boneka tangan, boneka jari, atau media visual lainnya, guru memberikan penguatan karakter dengan cara yang interaktif. Anak-anak sangat antusias dan mudah menangkap pesan moralnya.
Hari Kamis – Praktik Langsung
Anak mempraktikkan karakter melalui kegiatan nyata seperti antre, merapikan mainan, mengikuti permainan aturan sederhana, atau menyelesaikan tugas kecil. Praktik langsung ini membantu mereka memahami bahwa nilai karakter harus diwujudkan, bukan hanya diucapkan.
Melalui rangkaian kegiatan ini, pembelajaran karakter di TK Islam Hidayatullah menjadi pengalaman yang bermakna. Anak-anak tidak hanya mengenal nilai mandiri, disiplin, dan tanggung jawab, tetapi juga mempraktikkannya secara bertahap—dengan cara yang menyenangkan, dekat dengan keseharian, dan sesuai perkembangan mereka.
🌿 Warta QLC/Hikmah
Dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang tentu ingin menjadi yang terbaik. Namun, sering kali kita lupa bahwa “terbaik” bukan sekadar hasil akhir, tetapi proses panjang yang dimulai dari cara kita melihat diri sendiri.
Inilah pesan utama yang disampaikan dalam Pembinaan Pengabdi LPI Hidayatullah Yayasan Abul Yatama Semarang, Sabtu, 22 November 2025, bersama Ustadz Dr. Khairul Anam S.Si., M.Si., F.Med.
Menurut beliau, menjadi terbaik harus dimulai dari dua hal penting:
Ketika dua hal ini berjalan beriringan, hasilnya tidak hanya baik di mata manusia, tetapi juga bernilai di sisi Allah.
Selama ini, sains dan teknologi berkembang pesat di dunia Barat, membuat sebagian umat Islam merasa inferior. Kita cenderung hanya menjadi pengguna, bukan pencipta.
Pola pikir seperti ini, menurut Ustadz Khairul Anam, membuat kita merasa seolah-olah sudah “ditakdirkan” menjadi nomor dua.
Padahal, sejak awal manusia telah didesain oleh Allah sebagai makhluk terbaik.
Orang yang terbaik adalah mereka yang tahu dari mana ia berasal, apa yang harus dilakukan di dunia, dan ke mana ia akan kembali.
Karena itu, langkah pertama untuk menjadi unggul adalah membenahi mindset.
Seorang muslim seharusnya memiliki visi yang luas: bukan hanya sukses secara pribadi, tetapi juga memberi manfaat bagi dunia.
Salah satu prinsip dasar menjadi terbaik adalah melakukan lebih dari standar minimal.
Contoh sederhana:
Jika seseorang diberi tugas dua hal, tetapi ia sebenarnya mampu mengerjakan lima, maka kerjakanlah lima itu.
Dengan kata lain, lakukan yang terbaik versi diri kita—bukan berdasarkan ekspektasi orang lain.
Setelah memiliki harapan dan usaha terbaik, seseorang perlu merayakan diri sebagai bentuk syukur, dan kemudian istiqomah dalam kebaikan tersebut.
Dalam dunia pendidikan, konsep “menjadi terbaik” harus benar-benar hidup. Guru perlu:
Dengan langkah-langkah ini, generasi kita bukan hanya menjadi pengguna, tetapi menjadi pencipta, penggerak, dan pelopor kebaikan.
Menjadi unggul bukanlah mimpi besar. Ia dimulai dari perubahan kecil dalam cara kita memandang diri, bekerja, dan berkontribusi.
Sumber informasi:
Pembinaan Pengabdi LPI Hidayatullah – Yayasan Abul Yatama Semarang
Narasumber: Ustadz Dr. Khairul Anam S.Si., M.Si., F.Med.
Topik: Menjadi Terbaik (22 November 2025)