Psikolog Ibu Nurina, S.Psi., M.Psi., Psikolog, CHA, CGA mengungkapkan ciri-ciri, faktor penyebab, serta cara mengatasi Toxic Relationship

LPI HIDAYATULLAH- Toxic Relationship menjadi isu yang marak diperbincangkan di Indonesia. Toxic Relationship atau hubungan beracun tidak hanya terjadi dalam konteks pribadi, tetapi juga dapat menyusup ke dalam dunia profesional.

Di dunia kerja, hubungan yang negatif antara rekan kerja, atasan, atau bawahan bisa menciptakan atmosfer yang merusak, menurunkan produktivitas, dan bahkan mempengaruhi kesehatan mental pekerja. Untuk menciptakan hubungan yang sehat dan harmonis, penting bagi kita untuk mengenali ciri-ciri, memahami faktor penyebab, serta mengetahui cara mengatasi Toxic Relationship. Simak pembahasannya.

Seorang psikolog ahli, Ibu Nurina , S.Psi., M.Psi., Psikolog, CHA, CGA, mengungkapkan bahwa Toxic Relationship ibarat virus yang mudah menyebar dan dampaknya berbahaya. Hubungan beracun ini, jika tidak segera ditangani, dapat merusak kesejahteraan emosional dan mental seseorang, serta mengganggu kualitas hidup seseorang.

“Orang Toxic itu seperti virus, gampang banget nyebarnya. Ciri – ciri orang Toxic itu dia egois, suka maksain kehendak, suka buka aib orang didepan orang banyak, bahkan dia bisa membunuh karakter orang lain,” tutur Ibu Nurina saat mengisi acara bertajuk “Membangun Komunikasi Positif, Menghilangkan Toxic Relationship,” yang digelar LPI Hidayatullah, Jumat 3 Januari 2025 di Aula SMA Islam Hidayatullah.

“ Situasi Toxic terjadi apabila tiap orang merasa sudut pandang dia yang paling benar. Situasi Toxic tidak akan terjadi jika kita memahami sudut pandang orang lain. Jika terjadi konflik kita hadirkan pihak ketiga yang lebih objektif,” tambah beliau.

BACA JUGA : Membangun Komunikasi Positif, Menghilangkan Toxic Relationship

Faktor Penyebab Toxic Relationship

Ibu Nurina mengungkapkan ada beberapa faktor penyebab munculnya Toxic Relationship diantaranya meliputi:

  1. Menyakini Persepsi

Setiap orang memiliki persepsi berbeda. Kita tidak dianjurkan menuruti persepsi kita. Di dunia kerja pun kita juga harus melihat persepsi / sudut pandang orang lain.

“Kalau bermain dengan persepsi pasti jadi masalah. Semua pemikiran kita itu namanya persepsi. Maka perlu adanya klarifikasi atau tabayun,” ungkap beliau.

  1. Komunikasi Terbatas
  2. Timbul Prasangka
  3. Kemudian orang akan mencari Komunitas/ Kelompok dengan prasangka yang sama. Konformitas Kelompok.
  4. Empati Sosial Berkurang

Cara Mengatasi Toxic Relationship

Menurut Ibu Nurina, ada beberapa cara untuk menangani masalah Toxic Relationship diantaranya:

  • Kenali dan kembangkan potensi diri
  • Memiliki self esteem (harga diri) dan self evidence
  • Mempelajari job desk, mengenali budaya kinerja dan profesionalisme
  • Meningkatkan keterampilan komunikasi (verbal & non verbal)
  • Mengasah empati sesuai kebutuhan lingkungan
  • Bersikap asertif

Sebagai kesimpulan, Toxic Relationship dapat merusak kualitas hidup dan kinerja seseorang, baik di lingkungan pribadi maupun profesional. Oleh karena itu, penting untuk mengenali tanda-tandanya, memahami faktor penyebabnya, dan mengatasi masalah ini dengan meningkatkan komunikasi empati, serta keterampilan interpersonal. Dengan langkah-langkah tersebut, kita dapat menciptakan hubungan yang lebih sehat dan produktif.***

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!