LPI HIDAYATULLAH- Di era digital ini, kebebasan masyarakat dalam bermedia sosial perlu didukung dengan etika-etika penting dalam bermedia sosial di dunia maya.
Ya, masyarakat Indonesia secara bebas bermedia sosial, mengakses informasi dan berkomunikasi di dunia maya tanpa batasan ruang dan waktu. Indonesia yang terkenal akan nilai-nilai budaya, kesopanan dan keramahtamahannya seakan terhempas saat berselancar di dunia maya.
Banyak komentar cibiran, hinaan, konten sensitif, SARA yang seringkali kita temui di kolom komentar berbagai platform media sosial. Baik itu di Instagram, TikTok, Facebook hingga YouTube. Tentu hal ini sangat tidak mengindahkan lagi norma-norma kesopanan yang dianut di negeri kita Indonesia.
Padahal seperti yang kita ketahui, masyarakat Indonesia sangat terkenal menjungjung tinggi nilai-nilai kesopanan dan tata krama. Saat berinteraksi secara tatap muka pun masyarakat Indonesia seakan lebih mawas diri dan berhati-hati.
BACA JUGA: Hadist Tentang Semangat Belajar
Namun sangat jauh berbeda ketika di dunia maya. Mereka seakan melampiaskan rasa kekecewaan, emosi, ketidaksukaan melalui platform media sosial mereka. Bahkan parahnya lagi, masyarakat bisa membuat akun media sosial palsu untuk menghina, menghujat, melecehkan atau bahkan menipu. Akan sangat mudah melancarkan aksinya tanpa ada sanksi sosial yang akan dihadapi di dunia nyata.
Untuk mencegah hal tersebut, masyarakat Indonesia perlu memahami lebih etika dalam bermedia sosial. Menurut UU No 19 Tahun 2016 sebagai Perubahan Atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), ada lima pasal yang mengatur etika bermedia sosial, mulai pasal 27 sampai 30. Baik menyangkut konten yang tidak selayaknya diunggah maupun penyebaran hoaks dan ujaran-ujaran kebencian, termasuk juga mengambil data orang lain tanpa izin
Etika dalam bermedia sosial
- Pergunakan bahasa yang baik
Dalam beraktivitas di media sosial, hendaknya selalu menggunakan bahasa yang baik dan benar sehingga tidak menimbulkan resiko kesalahpahaman yang tinggi. Alangkah baiknya apabila sedang melakukan komunikasi pada jaringan internet menggunakan bahasa yang sopan dan layak serta menghindari penggunaan kata atau frasa multitafsir. Setiap orang memiliki preferensi bahasa yang berbeda, dan dapat memaknai konten secara berbeda, setidaknya dengan menggunakan bahasa yang jelas dan lugas Anda telah berupaya mengunggah konten yang jelas pula.
BACA JUGA : Pentingnya Adab di Era Modern & Cara Efektif Menanamkan Adab Pada Anak
- Hindari Penyebaran SARA, Pornografi dan Aksi Kekerasan
Sebisa mungkin hindari menyebarkan informasi yang mengandung unsur SARA (Suku, Agama dan Ras) serta pornografi pada jejaring sosial. Biasakan untuk menyebarkan hal-hal yang berguna dan tidak menimbulkan konflik antar sesama. Hindari juga mengupload foto kekerasan seperti foto korban kekerasan, foto kecelakaan lalu lintas maupun foto kekerasan dalam bentuk lainnya. Jangan menambah kesedihan para keluarga korban dengan menyebarluaskan foto kekerasan karena mungkin saja salah satu dari keluarganya berada di dalam foto yang Anda sebarkan.
- Kroscek Kebenaran Berita
Anda diharapkan waspada ketika kita menerima suatu informasi dari media sosial yang berisi berita yang menjelekkan salah satu pihak di media sosial dan bertujuan menjatuhkan nama baik seseorang dengan menyebarkan berita yang hasil rekayasa. Maka hal tersebut menuntut anda agar lebih cerdas lagi saat menangkap sebuah informasi, apabila Anda ingin menyebarkan informasi tersebut, alangkah bijaknya jika Anda melakukan kroscek terlebih dahulu atas kebenaran informasi tersebut.
BACA JUGA : Resetter Printer Epson L3110
- Menghargai Hasil Karya Orang Lain
Pada saat menyebarkan informasi baik dalam bentuk foto, tulisan maupun video milik orang lain maka biasakan untuk mencantumkan sumber informasi sebagai salah satu bentuk penghargaan atas hasil karya seseorang. Jangan membiasakan diri untuk serta merta mengcopy-paste tanpa mencantumkan sumber informasi tersebut.
- Jangan Terlalu Mengumbar Informasi Pribadi
Ada baiknya Anda harus bersikap bijak dalam menyebarkan informasi mengenai kehidupan pribadi (privasi) Anda saat sedang menggunakan media sosial. Janganlah terlalu mengumbar informasi pribadi Anda terlebih lagi informasi mengenai nomor telepon atau alamat rumah Anda. Hal tersebut bisa saja membuat kontak lain dalam daftar Anda juga akan menjadi informasi bagi mereka yang ingin melakukan tindak kejahatan kepada diri Anda.
Nah, itulah 5 etika bermedia sosial yang harus kita pahami dan terapkan dalam berselancar di dunia maya. Yuk mulai sekarang lebih bijak bermedia!***
