SEMARANG – Daiyah Dian Irawati atau yang dikenal dengan panggilan Ummi Pipik, mengatakan, adalah suatu keniscayaan bahwa untuk menggapai cinta dari pemberi syafaat, yakni Nabi Muhammad SAW, tentunya mau mengikuti apa yang dilakukan oleh orang yang dicintai.
“Untuk itu, harus ada cinta dulu, taat dan mengikuti akhlak. Tidak kufur nikmat atas anugerah Allah SWT,” papar Ummi Pipik, saat mengisi acara tausiah dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, sekaligus milad Majelis Ta’lim Hidayatullah, di Aula LPI Hidayatullah Semarang, Selasa (21/11) lalu.
Menurut Ummi Pipik, untuk mendapat syafaat nabi Muhammad SAW, kita juga harus senantiasa mengenal diri sendiri atas kelemahan, kotoran yang bersemayam dalam hati. “Hendaknya mampu mengelola hawa nafsu yang mengintai diri kita,” paparnya.
Kehadiran Ummi Pipik menjadi pembicara utama dalam kegiatan bertajuk “Mencari Cinta Sang Pemilik Syafa’at” ini. Turut hadir isteri Ketua Dewan Pembina Yayasan Abul Yatama, istri Ketua Yayasan Abul Yatama, dan isteri Direktur LPI Hidayatullah.
H Aminudin M.S.I mewakili Direktur LPI Hidayatullah, mengawali kegiatan menyampaikan, ibu adalah guru pertama dalam keluarga. Sosok “Al umm madrosatul ula”. Dimana seorang ibu, tidak hanya piawai mengelola menejemen rumah tangga, dan memasak. Tetapi juga piawai mengurus anak. Dari seorang ibu, lahir generasi sholih sholihah, taat, tawadu’, dan berakhlaq.
Untuk mewujudkan impian besar itu, lanjutnya, LPI Hidayatullah menfasilitasi kebutuhan masyarakat melalui dunia pendidikan dengan lengkap. Dari mata pelajaran umum, pendidkan agama Islam yang meliputi fikih, aqidah ahlak, alquran hadist, sejarah islam, dan bahasa arab.
“Lebih khusus LPI Hidayatullah memberikan bimbingan membaca Al Qur’an dengan tartil, lancar, baik dan benar. Berkarya membangun generasi GOLD (Genius, Obidien, Lead, Dynamic) menuju Insan Khoiru Ummah,” jelasnya. (fiq/ap)

 

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!